Harga Pakan Melejit Peternak Tanah Datar Merugi, Pemkab Cari Jalan Jagung Subsidi - Go Parlement | Portal Berita

Harga Pakan Melejit Peternak Tanah Datar Merugi, Pemkab Cari Jalan Jagung Subsidi

Rabu, November 04, 2026

Bupati Tanah Datar Eka Putra audiensi dengan peternak ayam petelur bahas kenaikan harga pakan

Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama jajaran OPD menerima audiensi perwakilan peternak ayam petelur di Ruang Kerja Bupati, Selasa, (4/11/2026). (Foto: Dok. Humas / GP)


Tanah Datar (SUMBAR), GP — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bergerak cepat merespons keluhan peternak ayam petelur yang tercekik kenaikan harga pakan.


Audiensi digelar di Ruang Kerja Bupati Tanah Datar, Selasa, (4/11/2026), menjadi wadah bagi peternak menyampaikan persoalan yang membelit usaha mereka beberapa bulan terakhir.



Para peternak mengeluhkan tiga persoalan utama, yakni lonjakan harga pakan, sulitnya mendapatkan jagung, serta anjloknya harga jual telur di pasaran.



Kondisi tersebut membuat biaya produksi membengkak dan tidak sebanding dengan pendapatan, sehingga banyak peternak terancam merugi dan gulung tikar.



Perwakilan peternak, Aridho Putra, mengungkapkan harga jagung saat ini berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp8.500 per kilogram di luar daerah, sementara di Sumbar Rp7.200 hingga Rp7.500 per kilogram.



Di sisi lain, harga jual telur hanya sekitar Rp1.300 per butir, sedangkan Harga Pokok Produksi sudah mencapai Rp1.400 per butir, sehingga peternak rugi Rp100 setiap butir.



Merespons hal itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra menegaskan pemerintah daerah tidak hanya mendengar, tetapi akan mencari solusi konkret bersama pihak terkait.



"Ini bukan sekadar mendengar aspirasi, tetapi bagaimana kita mencari solusi dan langkah-langkah yang bisa dilakukan agar apa yang dirasakan peternak selama beberapa bulan terakhir dapat kita carikan jalan keluarnya bersama," ungkap Eka Putra.



Sebagai tindak lanjut, Pemkab Tanah Datar akan berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog untuk mengupayakan ketersediaan jagung bersubsidi.



"Pemerintah daerah akan berupaya memfasilitasi kebutuhan jagung bagi para peternak melalui koordinasi dengan Bapanas dan Bulog," ujar Eka Putra.



Ia menambahkan, akses jagung subsidi diharapkan mampu meringankan beban biaya pakan yang selama ini menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan.



Selain koordinasi ke pusat, Pemkab mendorong peternak untuk membentuk koperasi sebagai wadah kolektif dalam pengadaan jagung.



Melalui koperasi, pembelian jagung bisa dilakukan secara kolektif sehingga lebih mudah mengakses pasokan langsung dari Bulog sesuai mekanisme yang berlaku.



"Dengan adanya koperasi, pengadaan jagung bisa dilakukan secara kolektif. Koperasi nantinya dapat menjadi wadah bagi para peternak untuk mengakses pembelian jagung secara langsung melalui Bulog," jelas Eka Putra.



Aridho Putra mengapresiasi respons cepat Pemkab Tanah Datar yang langsung menindaklanjuti aspirasi peternak dengan solusi nyata.



"Respons pemerintah daerah sangat positif. Kami sebagai peternak sangat mengapresiasi perhatian dan solusi yang langsung disampaikan," tuturnya.



Audiensi tersebut turut dihadiri Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian, Kominfo, Dinas Pangan, Bappedalitbang, BPKB, serta Kabag Perekonomian dan Prokopim.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS