Seni Jadi Jantung Pemersatu Bangsa, FKI+ XIII di ISI Padang Panjang Resmi Ditutup - Go Parlement | Portal Berita

Seni Jadi Jantung Pemersatu Bangsa, FKI+ XIII di ISI Padang Panjang Resmi Ditutup

Minggu, Oktober 25, 2026
Rektor ISI Padang Panjang Febri Yulika tutup FKI+ XIII di Padang Panjang
Rektor ISI Padang Panjang menyampaikan pidato penutupan FKI+ XIII Tahun 2026 di Padang Panjang, 24 Oktober 2026. Festival bertema Art, Folklore and Ecology dihadiri 800 hingga 1000 pengunjung setiap malam dan estafet selanjutnya di IKJ Jakarta. (Foto: Dok. Ist / GP.COM)


Padang Panjang (SUMBAR), GP --- Tirai Festival Kesenian Indonesia Plus XIII Tahun 2026 resmi ditutup oleh Rektor Institut Seni Indonesia Padang Panjang Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum., pada Sabtu,(24/10/26) di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. Setelah selama lima hari penuh, 20 hingga 24 Oktober 2026, panggung festival menjadi saksi bagaimana kreativitas dan kolaborasi mampu menyatukan beragam elemen bangsa.



Penutupan oleh Rektor ini menjadi puncak seluruh rangkaian festival panggung FKI+ XIII yang menjadi saksi hidup bagaimana kreativitas dan kolaborasi mampu menyatukan berbagai elemen bangsa dalam satu semangat kesenian.



Perhelatan akbar tersebut meninggalkan jejak berharga bagi insan seni kampus. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk menunjukkan bahwa festival bukan sekadar pertunjukan, melainkan ruang refleksi, pertemuan gagasan, dan penguatan identitas kebangsaan melalui jalur seni.



Mengusung tema Art, Folklore, and Ecology, Febri menegaskan tema tahun ini bukan sekadar slogan. Tema tersebut merupakan ajakan nyata kepada seniman untuk lebih peduli terhadap lingkungan hidup dan keberlanjutan ekosistem di Indonesia.



Menurutnya, melalui karya seni pesan ekologis dapat disampaikan secara inovatif dan menyentuh. Seni memiliki peran krusial dalam mengomunikasikan isu global yang mendesak, sehingga mampu mengetuk kesadaran publik dengan cara yang lebih humanis.



Salah satu pesan paling kuat dalam pidato penutupan tersebut adalah seni sebagai media pemersatu bangsa yang tak tergantikan. Di tengah keberagaman budaya Indonesia, seni justru menjadi kekuatan pengikat yang menyatukan seluruh perbedaan menjadi satu identitas.



Warisan tersebut, kata Rektor, merupakan titipan para pendiri bangsa yang terus dijaga generasi muda melalui inovasi dan kreativitas yang mengalir tanpa henti. Kampus seni memiliki tanggung jawab menjaga warisan sekaligus melahirkan karya baru yang relevan dengan zaman.



Antusiasme masyarakat menjadi catatan penting kesuksesan penyelenggaraan. Data panitia menunjukkan setiap malam jumlah pengunjung mencapai 800 hingga 1.000 orang. Angka tersebut membeludak dan melampaui kapasitas ruangan yang tersedia di ISI Padang Panjang.



Tingginya animo tersebut menunjukkan besarnya kerinduan dan apresiasi masyarakat Padang Panjang dan Sumatera Barat terhadap karya seni berkualitas. Sembilan perguruan tinggi seni menampilkan karya terbaiknya dan mendapat sambutan hangat dari publik.



Kesuksesan juga tercermin dari ragam agenda yang digelar, mulai dari pertunjukan karya unggulan, pameran seni rupa, screening film, Temu Maestro, hingga workshop Randai, Rendang, dan Batik Minangkabau yang menjadi ciri khas budaya Minangkabau.



Penyelenggaraan FKI+ XIII didukung penuh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan. Dukungan difasilitasi mitra resmi Sanggar Sikambang Manih yang diketuai Wakil Rektor III Dr. Susas Rita Loravianti, S.Sn., M.Sn.



Dukungan tersebut mencakup pembiayaan sembilan maestro dalam program Temu Maestro, enam kurator pameran, serta pembangunan panggung dan dekorasi. Konsep dan kurasi keseluruhan dirancang sepenuhnya oleh ISI Padang Panjang sebagai tuan rumah yang dipercaya untuk ketiga kalinya setelah 2001 dan 2016.



Meski panggung festival telah ditinggalkan, Rektor menegaskan semangat kolaborasi tidak akan berhenti di sini. FKI+ XIII hanyalah titik awal dari inovasi baru yang akan terus mewarnai ekosistem seni Indonesia dan membuka jejaring kerja sama antar kampus seni.



Sebagai penutup resmi, Febri Yulika mengumumkan tongkat estafet FKI ke-14 akan dilanjutkan di Institut Kesenian Jakarta IKJ. Pengumuman tersebut menjadi penanda keberlanjutan semangat kolaborasi, sekaligus harapan agar seni tetap menjadi alat perjuangan dan pemersatu yang menyampaikan pesan kebudayaan secara elegan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS