MTQ Nasional ke-42 Kabupaten Sijunjung Ditutup, Kamang Baru Pertahankan Gelar Juara Umum - Go Parlement | Portal Berita

MTQ Nasional ke-42 Kabupaten Sijunjung Ditutup, Kamang Baru Pertahankan Gelar Juara Umum

Minggu, Oktober 18, 2026



Oleh: Herman, S.Ag
Bidang Publikasi dan Humas LPTQ Sijunjung 


Evaluasi peringkat kecamatan menjadi catatan penting: IV Nagari dan Tanjung Gadang mencatat perubahan posisi, sementara pembinaan berkelanjutan menjadi kunci peningkatan prestasi MTQ berikutnya.


Sijunjung (SUMBAR).GP— Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung resmi ditutup pada Sabtu (17/10/2026). Kecamatan Kamang Baru kembali mempertahankan gelar juara umum, melanjutkan prestasi yang diraih pada MTQ ke-41 tahun 2024.


Di balik keberhasilan Kamang Baru mempertahankan gelar, hasil MTQ ke-42 juga menghadirkan sejumlah catatan menarik. Perbandingan peringkat delapan kecamatan dari dua penyelenggaraan terakhir memperlihatkan adanya pergeseran posisi, kecamatan yang mampu mempertahankan prestasi, serta daerah yang masih perlu memperkuat pembinaan peserta.


Evaluasi ini menjadi semakin relevan setelah Bupati Sijunjung, Benny, dalam arahannya saat penutupan MTQ menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih dan peserta, serta evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan dan hasil perlombaan.


Kamang Baru Konsisten, IV Nagari dan Tanjung Gadang Menjadi Sorotan


Kamang Baru menunjukkan konsistensi prestasi dengan mempertahankan posisi juara umum pada MTQ ke-41 tahun 2024 dan MTQ ke-42 tahun 2026.


Keberhasilan tersebut menjadi catatan penting bagi kecamatan lain bahwa prestasi MTQ membutuhkan persiapan yang terencana dan pembinaan yang tidak terputus.


Sementara itu, IV Nagari dibawah kepemimpinan camatnya yang energik Khaidir Ali Daulay, SSTP.,MM  mencatat peningkatan posisi dari peringkat IV pada MTQ ke-41 menjadi peringkat II pada MTQ ke-42. Perubahan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam capaian peringkat yang patut menjadi bahan evaluasi positif.


Tanjung Gadang juga mencatat perubahan posisi yang signifikan, dari peringkat V menjadi peringkat II berdasarkan data yang disampaikan. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan posisi yang layak mendapat perhatian dalam evaluasi pembinaan kafilah.


Adapun Koto VII  mempertahankan posisi peringkat III, sedangkan Sumpur Kudus tetap berada di peringkat IV. Kedua kecamatan ini memperlihatkan konsistensi posisi dalam dua penyelenggaraan MTQ tersebut.


Di sisi lain, Kecamatan Sijunjung mengalami penurunan posisi dari peringkat II pada MTQ ke-41 menjadi peringkat III pada MTQ ke-42. Sementara itu, Kupitan naik dari peringkat VI ke peringkat V, dan Lubuk Tarok meningkat dari peringkat VII ke peringkat VI.


Meski demikian, perubahan peringkat tidak serta-merta menggambarkan keseluruhan kualitas pembinaan. Penilaian yang lebih mendalam perlu melihat perolehan nilai setiap cabang lomba, jumlah peserta yang meraih prestasi, pemerataan kemampuan antarcabang, serta kesinambungan program pelatihan.


Membaca Hasil MTQ sebagai Bahan Evaluasi


Jika dibandingkan secara umum, hasil MTQ ke-42 memperlihatkan tiga catatan penting.


Pertama, Kamang Baru berhasil menjaga konsistensi di posisi teratas. Hal ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kecamatan lain, terutama dalam mempersiapkan peserta, mengembangkan kemampuan sesuai cabang lomba, dan menjaga kesinambungan latihan.


Kedua, pergeseran posisi sejumlah kecamatan menunjukkan bahwa persaingan antarkafilah terus berkembang. Peningkatan peringkat IV Nagari, Tanjung Gadang, Kupitan, dan Lubuk Tarok perlu ditelaah lebih jauh untuk mengetahui faktor yang berkontribusi terhadap capaian tersebut.


Ketiga, kecamatan yang mengalami penurunan maupun yang mempertahankan posisi perlu melakukan evaluasi berbasis hasil lomba. Tujuannya bukan sekadar mengejar peringkat, melainkan meningkatkan kualitas peserta secara merata dan menyiapkan kader yang mampu bersaing pada tingkat kabupaten hingga provinsi.


Dalam konteks ini, hasil MTQ seharusnya tidak berhenti sebagai catatan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, hasil perlombaan perlu menjadi bahan untuk memetakan kekuatan dan kelemahan pembinaan di setiap kecamatan.

https://www.goparlement.com/2026/10/bupati-sijunjung-drbenny-dwifa-yuswir_01668165174.html

Bupati Benny Tekankan Pembinaan Berkelanjutan


Arahan Bupati Sijunjung Benny dalam penutupan MTQ ke-42 menjadi pengingat bahwa pekerjaan pembinaan justru harus semakin diperkuat setelah perlombaan berakhir.


Sebagaimana dikutip Media Goparlement, Minggu (18/10/2026), Bupati Benny berharap Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) bersama seluruh pemangku kepentingan tidak menghentikan pembinaan setelah MTQ ditutup.


“Kepada LPTQ bersama seluruh pemangku kepentingan, Bupati Benny berharap, pembinaan tidak berhenti setelah MTQ ini ditutup. Kita perlu melakukan evaluasi menyeluruh, memperkuat pelatihan, meningkatkan kualitas pelatih dan peserta, menyiapkan kader-kader terbaik secara berkelanjutan,” demikian inti arahannya.


Bupati juga mengingatkan bahwa prestasi tidak hadir secara tiba-tiba. Prestasi lahir dari pembinaan yang terarah, latihan yang disiplin, kerja sama yang kuat, dan komitmen yang tidak pernah berhenti.


Pesan tersebut menegaskan bahwa tanggung jawab pengembangan potensi qari-qariah dan peserta pada cabang MTQ lainnya tidak hanya berada di pundak LPTQ kabupaten. Pemerintah kecamatan, LPTQ Kecamatan, pemerintah nagari, lembaga pendidikan, para pelatih, tokoh agama, serta masyarakat memiliki peran penting dalam membangun ekosistem pembinaan yang berkesinambungan.


Pembinaan Harus Dimulai dari Nagari


Ke depan, evaluasi MTQ ke-42 perlu ditindaklanjuti melalui program pembinaan LPTQ Kabupaten Sijunjung dan LPTQ kecamatan yang lebih terukur. Setiap kecamatan dapat memetakan potensi peserta, mengevaluasi capaian per cabang lomba, meningkatkan kapasitas pelatih, serta menyusun jadwal latihan yang konsisten.


Pembinaan juga perlu diperluas hingga tingkat nagari dan sekolah agar peserta potensial dapat ditemukan lebih awal. Dengan demikian, persiapan menghadapi MTQ berikutnya tidak hanya bergantung pada latihan menjelang perlombaan, tetapi dibangun melalui proses panjang yang terencana.


Selain itu, pertukaran pengalaman antarkecamatan dapat menjadi langkah positif. Kecamatan yang berhasil meningkatkan capaian dapat berbagi metode pembinaan, sementara kecamatan yang masih menghadapi kendala memperoleh ruang untuk memperbaiki program dan memperkuat pendampingan peserta.


Pada akhirnya, keberhasilan MTQ bukan semata-mata ditentukan oleh siapa yang membawa pulang gelar juara umum. Ukuran keberhasilan yang lebih luas adalah semakin banyaknya generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, meningkatnya kualitas peserta, serta tumbuhnya tradisi pembinaan yang hidup di tengah masyarakat.


Kamang Baru telah mempertahankan gelar juara umum. Namun, bagi seluruh kecamatan di Kabupaten Sijunjung, MTQ ke-42 hendaknya menjadi titik awal untuk memperkuat pembinaan dan menyiapkan prestasi yang lebih baik pada penyelenggaraan berikutnya.


Sebab, juara lahir di arena perlombaan, tetapi prestasi sejati dibangun melalui pembinaan yang konsisten, kerja sama, dan komitmen jangka panjang.


#GP | Sijunjung | 18 Oktober 2026.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS