Sijunjung (SUMBAR).GP— Ketua Umum Yayasan Pendidikan Sawahlunto Sijunjung, H. EP Radisman Dt. Paduko Alam, SH, mengungkapkan perjalanan panjang pengembangan pendidikan nonformal di Kabupaten Sijunjung, khususnya melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Menurutnya, keberadaan PKBM tidak terlepas dari persoalan yang dihadapi lembaga pendidikan swasta, terutama terkait keterbatasan jumlah peserta didik yang tidak selalu sebanding dengan kebutuhan tenaga pendidik dan biaya operasional sekolah.
“Sekolah swasta itu siswanya kadang sedikit, sementara guru harus tetap sesuai dengan bidang mata pelajaran. Kalau disesuaikan dengan penerimaan dana BOS, tentu operasionalnya tidak selalu seimbang,” ujar Radisman.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut kemudian mendorong lahirnya gagasan untuk mengembangkan pola pendidikan alternatif yang lebih fleksibel dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Gagasan tersebut mulai diwujudkan pada 2019 dengan mendirikan PKBM Maju Bersama . Lembaga ini dikembangkan dengan sistem pembelajaran andragogi, yakni pendekatan pendidikan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik dewasa.
Dalam pelaksanaannya, PKBM melibatkan tutor dengan kualifikasi pendidikan minimal sarjana (S1), bahkan terdapat tutor yang telah menyelesaikan pendidikan S2.
“Mulai dari PKBM Maju Bersama itu kita lakukan jemput bola. Ada kegiatan pembelajaran di nagari-nagari sehingga masyarakat yang membutuhkan pendidikan dapat dijangkau,” jelasnya.
Radisman menyebutkan, perkembangan PKBM tersebut terus berjalan dengan baik, sehingga jumlah warga belajar membludak . Pada 2026, jumlah warga belajar tercatat sekitar 423 orang, dengan tenaga tutor mencapai 27 orang.
Menurutnya, salah satu kekuatan PKBM Maju Bersama adalah pola sinergitas tenaga pendidik. Sejumlah tenaga pendidik dapat menjalankan tugas sebagai tutor di lembaga pendidikan non formal sekaligus menjadi tutor PKBM Maju Bersama sepanjang tetap memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Dengan pola sinergitas itu, tutor juga bisa mengembangkan penghasilan. Rata-rata pendapatan dari kegiatan tersebut sekitar Rp2 juta per bulan, di luar guru yang sudah mendapatkan sertifikasi,” katanya.
Ia menambahkan, PKBM Maju Bersama yang dikelola yayasan juga menunjukkan capaian akademik yang membanggakan, sehingga sampai saat 2026 ini
telah mencatat kelulusan sebanyak 1.498 warga belajar.
Prestasi paling membanggakan, lanjut Radisman, terjadi dalam proses akreditasi nasional. PKBM tersebut berhasil meraih peringkat pertama secara nasional dalam penilaian akreditasi yang diikuti sekitar 156 PKBM dari berbagai daerah di Indonesia.
“Dalam akreditasi nasional kemarin, dari sekitar 156 PKBM yang dinilai, kita mendapatkan juara satu nasional, dengan capaian Paket A, B dan C semuanya bernilai S secara Nasional. Sayogianya Pemerintah Daerah Sijunjung memberikan reward kepada PKBM Maju Bersama,” ungkapnya.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan nonformal di daerah juga mampu bersaing di tingkat nasional apabila dikelola secara serius, profesional dan berorientasi pada peningkatan mutu.
"Prestasi dan kemajuan ini, tentunya berkat kerjasama para pengelola bersama tutor yang dipimpin Sumbar Warjoyo, S.Pd.MM. Tentunya apresiasi kita aturkan kepada Ketua PKBM Sumbar Warjoyo dan kawan kawan Tutor dan stafnya," lanjut Epi Radisman mantan Ketua LKAAM Kabupaten Sijunjung itu.
Radisman berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kompetensi tutor, serta memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan.
Ia menegaskan, pendidikan formal dan nonformal memiliki peran yang sama penting dalam membuka kesempatan belajar bagi masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana menyamakan pemahaman dan terus memperjuangkan pengembangan pendidikan. PKBM bukan sekadar alternatif, tetapi menjadi bagian penting dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pendidikan, sekaligus dapat membantu Indek Pembangunan Manusia ( IPM) ,” pungkasnya.
#GP | Herman.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar