Sijunjung(SUMBAR).GP- “Terdapat empat golongan orang yang dirindukan oleh surga, yaitu mereka yang senantiasa membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, gemar bersedekah, serta menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan,” demikian disampaikan oleh Weldi Indra, sang Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kamang Baru, dalam kegiatan kultum dan Tadarus Alquran Bersama yang berlangsung di Balai Nikah KUA Kamang Baru, Senin (09/03/2026).
Kegiatan tersebut dipandu oleh Mukhtar Arif, Penyuluh Agama Islam Kamang Baru, dan diikuti oleh para penghulu, seluruh penyuluh agama, serta staf KUA Kecamatan Kamang Baru. Acara berlangsung dalam suasana khidmat, penuh kekhusyukan, dan kebersamaan.
Dalam tausiyahnya, Weldi Indra menjelaskan bahwa golongan pertama yang dirindukan oleh surga adalah orang-orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an. Ia menyampaikan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an bernilai pahala.
Ia mengutip penjelasan Imam Nawawi dalam kitab Arba’in An-Nawawiyah yang menyebutkan bahwa bacaan “Alif Lam Mim” bukan dihitung sebagai satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf. Setiap huruf bernilai satu kebaikan, dan khusus pada bulan Ramadhan pahala tersebut dilipatgandakan oleh Allah SWT menjadi sepuluh kali lipat.
Golongan kedua adalah orang-orang yang mampu menjaga lisannya. Ia mengingatkan bahwa menjaga lisan merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam, karena banyak dosa yang bersumber dari ucapan.
Ia menegaskan agar umat Islam senantiasa menjaga perkataan dari hal-hal yang tidak baik seperti ghibah, fitnah, maupun ucapan yang dapat menyakiti hati orang lain.
“Semoga lisan kita senantiasa terjaga dan digunakan untuk menyampaikan kebaikan,” ujarnya.
Golongan ketiga adalah orang-orang yang gemar bersedekah. Menurutnya, sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan, terlebih di bulan Ramadhan. Allah SWT menjanjikan pahala yang dilipatgandakan, mulai dari sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat bahkan lebih bagi mereka yang bersedekah dengan ikhlas.
Golongan keempat adalah orang yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan penuh keikhlasan. Ia menjelaskan bahwa puasa merupakan ibadah yang sangat istimewa karena keikhlasan seseorang dalam berpuasa hanya diketahui oleh Allah SWT.
“Ibadah puasa adalah ibadah yang sangat rahasia antara hamba dan Allah. Ikhlas atau tidaknya seseorang dalam berpuasa tidak ada yang mengetahuinya selain Allah SWT,” jelasnya.
Usai pelaksanaan kultum, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama sebagai bentuk penguatan spiritual dan upaya mempererat ukhuwah di lingkungan kerja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh keluarga besar KUA Kecamatan Kamang Baru semakin termotivasi untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, gemar bersedekah, serta menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan selama bulan suci Ramadhan.
#GP | Nurul






Tidak ada komentar:
Posting Komentar