PADANG (SUMBAR).GP — Pemerintah Kota Padang mulai membangun wajah baru masjid di tengah derasnya perubahan teknologi. Melalui program unggulan Smart Surau, masjid tidak hanya diposisikan sebagai pusat ibadah, tetapi juga diarahkan menjadi ruang belajar, berkreativitas dan membentuk karakter generasi muda berbasis teknologi.
Konsep itu terlihat di Masjid Nur Hikmah, Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo. Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung Ruang Pembelajaran Digital Smart Surau di masjid tersebut, Kamis (1/10/2026).
Peninjauan itu sekaligus menjadi momentum untuk melihat sejauh mana fasilitas digital yang dibangun pemerintah dapat dimanfaatkan secara nyata oleh anak-anak dan remaja di lingkungan masjid.
Bagi Pemko Padang, tantangannya bukan sekadar menyediakan perangkat digital. Persoalan yang lebih besar adalah bagaimana teknologi yang semakin melekat dalam kehidupan anak-anak dapat diarahkan agar tidak menjauhkan mereka dari lingkungan sosial dan keagamaan.
Fadly Amran mengatakan, penggunaan gadget sudah menjadi bagian dari keseharian anak-anak. Karena itu, teknologi harus diarahkan menjadi sarana pendidikan dan pembinaan, bukan sekadar hiburan.
"Anak-anak sekarang tidak bisa dipisahkan dari gadget. Karena itu, bagaimana gadget tersebut kita arahkan menjadi sarana belajar yang positif dan edukatif," ujar Fadly.
Ia berharap keberadaan Ruang Pembelajaran Digital membuat anak-anak memiliki ruang yang nyaman untuk belajar dan beraktivitas di masjid, termasuk mengisi waktu hingga memasuki waktu salat.
Dari gadget ke masjid
Konsep Smart Surau dibangun dengan pendekatan yang cukup luas. Digitalisasi bukan berdiri sendiri, melainkan dipadukan dengan program keagamaan dan pembinaan generasi muda.
Program tersebut meliputi Subuh Mubarakah, penguatan kurikulum MDTW/TQA melalui konsep 3T—Tahsin, Tafsir dan Tahfidz—Ruang Pembelajaran Digital dengan WiFi gratis, serta Remaja Masjid Reborn.
Dengan pola itu, masjid diharapkan mampu menjadi titik temu antara pendidikan agama, teknologi dan aktivitas sosial generasi muda.
Kabag Kesra Kota Padang Zul Asfi Lubis mengungkapkan, Pemko Padang telah memulai pembangunan Ruang Pembelajaran Digital di 12 masjid pada 2025.
Dalam waktu dekat, masing-masing masjid tersebut akan mendapatkan bantuan 10 unit tablet untuk mendukung proses pembelajaran.
Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 26 Ruang Pembelajaran Digital di masjid-masjid Kota Padang.
"Untuk tahun ini kita menargetkan pembangunan sebanyak 26 ruang pembelajaran digital di masjid," kata Zul Asfi.
Di Masjid Nur Hikmah, fasilitas yang tersedia cukup beragam. Mulai dari tablet, televisi, kulkas, dispenser, sofa, karpet hingga aplikasi pembelajaran Ruang Guru.
Fasilitas tersebut dirancang agar ruang digital tidak tampil seperti ruang kelas formal, tetapi menjadi tempat yang lebih santai dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan berinteraksi.
Ujian sebenarnya bukan pembangunan
Namun, keberadaan ruang digital dan perangkat teknologi pada akhirnya akan diuji oleh pemanfaatannya.
Pembangunan ruang, pengadaan perangkat dan penyediaan jaringan internet baru merupakan tahap awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas tersebut benar-benar digunakan secara rutin, memiliki program pembelajaran yang jelas, serta mampu menarik anak-anak dan remaja untuk datang ke masjid.
Di titik inilah keberlanjutan Smart Surau menjadi penting. Program tidak cukup berhenti pada peresmian atau penyerahan fasilitas, tetapi membutuhkan pengelolaan, pendampingan dan evaluasi agar investasi teknologi tersebut menghasilkan manfaat yang terukur bagi generasi muda.
Pemko Padang sendiri menempatkan Smart Surau sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat kembali fungsi sosial dan edukatif masjid.
Jika dikelola secara konsisten, ruang digital tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan teknologi, pendidikan, keagamaan dan pembentukan karakter dalam satu lingkungan.
Dengan target 26 ruang pembelajaran digital pada 2026, Smart Surau kini memasuki fase yang lebih luas. Perhatian berikutnya bukan lagi semata-mata pada berapa banyak ruang yang dibangun, tetapi bagaimana ruang-ruang tersebut benar-benar hidup dan memberi manfaat bagi anak-anak Kota Padang.
Peninjauan Wali Kota turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang, Inspektur Sonny Budaya Putra, Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Tommy TRD, Camat Nanggalo David Ferdinand, sejumlah pimpinan OPD, tokoh masyarakat serta jamaah Masjid Nur Hikmah.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar