Oleh : Herman, S.Ag
Humas LPTQ Kabupaten Sijunjung 2026-2031.
Sijunjung (SUMBAR) — Tekad membangkitkan kembali prestasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Sijunjung di pentas Sumatera Barat mulai digerakkan dari bawah. Bukan dengan sekadar mengejar juara saat perlombaan, tetapi melalui pembinaan yang terukur, pencarian bibit potensial, serta pembentukan sistem pembinaan berkelanjutan.
Gerakan itu mulai dilakukan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kantor Bupati Sijunjung, Hendri Nurka, S.Sos., M.Si, bersama Ketua Harian LPTQ Kabupaten Sijunjung H. Asrizal, S.Ag., MA dan Sekretaris Umum LPTQ Yoni Hendra, MA.
Ketiganya turun langsung ke sejumlah Pondok Al-Qur’an dan pondok pesantren di Kabupaten Sijunjung. Langkah tersebut dilakukan untuk memantau potensi para santri sekaligus memberikan motivasi dalam meningkatkan kemampuan membaca, memahami dan mengembangkan berbagai cabang seni baca Al-Qur’an.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi MTQ Nasional ke-42 Tingkat Kabupaten Sijunjung di Kecamatan Koto VII, yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026.
Namun bagi jajaran Pengurus LPTQ, MTQ di Kecamatan Koto VII tersebut, tidak boleh berhenti sebagai agenda perlombaan tahunan. MTQ ini harus menjadi pintu masuk untuk menemukan talenta terbaik Sijunjung.
Seperti yang diungkapkan Ketua Harian LPTQ Kabupaten Sijunjung periode 2026-2031, H. Asrizal, MA yang juga Kepala Kementrian Haji Kabupaten Sijunjung, menegaskan bahwa momentum MTQ Kabupaten di Koto VII harus dimanfaatkan sebagai proses talent scouting.
“MTQ Nasional ke-42 Tingkat Kabupaten Sijunjung di Kecamatan Koto VII Tahun 2026 juga harus menjadi momentum talent scouting, sehingga peserta potensial tidak berhenti setelah MTQ, tetapi masuk dalam pembinaan berkelanjutan melalui pelatih berkualitas, training center, coaching clinic, dan try out secara berkala,” ujar Asrizal.
Menurutnya, persoalan prestasi tidak dapat diselesaikan secara instan. Jika ingin kembali berbicara banyak di tingkat Sumatera Barat, Sijunjung harus membangun fondasi pembinaan sejak dari lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an.
Karena itu, slogan “Mambangkik Batang Tarandam” bukan sekadar ungkapan, melainkan harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata. Prestasi MTQ Harus Dibangun dari Pembinaan.
Kepala Kemenhaj Kabupaten Sijunjung ini, juga menyebut MTQ tingkat Kabupaten di Koto VII sebagai titik awal kebangkitan.
“Kita petakan bibitnya, kita siapkan pelatihnya, kita perkuat pembinaannya dan kita evaluasi secara terukur,” tegasnya.
Upaya tersebut membutuhkan sinergi banyak pihak. Pemerintah Kabupaten, Kementerian Agama, LPTQ, aparatur kecamatan, pemerintah nagari hingga seluruh lembaga pembinaan Al-Qur’an harus berada dalam satu gerakan yang sama.
Dengan pola itu, pembinaan tidak lagi bersifat musiman—aktif menjelang MTQ lalu berhenti setelah perlombaan selesai. Bibit-bibit potensial yang ditemukan dalam MTQ harus terus dipantau dan dibina.
Mereka perlu mendapatkan pelatih berkualitas, kesempatan mengikuti training center, coaching clinic, hingga try out secara berkala agar kemampuan mereka terus berkembang dan terukur.
“Dengan demikian, Insya Allah kita mampu mambangkik batang tarandam dan mengembalikan Sijunjung sebagai daerah yang diperhitungkan dalam MTQ Sumatera Barat,” katanya.
Dari Pondok Al-Qur’an Menuju Pentas Sumbar.
Turunnya jajaran Kesra dan pengurus LPTQ ke pondok-pondok Al-Qur’an serta pesantren menjadi sinyal bahwa pencarian prestasi harus dimulai dari sumbernya.
Di tempat-tempat itulah para calon qari, qariah, hafiz, hafizah dan talenta Al-Qur’an lainnya ditempa setiap hari.
Karena itu, pembinaan tidak cukup hanya mengandalkan peserta yang sudah muncul dalam arena MTQ.
LPTQ perlu menemukan potensi-potensi baru yang selama ini mungkin belum terpantau.
Gerakan tersebut sekaligus membuka harapan baru bagi Sijunjung untuk memperbaiki posisi di arena MTQ Sumatera Barat.
Kecamatan Koto VII Oktober 2026 diharapkan bukan sekadar menjadi tempat berlangsungnya MTQ tingkat kabupaten, tetapi menjadi panggung awal kebangkitan.
Dari Koto VII, bibit dipetakan. Dari lembaga pendidikan Al-Qur’an, potensi digali. Dari pembinaan yang konsisten, prestasi dibangun.
Dari sanalah semangat “Mambangkik Batang Tarandam” diharapkan benar-benar menjadi kenyataan "Sijunjung kembali melahirkan generasi Qur’ani yang mampu mengharumkan nama daerah, bukan hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga di pentas MTQ Sumatera Barat"
#GP | Sijunjung | 11 September 2026






Tidak ada komentar:
Posting Komentar