AROSUKA (SUMBAR).GP— Sejumlah fasilitas pemerintahan turut terdampak galodo. Mengutip laporan ANTARA, kantor pemerintahan yang terdampak antara lain Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, BKD, DPMN, Bapelitbang hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok.
Tak hanya bangunan pemerintahan, sejumlah kendaraan dinas maupun kendaraan milik masyarakat juga dilaporkan terdampak terjangan material banjir bandang.
Sementara itu, sekitar 100 rumah warga diperkirakan turut terdampak material galodo. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan dalam proses pendataan oleh BPBD Kabupaten Solok.
Di tengah kondisi tersebut, Wakil Bupati Solok H. Candra menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok bersama Bupati Jon Firman Pandu akan segera melakukan rapat koordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
BACA BERITA SEBELUMNYA:
GALODO TERJANG AROSUKA! Kantor Bupati Solok Diterjang Lumpur, 4 Warga Luka, Jalan Solok-Padang Lumpuh
Rapat koordinasi tersebut diperlukan untuk menentukan langkah penanganan bencana sekaligus memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan di tengah kerusakan sejumlah fasilitas.
Sebab, di satu sisi pemerintah harus bergerak cepat membersihkan material lumpur serta memperbaiki fasilitas yang terdampak. Namun di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan administrasi, kesehatan, pemerintahan dan layanan publik lainnya tidak boleh terhenti.
Bencana boleh mengganggu aktivitas pemerintahan, tetapi pelayanan kepada masyarakat harus tetap diupayakan berjalan.
Keselamatan Masyarakat Tetap yang Utama
Malam itu, Arosuka memberikan pelajaran yang tidak sederhana.
Gedung dapat dibersihkan. Jalan dapat kembali dibuka. Kantor dapat diperbaiki. Kendaraan dapat diganti.
Tetapi nyawa manusia tidak dapat dikembalikan.
Karena itu, di tengah situasi yang masih penuh ketidakpastian, keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Warga diminta tidak panik, menjauhi lokasi yang berpotensi mengalami banjir susulan maupun longsor, serta mengikuti setiap arahan petugas di lapangan.
Pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan, relawan, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat kini menghadapi tugas yang sama: memastikan keselamatan warga, menangani dampak bencana dan secara bertahap memulihkan Arosuka.
Galodo telah meninggalkan lumpur di jalan-jalan Arosuka. Namun, jangan sampai bencana itu meninggalkan luka yang lebih dalam karena hilangnya rasa kemanusiaan.
BACA BERITA SEBELUMNYA:
Galodo Terjang Arosuka, H. Candra dan Pimpinan DPRD Turun ke Tengah Warga: “Pemerintah Akan Selalu Ada”
Dalam situasi seperti ini, pemerintah membutuhkan masyarakat. Masyarakat membutuhkan pemerintah. Dan keduanya membutuhkan kekuatan yang sama: kepedulian, kebersamaan dan gotong royong.
Sebab ketika bencana datang, yang dibutuhkan bukan sekadar kekuatan sebuah institusi atau kewenangan sebuah jabatan. Yang paling menentukan adalah kesediaan untuk hadir, saling membantu dan bergerak bersama demi keselamatan sesama.
Arosuka sedang berduka. Tetapi Arosuka tidak sendiri.
Di tengah lumpur dan puing yang tersisa, masih ada harapan yang harus dijaga: bahwa pemerintah hadir, masyarakat saling menguatkan, dan seluruh elemen daerah bersama-sama bangkit untuk memulihkan Arosuka.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar