Dari Perantau Seorang Diri Menjadi Penggerak Generasi Qur’ani: Kisah Inspiratif Lalu Zulkarnaen. - Go Parlement | Portal Berita

Dari Perantau Seorang Diri Menjadi Penggerak Generasi Qur’ani: Kisah Inspiratif Lalu Zulkarnaen.

Rabu, Maret 25, 2026

 


Sijunjung (SUMBAR).GP-  Perjalanan hidup penuh perjuangan dan keteguhan hati dituturkan oleh Lalu Zulkarnaenn, SH saat diwawancarai media, dilingkungan Masjid Tahmid Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sujunjung, Rabu (25/03/2026). 


Kisahnya menjadi potret nyata bagaimana keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.


Lalu Zulkarnaen mengawali langkah hidupnya sebagai seorang perantau muda asal Praya, Lombok. Pada 6 Juni 1996, dengan kondisi sebatang kara dan bekal seadanya, ia meninggalkan kampung halaman menuju Yogyakarta. Tujuannya jelas, melanjutkan pendidikan dan mengadu nasib demi masa depan yang lebih baik.


Di kota pelajar tersebut, ia menjalani kehidupan dengan penuh keterbatasan. Namun, semangat dan kemauan tinggi menjadi kekuatan utamanya. Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan di Universitas Janabadra Yogyakarta dengan gelar Sarjana Hukum (SH) pada jurusan Hukum Perdata. Selain itu, ia juga menamatkan program Akta IV di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pada periode 2002 hingga 2004.


Tak hanya perjalanan akademik, kisah hidupnya juga diwarnai oleh pertemuan yang mengubah arah hidupnya. Saat berada di Yogyakarta, hatinya terpaut pada seorang gadis Minangkabau asal Nagari Tanjung Bonai Aur, Kabupaten Sijunjung. Dari pertemuan tersebut, terjalin ikatan yang kemudian mengantarkannya menetap di tanah Minang.


Setelah menikah, Lalu Zulkarnaen memilih mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di SMP 24 Sijunjung di Tamparungo dan saat ini jadi Guru juga di MTsN VI Sijunjung - Tanjung Bonai Aur. 


Tak berhenti di situ, ia juga aktif sebagai pembina dan guru Tahfidz di Rumah Tahfidz Madani Tanjung Bonai Aur.


Dedikasi dan kesungguhannya dalam membina generasi muda membuahkan hasil yang membanggakan. 


Dengan ketelatenan dan “tangan dingin” nya, banyak santri yang berhasil menjadi hafidz dan hafidzah. Bahkan, sejumlah di antaranya telah menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an serta berpartisipasi dalam berbagai ajang perlombaan tingkat nasional hingga internasional.


Kini, Nagari Tanjung Bonai Aur dikenal sebagai salah satu pusat lahirnya para penghafal Al-Qur’an di Kabupaten Sijunjung. Peran Lalu Zulkarnaen menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem pendidikan keagamaan yang kuat di daerah tersebut.


“Semua ini bukan tentang saya, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an,” ungkapnya dengan rendah hati.


Kisah Lalu Zulkarnaen menjadi inspirasi bahwa dari langkah kecil dan penuh keterbatasan, lahir perubahan besar yang memberi manfaat bagi banyak orang. Sebuah perjalanan hidup yang tidak hanya mengangkat derajat diri, tetapi juga menerangi jalan generasi penerus.


#GP | HB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS