Sijunjung (SUMBAR).GP- Seorang Ulama Kabupaten Sijunjung, Buya H.Jamhur, S.Ag tutup usia ke 76, sekira pukul 4.30 Wib sebelum subuh dikediamannya Tanjung Medan Jorong Tapi Balai Nagari Padang Sibusuk, Rabu, 15/7/2026.
Ratusan warga melayat ke rumah duka, selain warga Nagari Padang Sibusuk, juga terlihat hadir para Wali Nagari dari Kecamatan Koto VII, IV Nagari dan Kupitan, Camat Koto VII Erick Sedenov dan para alumni PGAN dari berbagai angkatan terlihat hadir.
Pelaksanaan shalat Jenazah diimami oleh anak kandungnya Jhon usai shalat shalat Zuhur di Masjid Al Furqan. Kemudian salah seorang murid pertamanya Dulharmis, suku Caniogo tampil menyampaikan ucap permohonan maaf dari pihak keluarga dan langsung mimpin doa.
"Saat ini kita melepas beliau untuk perjalanan panjang ke akhirat, entah kapan kita yang hadir disini juga akan mengalami hal sama. Oleh sebab itu mari kita jadikan pelajaran dalam mempersiapkan diri untuk hal seperti ini," ujarnya
" Saya adalah murid beliau pertama di PGAN 6 TH Padang Sibusuk pada tahun 1972 lalu," lanjut Dulharmis.
Pada kesempatan ini, sebagai ujung jari sambungan lidah dari pihak keluarga memohon maaf dari semua kaum muslimin dan muslimat yang hadir saat ini. Jika ada hutang piutang yang bisa dimaafkan tolong maafkan, bila tidak bisa dimaafkan dapat menghubungi pihak anak anak dan keluarga dari beliau," lanjut Dulharmis yang kini domisili di Kota Padang itu.
Ketua MUI Kabupaten Sijunjung H.Syukri Rahmat, Lc. mengungkapkan, kita memang merasa kehilangan. Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Sijunjung ini, ulet dan rajin mengunjungi masjid dan mushalla dalam memberikan pengajian.
"Dia sangat dihargai dan disayangi oleh seluruh lapisan masyarakat semoga segera tumbuh para generasi muda sebagai penggantinya kedepan," doa Syukri Rahmat.
"Semoga beliau diterima oleh sisi Allah SWT dan semua keluarga, karib kerabatnya dapat merelakan kepergian beliau," lanjut Syukri Rahmat.
Buya H.Jamhur, S.Ag meninggalkan 4 orang anak, empat orang menantu dan 10 orang cucu, Isteri beliau Husnidaiti sudah lebih dahulu meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Selain sebagai ulama, Buya Jamhur dikenal sebagai guru di PGAN 6 TH Padang Sibusuk yang para murid-muridnya telah banyak yang sukses baik sebagai guru maupun sebagai pejabat di berbagai OPD dalam daerah Kabupaten Sijunjung dan Dharmasraya.
Beliau adalah Pensiunan Pegawai Kantor Departemen Agama Kabupaten Sijunjung dan pernah bertugas sebagai Kepala KUA di Koto VII dan aktif sebagai Pelatih Pramuka di Kwarcab Kabupaten Swl/ Sijunjung dan tercatat juga sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Sijunjung.
Berbagai pengalaman baik bersama Pak Jamhur dari para murid beliau di PGAN Padang Sibusuk dulu, menghiasi WA grup Alumni PGAN/MAN/ MTsN Padang Tangah hari ini.
Seperti dari Khamsiardi di Muaro Bodi, Salbianis di Bangko, Lazwardi di Dharmasraya, Zulfawardi di Bogor, Yusrial di Bekasi, Khairuddin di Muaro Sijunjung dan Rusli Jawaher dari Lubuk Tarok.
Para Alumni yang terlihat hadir, para alumni yang berdomisili di Padang cukup banyak sekali tidak bisa ditulis namanya satu persatu, dari Sawahlunto Syafri, dari Muaro Herman, dari Tanjung Ampalu Hefrilius, April Amir, dari Muaro Bodi Asril dari Pematang Panjang Nurhabibah dan Nurhasmi.
Mereka melihat profil Bapak Jamhur orang disiplin, akrab dan penyayang kepada murid muridnya. Beliau sangat dikenal sebagai guru Hadist dan Kakak Pelatih Pramuka.
"Saya tiga kali ikut jambare Pramuka pertama di Muaro Sijunjung , kedua Di Padang Basi dan ketiga Perkemahan Wirakarya di Padang Tarok, Payohkumbuh, pembinanya adalah Pak Jamhur, selamat Jalan kakak pembina pramukaku, semoga Alloh SWT, Menempatkan arwahmu, disisiNya, dan berada di Taman taman surga sampai hari berbangkit di Yaumal Mahsyar Yaumal bait, semua kita berkumpul di Yaumal Mizan, di bawah panji Rasululloh SAW, Semoga Alloh SWT, memberi izin syaffaat ke Rasululloh SAW utk kita semua Aamiin Yarabalalamin," tulis Lazwardi di Wa grup Alumni PGAN 6 TH Padang Sibusuk.
#GP | Herman.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar