Pondok Pesantren Tamboa Madani Tanjung Bonai Aur Siapkan Program Tahfiz dan Kitab Kuning, Pendidikan Gratis Jadi Komitmen - Go Parlement | Portal Berita

Pondok Pesantren Tamboa Madani Tanjung Bonai Aur Siapkan Program Tahfiz dan Kitab Kuning, Pendidikan Gratis Jadi Komitmen

Sabtu, Agustus 29, 2026


Sijunjung (SUMBAR).GP— Pondok Pesantren Tamboa Madani Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, terus memperkuat program pendidikan keagamaan dengan menjadikan tahfiz Al-Qur'an dan kajian kitab kuning sebagai salah satu program unggulan.


Program tersebut diharapkan mampu membangun citra positif Tanjung Bonai Aur sebagai daerah yang melahirkan generasi Qurani, sekaligus menjawab kebutuhan pendidikan generasi muda di tengah perkembangan zaman.


Ketika berbincang bincang dengan tokoh pendiri awal dulu Ponpes Tamboa Madani Tanjung Bonai Aur, Ustadz Lalu Zulkarnain,SH didampingi Ketua Yayasan Adam, Sabtu (29/8/2026) mengatakan,  sejak awal berdirinya Pondok Pesantren Tamboa Madani menilai, ketika masyarakat mendengar nama Tanjung Bonai Aur, salah satu hal yang diharapkan langsung terbayang adalah lahirnya generasi penghafal Al-Qur'an.


"Alhamdulillah, para stakeholder tingkat Kabupaten Sijunjung mengakui itu, bahwa generasi muda di Tanjung Bonai Aur banyak para hafidz dan hafidzah," ujarnya.


Banyak dari beliau beliau itu mengantarkan anak anak ke TBA ini, dengan tujuannya agar anak anak menjadi hafidz dan hafidzah, lanjut Lalu Zulkarnain orang Lombok yang kini jadi Sumando Tanjung Bonai Aur.


"Namanya Tamboa Madani, identik dengan  tahfiz. Otomatis orang berpikir, zaman sekarang ini, terutama generasi Z, ketika mendengar Tanjung Bonai Aur, perspektifnya positif. Mudah-mudahan Tanjung Bonai Aur nanti dikenal sebagai daerah yang banyak melahirkan hafiz," ujar pencetus Ponpes Tamboa Madani dalam keterangannya.


"Citra ini lah yang perlu dijaga dan dipertahankan oleh semua pengelola  di Ponpes Tamboa Madani ini,  mulai dari Pengurus Yayasan, Pengawasan, para pimpinan dan para guru serta ustadz dan ustadzah serta santri dan para orang santrinya, harapnya.




Menurutnya, harapan tersebut tidak cukup hanya menjadi slogan. Diperlukan kerja bersama antara pengelola pesantren, guru, orang tua, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkannya.


Karena itu, program tahfiz akan menjadi salah satu fokus utama pendidikan di Tamboa Madani. Selain tahfiz, pesantren juga menyiapkan pendidikan kitab kuning sebagai bagian dari penguatan pemahaman keislaman para santri.


Pendidikan harus disesuaikan dengan Minat dan Bakat Anak, Lalu Zulkarnain selaku Pengelola Tamboa Madani juga menekankan pentingnya pendidikan yang mampu menemukan dan mengembangkan potensi setiap anak.


Menurutnya, seorang guru tidak cukup hanya memberikan program yang sama kepada seluruh peserta didik. Guru harus mampu mengetahui minat, bakat dan hobi masing-masing anak sehingga potensi tersebut dapat dikembangkan secara maksimal.


"Kalau guru mengetahui hobi anak, kemudian hobi itu disalurkan, baru sekolah itu bisa menjadi sekolah unggulan. Jangan anak dipaksa mengikuti program yang tidak sesuai dengan minatnya," katanya.


Ia mencontohkan, apabila ada anak yang memiliki ketertarikan pada olahraga tertentu, maka lembaga pendidikan harus berusaha menyediakan sarana agar bakat tersebut dapat berkembang.


Dengan pendekatan itu, Tamboa Madani tidak hanya diarahkan mencetak anak yang mampu menghafal Al-Qur'an, tetapi juga generasi yang memiliki berbagai kompetensi sesuai potensi masing-masing.


Tahfiz sudah menunjukkan Hasil.


Program tahfiz yang dijalankan juga sudah mulai menunjukkan hasil. Salah seorang peserta didik disebut telah mampu menghafal hingga enam juz Al-Qur'an ketika masih duduk di kelas IV sekolah dasar.


Capaian tersebut dinilai tidak terlepas dari dua faktor penting, yakni adanya minat dari anak serta dukungan penuh dari orang tua.


Menurutnya, dukungan keluarga merupakan bagian penting dalam keberhasilan pendidikan anak. Sekolah maupun pesantren tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa keterlibatan orang tua.


Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis


Hal lain yang menjadi perhatian Lalu Zulkarnain adalah komitmen terhadap pendidikan gratis.


Ia menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak ingin menggunakan istilah "gratis" apabila pada akhirnya orang tua tetap dibebani berbagai pungutan.


"Kalau dari awal komitmennya gratis, memang harus benar-benar gratis. Jangan masyarakat dibohongi dengan bahasa gratis, tetapi ujung-ujungnya membayar," tegasnya.


Menurutnya, kebutuhan operasional lembaga akan diupayakan melalui sumber pembiayaan yang telah disiapkan. Sementara masyarakat yang ingin memberikan bantuan atau sedekah dapat menyalurkannya melalui tempat yang telah disediakan, seperti kotak infaq atau sejenisnya.


Komitmen tersebut, katanya, merupakan bagian dari upaya menjadikan Tamboa Madani sebagai lembaga pendidikan yang benar-benar memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala persoalan biaya.


Kolaborasi Pendidikan


Dalam pengelolaannya, Tamboa Madani juga menghadapi karakteristik pendidikan yang berada dalam irisan antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan.


Karena itu, diperlukan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.


Untuk pendidikan formal, pengelola menyebut adanya keterkaitan dengan Dinas Pendidikan, sementara aspek pendidikan pesantren berada dalam pembinaan Kementerian Agama.


Kondisi tersebut justru dinilai sebagai peluang untuk membangun model pendidikan terpadu yang memadukan pendidikan umum dengan pendidikan keagamaan.


"Jadi kita ingin membangun bersama. Semua stakeholder punya potensi. Kalau ada guru yang hebat di kitab kuning, silakan dikembangkan. Kalau ada yang punya kemampuan di bidang lain, mari kita salurkan," katanya.


Dengan konsep tersebut, Pondok Pesantren Tamboa Madani Tanjung Bonai Aur diarahkan menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya mengutamakan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kemampuan agama, hafalan Al-Qur'an, serta mengembangkan minat dan bakat peserta didik.


Harapannya, dari Tamboa Madani lahir generasi muda Tanjung Bonai Aur yang religius, berilmu, memiliki keterampilan, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat, daerah, bangsa dan agama.


#GP | Herman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS