PADANG (SUMBAR).GP — Pergantian Komandan Kodim (Dandim) 0312/Padang berlangsung di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan Kota Padang menghadapi berbagai persoalan, mulai dari potensi bencana hidrometeorologi, ketahanan pangan hingga pembinaan generasi muda.
Karena itu, bagi Pemerintah Kota Padang, pergantian kepemimpinan di tubuh Kodim 0312/Padang bukan semata pergantian personel. Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda pentingnya menjaga kesinambungan kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI.
Hal itu disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat menghadiri acara pisah sambut Dandim 0312/Padang bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir di Mercure Hotel Padang, Senin (31/8/2026) malam.
Dalam acara tersebut, tugas dan tanggung jawab Dandim 0312/Padang diserahterimakan dari Kolonel Inf Ferry Adianto kepada Letkol Inf Faiq Fahmi.
Faiq Fahmi sebelumnya bertugas sebagai Pabandya III/Penjaskes Spaban VII Binjahril Spersad. Sementara Ferry Adianto mendapat penugasan baru sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kasdam VI/Mulawarman di Balikpapan, Kalimantan Timur.
*Bukan Sekadar Keamanan*
Fadly menyampaikan apresiasi atas pengabdian Ferry Adianto selama sekitar satu tahun lima bulan memimpin Kodim 0312/Padang.
Menurut Fadly, keberadaan Kodim dalam pembangunan daerah memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar menjaga stabilitas keamanan.
Selama kepemimpinan Ferry, kata dia, kontribusi Kodim terasa dalam sejumlah agenda strategis pemerintah daerah, termasuk penguatan infrastruktur, ketahanan pangan, pembinaan generasi muda, kesiapsiagaan bencana, hingga pemulihan setelah bencana hidrometeorologi.
"Kontribusi beliau tidak hanya dalam menjaga kondusivitas wilayah, tetapi juga mencakup penguatan infrastruktur, ketahanan pangan, pembinaan generasi muda, hingga kesiapsiagaan bencana dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kota Padang," kata Fadly.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa relasi pemerintah daerah dan TNI di tingkat kota semakin bergerak ke wilayah kerja yang bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Dalam situasi kebencanaan, misalnya, pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan kapasitas birokrasi. Kesiapan personel, kemampuan mobilisasi sumber daya, serta koordinasi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan keadaan darurat dan pemulihan.
Kondisi geografis Padang yang memiliki kerentanan terhadap berbagai ancaman bencana membuat kebutuhan tersebut semakin relevan.
*Menjaga Kesinambungan*
Fadly berharap pergantian kepemimpinan di Kodim 0312/Padang tidak memutus pola kerja sama yang selama ini telah terbentuk.
Sebaliknya, kehadiran Faiq Fahmi diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Kodim dan Pemko Padang, terutama dalam menghadapi persoalan yang membutuhkan kerja bersama.
"Kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat. Pemerintah daerah tentu membutuhkan dukungan seluruh unsur dalam menjaga keamanan, memperkuat ketahanan masyarakat, serta memastikan pembangunan berjalan dengan baik," ujar Fadly.
Bagi pemerintah daerah, kesinambungan tersebut penting karena sejumlah agenda pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi.
Ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pembinaan generasi muda memerlukan kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga dan organisasi masyarakat. Begitu pula penanganan bencana yang menuntut kesiapan sebelum bencana terjadi, bukan hanya ketika bencana sudah berlangsung.
Dalam konteks itulah, pergantian Dandim 0312/Padang memiliki arti lebih luas. Figur komandan boleh berganti, tetapi kebutuhan untuk membangun ketahanan masyarakat dan menjaga stabilitas daerah tetap menjadi pekerjaan bersama.
*Babak Baru Faiq Fahmi*
Dengan serah terima jabatan tersebut, Letkol Inf Faiq Fahmi kini memegang tanggung jawab memimpin Kodim 0312/Padang.
Tantangannya bukan hanya menjaga kondusivitas wilayah, tetapi juga melanjutkan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai unsur masyarakat.
Sementara bagi Ferry Adianto, penugasan sebagai Asintel Kasdam VI/Mulawarman menjadi babak baru dalam perjalanan kedinasannya.
Pergantian itu sekaligus menutup masa pengabdian Ferry di Padang yang berlangsung sekitar satu tahun lima bulan.
Bagi Kota Padang, yang kini memasuki fase pembangunan dengan tantangan kebencanaan dan kebutuhan memperkuat ketahanan masyarakat, kesinambungan sinergi antarlembaga menjadi lebih penting daripada sekadar siapa yang menduduki sebuah jabatan.
Sebab, dalam menghadapi persoalan kota yang semakin kompleks, kekuatan pemerintah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kemampuan membangun kerja bersama.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar