Padang Panjang(SUMBAR).GP– Berita mengenai tagihan air yang membengkak hingga jutaan rupiah yang dialami oleh Ibu Desrita, warga Koto Katiak, akhirnya menemukan titik terang. Masalah yang sempat viral di media sosial ini berhasil diselesaikan setelah Direktur PDAM Kota Padang Panjang turun langsung mendatangi rumah korban untuk melakukan klarifikasi dan memberikan solusi.
Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat setelah Ibu Desrita menceritakan keluhannya di Facebook, bahkan sempat mengalami syok hingga pingsan di kantor PDAM pada tanggal 5 Mei lalu dan dilarikan ke IGD Yarsi Ibnu Sina.
Merespons hal tersebut, sekelompok masyarakat yang peduli yang diinisiasi oleh Ahmad Rifai, bersama Da No Surisno dan Wiwit Fawiza Rahmi, bergerak membantu Ibu Desrita. Mereka bukan dari LSM, ormas, atau anggota dewan, namun hadir murni karena kepedulian terhadap nasib warga.
Awalnya, tim ini berencana mendampingi Ibu Desrita untuk membuat laporan resmi ke Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat karena belum ada pihak yang mau mendampingi. Namun, di tengah proses penyusunan narasi laporan, datang kabar bahwa Direktur PDAM telah hadir di rumah Ibu Desrita.
Tim pendamping pun langsung bergerak ke lokasi. Dalam pertemuan tersebut, semua keluhan yang viral disampaikan secara terbuka, termasuk kronologi hingga Ibu Desrita pingsan.
Dengan sikap kekeluargaan, Direktur PDAM menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa Ibu Desrita. Sebagai solusi dan kebijakan khusus, tagihan yang sempat membengkak menjadi Rp3.450.000 disesuaikan kembali menjadi Rp120.000 per bulan. Angka ini hanya naik sekitar Rp50.000 dari tagihan sebelumnya yang sebesar Rp74.000, sehingga jauh lebih wajar dan mampu dibayar.
Dalam diskusi tersebut, tim juga menanyakan penyebab mengapa banyak warga Padang Panjang yang mengalami lonjakan tagihan hingga 2-3 kali lipat. Menurut penjelasan pihak PDAM, hal ini berkaitan dengan adanya penyesuaian.
Namun, dari sisi tim pendamping, ditemukan indikasi masalah utama terletak pada klasifikasi golongan pelanggan, khususnya kategori C dan D yang sepertinya perlu dikaji ulang agar tidak memberatkan masyarakat. Diskusi ini sempat terhenti karena waktu shalat Zuhur, namun direncanakan akan ditindaklanjuti kembali untuk membahas solusi sistemik agar kasus serupa tidak terulang.
Ahmad Rifai selaku pengagas kegiatan ini memberikan apresiasi kepada Direktur PDAM yang mau turun tangan, datang ke rumah warga, dan bersikap terbuka menyelesaikan masalah.
"Kami apresiasi atas perhatian Direktur PDAM yang mau datang berkunjung, menjelaskan, dan membuat kebijakan terbaik untuk Uni Desrita," tulisnya dalam keterangan yang diunggah di Facebook.
Bagi warga lain yang mengalami nasib sama yaitu tagihan melonjak drastis, disarankan untuk:
1. Datang langsung ke kantor PDAM.
2. Membawa bukti tagihan bulan lalu dan bulan sekarang.
3. Menyampaikan keluhan dengan sopan.
Jika merasa belum ada solusi, warga juga dapat menyalurkan aspirasinya ke Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat.
Dengan selesainya kasus ini, video dan postingan yang sebelumnya viral pun telah dicabut. Semoga menjadi pelajaran baik bagi semua pihak demi pelayanan yang lebih baik ke depannya.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar