Penyelenggaraannya menggunakan konsep tuan rumah bersama dengan sejumlah kabupaten/kota menjadi lokasi pertandingan berbagai cabang olahraga. (Konis Umbar)
Namun, muncul pertanyaan penting yang perlu dijawab secara terbuka: bagaimana jika dana pelaksanaan PORPROV belum mencukupi, tetapi pelaksanaannya tetap dipaksakan sesuai jadwal?
Pertanyaan ini bukan bermaksud menghambat PORPROV. Justru sebaliknya, pertanyaan ini perlu dikemukakan agar PORPROV tidak hanya sukses secara pertandingan, tetapi juga sukses dari sisi administrasi, keuangan, keselamatan, pelayanan atlet, dan pertanggungjawaban publik.
Anggaran adalah Fondasi Penyelenggaraan
Kegiatan olahraga berskala provinsi bukanlah kegiatan sederhana. Di dalamnya terdapat kebutuhan akomodasi atlet dan ofisial, konsumsi, transportasi, venue pertandingan, peralatan olahraga, wasit dan juri, tenaga medis, keamanan, perangkat pertandingan, penghargaan, dokumentasi, publikasi, serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.
Jika dana yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan riil, maka penyelenggara akan menghadapi pilihan sulit: mengurangi kualitas pelayanan, menunda pembayaran, mencari sumber pembiayaan lain, atau menggunakan anggaran yang belum memiliki kepastian.
Ada daerah yang memperkirakan pencairan anggarannya baru sangat dekat dengan hari pembukaan. (Wasiat24.com)
Dengan demikian, persoalannya bukan sekadar “PORPROV jadi atau tidak jadi”, tetapi “apakah PORPROV siap dilaksanakan secara sehat, aman, transparan, dan sesuai ketentuan?”
Apa yang Terjadi Jika PORPROV Dipaksakan?
1. Kualitas pelayanan atlet dapat menurun.
2. Pembayaran kepada pihak ketiga dapat bermasalah.
3. Risiko administrasi dan hukum meningkat
Beberapa ketua KONI kabupaten/kota bahkan telah mengingatkan bahwa persoalan tidak berhenti pada pencairan dana. Pengadaan barang dan jasa serta penggunaan dana hibah juga harus mengikuti ketentuan yang berlaku. (kaba12.co.id)
Karena itu, jangan sampai semangat menyelenggarakan PORPROV hari ini melahirkan persoalan pertanggungjawaban keuangan di kemudian hari.
4. Potensi konflik antara atlet, KONI dan pemerintah daerah.
5. Target prestasi dapat tidak tercapai
Prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Atlet membutuhkan latihan, try out, pemusatan latihan, nutrisi, peralatan, pelatih, pemulihan, dan dukungan psikologis. Jika keterbatasan dana membuat persiapan atlet tidak optimal, maka target prestasi dapat menurun.
PORPROV seharusnya menjadi alat ukur keberhasilan pembinaan olahraga, bukan sekadar mengejar terlaksananya pertandingan.
6. Keselamatan atlet dapat terancam
Aspek keselamatan tidak boleh dikompromikan karena alasan anggaran. Setiap pertandingan membutuhkan venue yang layak, peralatan sesuai standar, tenaga medis, ambulans atau sistem rujukan, keamanan, serta prosedur penanganan cedera.
Apabila penghematan dilakukan pada aspek yang berkaitan dengan keselamatan, risikonya dapat sangat besar. Menghemat anggaran boleh, tetapi jangan menghemat keselamatan atlet.
Pertama, keberhasilan penyelenggaraan, yaitu pertandingan terlaksana, atlet bertanding, medali diberikan, dan acara selesai.
Kedua, keberhasilan tata kelola, yaitu seluruh anggaran tersedia secara sah, digunakan sesuai ketentuan, pengadaan berjalan benar, pembayaran dapat dipertanggungjawabkan, dan tidak menimbulkan persoalan hukum setelah kegiatan selesai.
Menunda Bukan Berarti Gagal
Dalam manajemen kegiatan besar, penundaan bukan selalu berarti kegagalan. Jika kondisi keuangan, administrasi, venue, akomodasi, transportasi, perangkat pertandingan, dan pelayanan kesehatan belum siap, maka penyesuaian jadwal dapat menjadi pilihan manajemen risiko.
Sejumlah ketua KONI kabupaten/kota telah menyampaikan aspirasi agar PORPROV digeser ke November atau Desember dengan alasan memberikan waktu untuk memastikan kesiapan anggaran dan administrasi.
Karena itu, keputusan akhir sebaiknya diambil berdasarkan data, kesiapan anggaran, regulasi, dan kepentingan atlet, bukan semata-mata karena tekanan waktu.
Apa Solusinya?
Ada beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan.
Pertama, lakukan audit atau review cepat terhadap kebutuhan anggaran PORPROV secara menyeluruh. Hitung kebutuhan riil setiap cabang olahraga dan setiap lokasi pertandingan.
Kedua, pisahkan antara kebutuhan wajib dan kebutuhan yang masih dapat diefisienkan.
Ketiga, pastikan seluruh sumber pembiayaan mempunyai dasar hukum dan dokumen anggaran yang jelas.
Keempat, jangan melakukan pengadaan atau membuat komitmen pembayaran tanpa kepastian sumber dana dan mekanisme yang sah.
Kelima, prioritaskan kebutuhan atlet: konsumsi, akomodasi, transportasi, venue, peralatan pertandingan, kesehatan dan keselamatan.
Keenam, lakukan komunikasi terbuka antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, KONI, pengurus cabang olahraga, panitia, atlet dan pihak terkait.
Ketujuh, apabila setelah dilakukan evaluasi ternyata dana dan administrasi belum memungkinkan, pertimbangkan penyesuaian jadwal secara resmi daripada memaksakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan masalah lebih besar.
Karena itu, jangan sampai momentum kebangkitan olahraga tersebut justru dibayangi persoalan anggaran. Prestasi atlet harus menjadi tujuan utama, tetapi tata kelola yang baik adalah fondasinya.
Oleh karena itu, jangan mempertentangkan antara “PORPROV harus terlaksana” dengan “PORPROV harus ditunda.” Yang paling penting adalah memastikan bahwa PORPROV terlaksana dengan anggaran yang cukup, dasar hukum yang jelas, administrasi yang benar, pelayanan atlet yang layak, serta pertanggungjawaban yang transparan.
Jika jawabannya belum, maka lebih bijaksana memperbaiki kesiapan daripada memaksakan pelaksanaan yang berpotensi meninggalkan masalah setelah pertandingan selesai.
Daftar Rujukan
KONI Sumatera Barat. (2026). Porprov Sumbar 2026 Digelar Oktober, Delapan Daerah Siap Jadi Tuan Rumah. KONI Sumbar. (Konis Umbar)
Pemerintah Kota Pariaman. (2026, 29 Januari). PORPROV Sumbar 2026 Diundur Oktober, Ini Sikap Pemko Pariaman. Pemerintah Kota Pariaman. (Kota Pariaman)
Kaba12. (2026). 16 Ketua KONI Sumbar Minta Porprov 2026 Diundur November. Kaba12. (kaba12.co.id)
Wasiat24. (2026). 16 Ketua KONI Sumbar Minta Porprov 2026 Diundur. Wasiat24. (Wasiat24.com)
#GP | Padang | 11 September 2026.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar