Payung Panji Nagari Palaluar Rusli : Bundo Kanduang Garda Terdepan Menjaga Adat - Go Parlement | Portal Berita

Payung Panji Nagari Palaluar Rusli : Bundo Kanduang Garda Terdepan Menjaga Adat

Sabtu, September 26, 2026


Sijunjung (SUMBAR).GP-  Payung Panji Nagari Palaluar sekaligus Wali Nagari Palaluar, Rusli, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya pertemuan bulanan Bundo Kanduang se-Kecamatan Koto VII di Rumah Gadang Suku Piliang, Nagari Palaluar, Sabtu (26/9/2026) hari ini.


“Pertama tentu, sudah sepantasnya kita mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan, kita dapat berkumpul bersama di Rumah Gadang Suku Piliang dalam rangka pertemuan Bundo Kanduang se-Kecamatan Koto VII,” ujar Rusli.


Dalam sambutannya, Rusli menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bundo Kanduang Kecamatan Koto VII beserta Bundo Kanduang nagari yang telah memilih Nagari Palaluar sebagai tempat pelaksanaan pertemuan.


“Atas nama pemerintah nagari dan masyarakat Palaluar, kami mengucapkan selamat datang di nagari kami, Nagari Palaluar,” katanya.


Sebagai tuan rumah, Rusli juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam rangkaian pelaksanaan kegiatan terdapat berbagai kekurangan, baik dalam penyambutan maupun penyelenggaraan acara.


“Tentu sebagai tuan rumah, Payung Panji Nagari Palaluar, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bundo Kanduang se-Kecamatan Koto VII, ninik mamak, serta seluruh tamu yang hadir apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelaksanaan kegiatan,” ucapnya.


Pertemuan di Rumah Gadang


Rusli mengaku bangga sekaligus terharu karena pertemuan Bundo Kanduang kali ini dilaksanakan dengan suasana yang berbeda dari biasanya.


“Biasanya kita melakukan pertemuan Bundo Kanduang di gedung-gedung pemerintahan. Namun hari ini agak berbeda. Kita melaksanakan pertemuan di salah satu Rumah Gadang yang ada di Nagari Palaluar, yaitu Rumah Gadang Suku Piliang,” katanya.


Menurutnya, pemilihan Rumah Gadang sebagai lokasi pertemuan bukan sekadar persoalan tempat, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mendekatkan kegiatan Bundo Kanduang dengan akar adat dan budaya Minangkabau.


Bundo Kanduang Garda Terdepan Menjaga Adat


Lebih jauh Rusli menegaskan besarnya peran Bundo Kanduang dalam menghadapi perkembangan zaman, terutama dalam membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh yang datang dari luar.


Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi telah membuat dunia semakin terbuka. Berbagai informasi dan budaya dari luar dapat dengan mudah masuk ke tengah keluarga dan masyarakat.


“Dunia sudah bisa kita jelajahi, teknologi sudah semakin maju. Pengaruh-pengaruh yang datang dari luar akan sangat mudah masuk. Kalau tidak kita sampaikan kepada anak cucu, anak kemenakan, mana yang baik dan mana yang buruk, tentu ini bisa menjadi sesuatu yang tidak baik,” tuturnya.


Rusli menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bersama karena sebagian generasi penerus mulai jauh dari nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau.


“Banyak generasi penerus, anak cucu dan anak kemenakan kita yang mulai terpengaruh. Karena itu fungsi Bundo Kanduang di Minangkabau sangat penting, terutama dalam mendidik dan memberikan pedoman kepada anak cucu dan anak kemenakan,” tegasnya.


Ia menyebut Bundo Kanduang memiliki posisi strategis karena menjadi sosok yang paling banyak berinteraksi dengan anak dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pagi hingga malam.


“Bundo Kanduang adalah cerminan bagi anak cucu kita. Kesempatan Bundo Kanduang untuk berinteraksi dengan anak-anak sangat besar. Karena itu, keteladanan Bundo Kanduang sangat menentukan pembentukan karakter generasi penerus,” katanya.


Rusli juga mengakui kesibukan kaum bapak dalam mencari nafkah membuat waktu bersama keluarga terkadang lebih terbatas.


“Kami yang bapak-bapak mungkin karena mencari nafkah, banyak waktu berada di luar rumah. Karena itu, Bundo Kanduang memiliki peran yang sangat besar untuk memberikan contoh dan teladan kepada anak, cucu dan anak kemenakan kita,” ujarnya.


Adat Harus Diperkuat


Rusli berharap pertemuan Bundo Kanduang tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kembali nilai adat dan budaya Minangkabau.


Ia berharap narasumber yang hadir dapat memberikan nasihat serta pandangan kepada seluruh peserta agar bersama-sama mampu menghadapi tantangan perubahan zaman.


“Kami mohon kepada narasumber yang telah hadir untuk memberikan nasihat dan pandangan kepada kita bersama, sehingga generasi penerus kita tidak terjerumus kepada pengaruh adat dan budaya luar yang dapat merusak adat dan budaya kita di Minangkabau,” harapnya.


Mengakhiri sambutannya, Rusli kembali menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh Bundo Kanduang se-Kecamatan Koto VII di Nagari Palaluar.


“Tidak banyak yang dapat kami sampaikan. Sekali lagi, atas nama Pemerintah Nagari dan masyarakat Palaluar, kami mengucapkan selamat datang kepada Bundo Kanduang se-Kecamatan Koto VII. Semoga pertemuan ini membawa manfaat dan semakin memperkuat silaturahmi serta kepedulian kita terhadap adat dan budaya Minangkabau,” pungkasnya.


#GP | Herman | era.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS