PUPR Padang Pacu Penataan Pasar Raya dan Pantai Padang, Drainase hingga Trotoar Ditargetkan Rampung Desember - Go Parlement | Portal Berita

PUPR Padang Pacu Penataan Pasar Raya dan Pantai Padang, Drainase hingga Trotoar Ditargetkan Rampung Desember

Sabtu, Oktober 24, 2026

 


PADANG (SUMBAR).GP — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mempercepat rehabilitasi infrastruktur di dua kawasan strategis perkotaan, yakni pusat perdagangan Pasar Raya dan kawasan wisata Pantai Padang di sepanjang Jalan Samudera.


Penataan yang mencakup perbaikan drainase dan pembangunan trotoar tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, mendukung aktivitas perdagangan, sekaligus memperkuat daya tarik kawasan wisata pesisir. Namun, di balik percepatan pengerjaan, ketepatan waktu, kualitas konstruksi, dan keberlanjutan pemeliharaan menjadi aspek penting yang perlu dipastikan.


Berdasarkan tinjauan lapangan yang dilakukan Tim Redaksi pada Jumat (23/10/2026) untuk melihat perkembangan pekerjaan di sejumlah titik. Proyek-proyek tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026.


Pasar Raya: Penataan Drainase dan Trotoar di Tiga Titik


Di kawasan Pasar Raya, pengerjaan menyasar Jalan Sandang Pangan, Jalan Bundo Kanduang, dan Jalan Hiligoo. Ketiga lokasi tersebut merupakan bagian dari kawasan pusat perniagaan yang membutuhkan dukungan infrastruktur memadai untuk menunjang mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.


Pelaksana Teknis, Tegar Muboka, menjelaskan bahwa panjang pekerjaan di masing-masing lokasi bervariasi, dengan bentangan rata-rata sekitar 300 meter.


“Lokasi di kawasan Pasar Raya, termasuk salah satu di Bundo Kanduang, Hiligoo, dan Jalan Sandang Pangan. Kalau untuk panjang rata-rata ada 300 meter kurang lebih,” ujar Tegar saat peninjauan lapangan.


Pekerjaan di kawasan tersebut memiliki masa kontrak selama 170 hari kalender dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.


Penataan ini diharapkan tidak sekadar memperbarui tampilan fisik kawasan perdagangan, tetapi juga mampu memperbaiki fungsi drainase dan memberikan ruang berjalan yang lebih aman bagi masyarakat.


Karena itu, kualitas pengerjaan, ketepatan elevasi saluran, serta kelancaran aliran air menjadi hal yang perlu diperhatikan agar infrastruktur yang dibangun benar-benar berfungsi sesuai peruntukannya.


Jalan Samudera: Trotoar Membentang 3,2 Kilometer


Sementara itu, rehabilitasi trotoar di kawasan pesisir Jalan Samudera menjadi salah satu pekerjaan berskala panjang. Proyek tersebut membentang sejauh 3.288 meter, mulai dari kawasan Masjid Al-Hakim hingga Danau Cimpago.


Pelaksana Teknis, Dwi Santono, menyebutkan pekerjaan telah berjalan sejak kontrak disepakati pada 13 Juli 2026 dan dijadwalkan selesai pada 19 Desember 2026.


“Di lokasi sini panjangnya 3.288 meter, mulai Al-Hakim sampai kawasan Danau Cimpago,” kata Dwi Santono.


Panjang bentangan tersebut menjadikan proyek ini penting bagi penataan jalur pedestrian di salah satu kawasan yang menjadi tujuan masyarakat dan wisatawan di Kota Padang.


Dari sisi desain, trotoar menggunakan material batu andesit dengan mempertahankan pola yang mengacu pada desain trotoar sebelumnya. Proyek ini juga mencakup pemasangan lampu penerangan jalan jenis artolite serta penanaman kembali pohon pelindung di area trotoar.


Jarak antarpohon direncanakan sekitar 15 meter untuk menghadirkan suasana yang lebih teduh dan nyaman bagi pejalan kaki.


Bukan Sekadar Mempercantik Kota


Penataan Pasar Raya dan Jalan Samudera memiliki arti lebih luas daripada pembaruan wajah kota. Di kawasan perdagangan, drainase yang berfungsi baik dibutuhkan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan mengurangi potensi genangan. Sementara di kawasan wisata, trotoar yang aman, penerangan memadai, dan keberadaan pohon peneduh merupakan bagian penting dari pelayanan publik.


Karena itu, keberhasilan proyek tidak cukup diukur dari selesainya pekerjaan fisik atau tampilan trotoar yang lebih menarik. Kesesuaian spesifikasi teknis, mutu material, keselamatan pengguna jalan selama pengerjaan, serta fungsi infrastruktur setelah diserahterimakan juga perlu menjadi perhatian.


Pemkot Padang melalui Dinas PUPR diharapkan memastikan seluruh pekerjaan diselesaikan sesuai kontrak dan memenuhi standar teknis yang ditetapkan.


Dengan target penyelesaian pada Desember 2026, masyarakat tentu berharap rehabilitasi tersebut memberikan manfaat nyata: kawasan perdagangan yang lebih tertata, drainase yang berfungsi optimal, serta jalur wisata pesisir yang semakin aman dan nyaman bagi pejalan kaki.


#GP | Tim Redaksi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS