KPU Sijunjung Ajak Pers Jaga Komunikasi dan Kolaborasi, Hindari Miskomunikasi. - Go Parlement | Portal Berita

KPU Sijunjung Ajak Pers Jaga Komunikasi dan Kolaborasi, Hindari Miskomunikasi.

Rabu, Agustus 19, 2026

 


Sijunjung (SUMBAR).GP- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sijunjung mengajak insan pers untuk terus menjaga komunikasi, keterbukaan dan kolaborasi dalam menyampaikan informasi kepemiluan kepada masyarakat.


Imbauan tersebut disampaikan Komisioner KPU Sijunjung Bayu Agung Perdana, SH  dalam kegiatan sosialisasi dan pertemuan bersama insan pers Kabupaten Sijunjung, ruang pertemuan KPU, Rabu (19/8/2026.


KPU menilai hubungan yang harmonis dengan media merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas penyampaian informasi kepada publik.


Dalam kesempatan itu, KPU menyampaikan bahwa selama pelaksanaan tahapan pemilu dan pemilihan sebelumnya, komunikasi antara KPU, peserta pemilu dan insan pers dapat berjalan dengan baik tanpa gesekan yang berarti.


"Harapan kami, ritme ini tetap kita jaga. Saran, masukan dan kritik dari bapak ibu sangat-sangat kita perlukan. Kalau tidak ada saran, kritik dan masukan, kita di KPU takutnya nanti tidak terjaga," ujarnya dalam pertemuan tersebut.


Menurutnya, KPU merupakan lembaga publik yang keberadaannya bukan hanya untuk kepentingan komisioner maupun sekretariat, melainkan milik seluruh masyarakat.


"Jadi KPU ini adalah milik publik, bukan milik komisioner, bukan milik sekretariat, tapi milik seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Sijunjung," tegas Juniwandri menambahkan.


Karena itu, KPU membuka ruang seluas-luasnya bagi media untuk memberikan kritik, saran maupun apresiasi. Media juga diharapkan dapat menjadi mitra yang ikut mengingatkan apabila terdapat kebijakan atau informasi KPU yang dinilai perlu diperbaiki.


Intensifkan Komunikasi


KPU Sijunjung juga menekankan pentingnya intensitas komunikasi antara penyelenggara pemilu dengan organisasi dan komunitas wartawan.


Menurutnya, komunikasi yang baik dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman, baik antara KPU dan pers maupun di antara sesama insan pers.


"Harapannya intensitas komunikasi dan ritme ini tetap kita pertahankan. Bukti terhadap itu semua sudah kita lalui pada pemilihan dan pemilu yang kemarin, tanpa ada gesekan dan tanpa ada pembeda-bedaan oleh KPU terhadap organisasi-organisasi yang menaungi kawan-kawan wartawan dan jurnalis," ujarnya.


Ketua PWI Husnal Petra, berharap juga kepada KPU agar seluruh informasi terkait kegiatan dan kebijakan lembaga dapat tersampaikan secara terbuka kepada wartawan, sehingga informasi yang diterima masyarakat tidak terputus.


Untuk mendukung hal tersebut, KPU akan terus memperkuat saluran komunikasi dengan insan pers, termasuk melalui grup komunikasi bersama, sehingga setiap perkembangan informasi dapat diketahui secara cepat dan akurat.


"Kita akan rangkul bai wartawan baru maupun Wartawan yang lama di Sijunjung ini," lanjut Juniwandri.


Dalam pertemuan itu, KPU juga menyampaikan pentingnya keterbukaan terhadap seluruh insan pers, baik wartawan yang telah lama beraktivitas maupun mereka yang baru bergabung dalam dunia jurnalistik.


KPU berharap organisasi wartawan dapat terus melakukan pembaruan data anggotanya, termasuk memberikan informasi apabila terdapat wartawan yang sudah tidak lagi aktif maupun adanya anggota baru.


Hal itu dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman ketika KPU mengundang media dalam berbagai kegiatan.


"Jadi harapannya dengan adanya kegiatan dari KPU, undangan juga menjadi ladang silaturahmi sesama wartawan selain dengan KPU. 


KPU menilai kegiatan bersama pers tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi kepemiluan, tetapi juga dapat menjadi ruang mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di antara insan pers.


"Jadikan KPU ini sebagai rumah kedua oleh teman teman pers, itu dibelakang ada ruang khusus untuk ngopi bareng bagi semua jurnalis," ucap Bayu Agung Perdana.


KPU dan Media Saling membutuhkan


KPU Sijunjung menegaskan bahwa penyelenggara pemilu dan media massa memiliki peran yang saling melengkapi. KPU membutuhkan media untuk menyampaikan informasi kepemiluan kepada masyarakat, sementara pers membutuhkan akses informasi yang terbuka dari penyelenggara,  agar pemberitaan yang disampaikan kepada publik akurat, berimbang dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.


"Yang tahu itu semua adalah bapak ibu. Kami hanya menerima data dari kawan-kawan wartawan, sehingga nanti kita sama-sama nyaman, sama-sama enak dalam berkolaborasi," katanya.


KPU juga berharap pertemuan bersama insan pers tersebut bukan menjadi pertemuan terakhir. Forum serupa diharapkan dapat kembali digelar dalam berbagai kesempatan, termasuk kegiatan di luar kantor yang dapat memperkuat hubungan kelembagaan dan silaturahmi.


"Harapan kami, ini bukan perjumpaan terakhir. Kita akan laksanakan pertemuan kembali dalam bentuk, momen dan kesempatan yang lain," pungkasnya.


Langkah membangun komunikasi terbuka antara KPU dan media dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu. Terlebih, KPU Sijunjung hingga 2026 masih melaksanakan sejumlah kegiatan kepemiluan, termasuk pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. 


KPU Sijunjung telah menetapkan rekapitulasi PDPB Triwulan I 2026 sebanyak 180.145 sementara pada Triwulan II jumlah pemilih di Kabupaten Sijunjung tercatat 181.257 orang, sebut Ria Maleni.


Dengan komunikasi yang terjaga, KPU dan insan pers diharapkan dapat terus bersinergi menghadirkan informasi kepemiluan yang transparan, edukatif dan mudah dipahami masyarakat Kabupaten Sijunjung.


#GP | Herman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS