Sijunjung (SUMBAR).GP- Bupati Sijunjung Dr.Benny Dwifa Yuswir, SSTP.,M.Si secara resmi MTQ Nasional ke 42 Kabupaten Sijunjung di Masjid Nurul Huda, Koto Panjang, Nagari Kimo Koto, Kecamatan Koto VII, Sabtu, 17/10/2026.
Acara penutupan MTQ dilangsungkan ba'da shalat asar di hadiri unsur Forkopimda, Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Syofian Hendri, S.Pd.I. dan beberapa orang anggota DPRD Sijunjung, Pengurus LPTQ dan jajaran, Ketua MUI, Dewan Hakim, Camat, Wali Nagari, Ninik Mamak dan Tokoh Masyarakat serta para Kafilah MTQ se Kabupaten Sijunjung.
Bupati Benny menyampaikan dalam sambutannya, atas nama Pemerintah Daerah Sijunjung"saya menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, LPTQ Sijunjung, Pemerintah Kecamatan Koto VII dan masyarakat, dewan hakim, pelatih, pendamping serta seluruh pihak telah berkontribusi dalam penyelenggaraan MTQ ini. Kepada seluruh kecamatan yang telah berpartisipasi, saya juga mengapresiasi atas semangat dan dukungan yang diberikan".
"Kepada para peserta yang berhasil meraih juara, diucapkan selamat.Teruslah berjuang meningkatkan kemampuan dan jangan cepat berpuas diri. Dan bagi yang belum berhasil jadi juara, jangan berkecil hati. Kalian juga telah jadi pemenang, karena berani tampil, berjuang, dan menunjukkan kecintaan terhadap Al-Qur'an," ujarnya.
Lebih lanjut disampaikannya, MTQ bukan semata-mata tentang siapa membawa pulang piala, tetapi juga tentang bagaimana kita menjadi Al Quran sebagai pedoman hidup. Juara boleh berbeda, tetapi kecintaan kepada Al Quran harus tetap sama. Kemenangan sesungguhnya adalah ketika Al Quran tidak hanya indah dibaca, tetapi juga harus dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, tegas Bupati.
Kepada LPTQ bersama seluruh pemangku kepentingan, Bupati Benny berharap, pembinaan tidak berhenti setelah MTQ ini ditutup. Kita perlu melakukan evaluasi menyeluruh, memperkuat pelatihan, meningkatkan kualitas pelatih dan peserta, menyiapkan kader-kader terbaik secara berkelanjutan. Harus disadari prestasi tidak hadir secara tiba tiba. Prestasi lahir dari pembinaan terarah, latihan yang disiplin, kerjasama yang kuat dan komitmen yang tidak pernah berhenti.
Kita juga tidak boleh melupakan pengalaman MTQ terdahulu, ketika Kabupaten Sijunjung berada pada peringkat paling bawah(Juara Pincit- Red ). Kita tidak ingin Pengalam pahit itu terulang kembali pada MTQ Provinsi Sumatera Barat tahun 2027. Karena itu, mulai hari ini, persiapan dilakukan secara serius, terukur, dan berkesinambungan. Jangan menunggu mendekati pelaksanaan baru kita sibuk berlatih.
Bupati Benny minta LPTQ Kabupaten Sijunjung bersama seluruh pihak terkait untuk segera menyusun langkah pembinaan yang lebih terencana, mengidentifikasi potensi peserta terbaik, memperkuat pemusatan latihan dan evaluasi setiap cabang lomba.
Koordinator Dewan Hakim Asrizal MA menyampaikan lampiran Surat Keputusan Dewan Hakim lampir pertama tentang peringkat kecamatan sebagai berikut;
"Juara umum jatuh kepada Kafilah Kamang Baru dengan jumlah nilai 56 poin"
Urutan kedua diraih Kecamatan IV Nagari dan Tanjung Gadang sama sama meraih nilai 42 poin, urutan ketiga ditempati Kecamatan Sijunjung dan Koto VII sama sama mendapat nilai 29. Peringkat Empat ditempati Kecamatan Sumpur Kudus dengan nilai 20 poin, Urutan Lima adalah Kecamatan Kupitan dengan nilai 18 poin serta urutan VI ditempati Kecamatan Lubuk Tarok dengan nilai 7 poin.
Pada kesempatan tersebut Ketua Umum LPTQ Kabupaten Sijunjung H.Iradatillah, S.Pt.,MM menyampaikan, kita tentu berharap dukungan anggaran yang cukup. Nanti kita dengarkan bagaimana kebijakan Bapak Bupati. Kalau untuk Porprov kita berani mengalokasikan anggaran demi prestasi olahraga, tentu pembinaan dan prestasi MTQ juga perlu mendapat perhatian serius,” ujarnya.
Ia mencontohkan capaian Kabupaten Sijunjung pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). sebelumnya berada di peringkat kesembilan, Sijunjung berhasil naik ke peringkat keenam pada penyelenggaraan terakhir, bahkan berpeluang menembus peringkat keempat.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa persiapan yang matang dan dukungan anggaran dapat mendorong peningkatan prestasi. Karena itu, ia berharap komitmen serupa juga diberikan untuk meningkatkan prestasi MTQ, sehingga kafilah Sijunjung mampu bersaing di tingkat provinsi.
Selain mengandalkan APBD, ia juga membuka peluang untuk menjalin kerja sama dengan sponsor dan pihak lain guna mendukung kebutuhan pembinaan serta keberangkatan kafilah.
“Intinya, kita harus berusaha bersama. Persiapan harus dimulai dari sekarang, pembinaan harus diperkuat, dan dukungan anggaran harus menjadi perhatian. Mudah-mudahan dengan kerja sama semua pihak, Kabupaten Sijunjung mampu meraih prestasi yang membanggakan pada MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2027,” tutupnya.
Sementara itu, Camat Koto VII Erick Sedanov, S.IP selaku Ketua pelaksana menyampaikan, MTQ ke-42 berlangsung sejak Kamis hingga Sabtu, 15–17 Oktober 2026, dengan melibatkan 251 peserta dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Sijunjung. Sebanyak delapan cabang perlombaan digelar di sembilan lokasi yang telah disiapkan panitia.
MTQ tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi serta mengevaluasi pembinaan qari dan qariah di seluruh kecamatan di Kabupaten Sijunjung.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjaring potensi terbaik yang nantinya dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Sijunjung pada ajang MTQ tingkat yang lebih tinggi.
“MTQ ini menjadi sarana evaluasi pembinaan qari dan qariah, sekaligus menjaring potensi-potensi terbaik untuk mewakili Kabupaten Sijunjung pada tingkat yang lebih tinggi di masa mendatang,” demikian inti laporan Erick Sedanov.
Sebelum penyerahan trophy dan hadiah dan sertifikat kepada masing masing para juara I,II dan III terlihat Bupati Sijunjung didampingi Wabup yang juga Ketua Umum LPTQ, Ketua MUI, Anggota DPRD Provinsi Sumbar Syofian Hendri menyerahkan Piala Bergilir kepada Plt. Camat Kamang Baru David Rinaldo, SSTP selaku Pimpinan Kafilah Kecamatan Kamang Baru.
#GP | Herman.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar