PADANG PANJANG (SUMBAR).GP — Duka atas meninggalnya dua pelajar SMA Negeri 3 Padang Panjang, Rahmad Dzaky dan Fathan Khairisy Shahfi, di kawasan Jembatan Kayu Putih, Padang Panjang, langsung ditindaklanjuti dengan peninjauan lokasi kecelakaan.
Usai bertakziah ke rumah duka, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis bersama Wakil Wali Kota Alex Saputra, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi, Kasat Lantas AKP Pifzen Finot beserta jajaran, Kamis (1/10/2026), turun langsung meninjau titik kecelakaan di kawasan Jembatan Kayu Putih.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi jalan dan karakteristik lokasi yang menjadi tempat terjadinya kecelakaan maut yang merenggut dua nyawa pelajar pada Sabtu (26/9/2026).
BACA JUGA INI:
Hendri Arnis dan Kapolres Takziah ke Rumah Dua Pelajar Korban Kecelakaan Jembatan Kayu Putih
Di lokasi, Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi mengungkapkan bahwa kawasan tersebut bukan kali pertama menjadi lokasi kecelakaan.
Menurut Wisnu, berdasarkan data yang dimilikinya, sedikitnya sudah 10 kali kecelakaan terjadi di kawasan Jembatan Kayu Putih tersebut.
"Di sini sudah sekitar 10 kali terjadi kecelakaan. Yang perlu menjadi perhatian, titik kejadiannya hampir selalu berada di lokasi yang sama," ujar Wisnu.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian serius dalam peninjauan bersama itu. Sebab, kecelakaan yang berulang pada titik yang sama menunjukkan perlunya langkah pencegahan yang lebih konkret, tidak hanya mengandalkan kehati-hatian pengendara.
Kapolres Perintahkan Satlantas Segera Pasang Peringatan
Melihat kondisi jalan dan karakteristik persimpangan yang dinilai memiliki risiko kecelakaan, Kapolres Wisnu Hadi langsung meminta Kasat Lantas AKP Pifzen Finot untuk berkoordinasi dengan instansi terkait guna memperkuat sistem keselamatan di kawasan tersebut.
BACA INI:
TRAGEDI JEMBATAN KAYU PUTIH: Dua Pelajar SMA 3 Padang Panjang Tewas, Camry Jadi Sorotan
Wisnu meminta agar segera dibuat peringatan bagi pengguna jalan bahwa kawasan tersebut merupakan titik rawan kecelakaan.
Langkah yang dibahas antara lain pemasangan rambu peringatan, penambahan fasilitas keselamatan di persimpangan, hingga penggunaan kaca cembung untuk membantu pengendara melihat kendaraan dari arah berlawanan.
Selain itu, turut dibahas kemungkinan pemasangan tanggul atau pembatas berbahan karet pada bagian tertentu yang dinilai dapat membantu mengarahkan kendaraan sekaligus mengurangi risiko konflik antar-arus kendaraan.
"Kasat Lantas segera koordinasikan dengan Dinas Perhubungan. Kita perlu memberikan tanda atau peringatan yang jelas kepada masyarakat bahwa kawasan ini rawan kecelakaan. Rambu, kaca cembung maupun fasilitas pengaman lainnya perlu dipertimbangkan sesuai kondisi teknis di lapangan," tegas Wisnu.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya keselamatan lalu lintas yang selama ini dilakukan di Kota Padang Panjang. Dinas Perhubungan sebelumnya telah memasang sejumlah rambu baru di berbagai titik rawan kecelakaan, termasuk rambu peringatan tikungan berbahaya dan batas kecepatan.
Jangan Tunggu Korban Berikutnya
Bagi jajaran kepolisian, kondisi Jembatan Kayu Putih perlu mendapatkan perhatian lebih karena kecelakaan disebut berulang pada titik yang sama.
BACA INI:
Honda Beat BA 5368 NA Tabrak Camry di Jembatan Kayu Putih, Mobil Disebut Mirip Kendaraan Dinas
Wisnu mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pengendara yang melintas di kawasan tersebut, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara. Apalagi saat melewati kawasan Jembatan Kayu Putih ini. Perhatikan kondisi jalan, kurangi kecepatan dan jangan mengambil jalur yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," imbaunya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama setiap pengendara.
"Kita tidak ingin kejadian seperti ini kembali terjadi. Kalau memang titik ini sudah berulang menjadi lokasi kecelakaan, maka harus ada upaya bersama untuk mencegah agar tidak ada lagi korban," katanya.
Hendri Arnis Instruksikan Dishub
Tak hanya dari kepolisian, perhatian terhadap keselamatan kawasan tersebut juga mendapat respons langsung dari Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis.
Usai melihat kondisi lapangan, Hendri menginstruksikan Dinas Perhubungan Kota Padang Panjang agar segera menindaklanjuti kebutuhan fasilitas keselamatan di kawasan Jembatan Kayu Putih.
BACA INI:
Lakalantas Maut di Jembatan Putih: Dua Pelajar SMA Negeri 3 Padang Panjang Meninggal Dunia
Hendri meminta agar kondisi rambu dan perlengkapan keselamatan di lokasi dievaluasi, termasuk kebutuhan rambu peringatan bagi pengendara yang memasuki kawasan rawan kecelakaan.
"Jangan sampai kita hanya datang setelah terjadi musibah. Kalau memang titik ini berulang kali terjadi kecelakaan, kita harus melakukan langkah pencegahan. Saya minta Dinas Perhubungan segera melihat kebutuhan rambu dan fasilitas keselamatan di sini," ujar Hendri.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama kepolisian perlu bergerak bersama untuk memastikan pengguna jalan mendapatkan informasi dan perlindungan yang memadai ketika melintasi kawasan tersebut.
"Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kita akan tindak lanjuti apa yang bisa dilakukan pemerintah daerah bersama kepolisian agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tegasnya.
Dari Rumah Duka ke Titik Maut
Peninjauan Jembatan Kayu Putih tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian respons setelah kecelakaan maut yang menewaskan Dzaky dan Fathan.
Sebelumnya, Wali Kota Hendri Arnis bersama Wakil Wali Kota Alex Saputra, jajaran OPD, Kapolres AKBP Wisnu Hadi dan Kasat Lantas AKP Pifzen Finot mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
BACA INI:
Kesaksian Saksi Mata Ungkap Detik-Detik Maut Jembatan Kayu Putih: Mobil Hitam Disebut Ambil Jalur Terlalu ke Kanan
Tidak lama setelah itu, rombongan langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Dari rumah duka ke lokasi kecelakaan, pesan yang disampaikan relatif sama: jangan sampai tragedi serupa kembali terjadi.
Kini, tindak lanjutnya berada pada bagaimana instruksi tersebut diwujudkan menjadi fasilitas keselamatan yang benar-benar efektif di lapangan.
Sebab, jika benar kecelakaan telah berulang hingga sekitar 10 kali pada titik yang sama seperti disampaikan Kapolres, maka persoalannya bukan lagi sekadar bagaimana pengendara berhati-hati, tetapi juga bagaimana seluruh pihak memastikan kondisi jalan dan fasilitas keselamatan mampu meminimalkan risiko kecelakaan.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar