Oleh : Herman, S.Ag
Humas LPTQ Kabupaten Sijunjung
Sijunjung (SUMBAR).GP — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung yang akan berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Kecamatan Koto VII bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum membumikan nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus langkah awal mempersiapkan kafilah Kabupaten Sijunjung menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2027.
MTQ ke-42 ini dijadwalkan dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat dan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat serta Bupati Sijunjung. Kehadiran para pimpinan daerah dan unsur Kementerian Agama diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius melalui pengamalan Al-Qur’an.
Sebagai tuan rumah, Kecamatan Koto VII telah mempersiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan. Panitia lokal bersama unsur terkait menyiapkan pemondokan bagi kafilah dari delapan kecamatan, sembilan lokasi perlombaan yang tersebar di masjid dan sekolah, mimbar tilawah, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Berbagai persiapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, aman, dan nyaman bagi peserta maupun masyarakat yang hadir. Kesiapan tuan rumah juga diharapkan mampu menghadirkan suasana MTQ yang meriah, dengan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat dari berbagai nagari.
Namun, kemeriahan MTQ tidak semestinya hanya diukur dari megahnya panggung, lengkapnya fasilitas, atau banyaknya peserta yang berlomba. Ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah seberapa besar kegiatan ini mampu menarik masyarakat untuk mencintai Al-Qur’an, mendengarkan lantunan ayat-ayat suci, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, masyarakat Muslim dan Muslimah di Ranah Lansek Manih diharapkan turut meramaikan pelaksanaan MTQ. Antusiasme masyarakat dalam menyaksikan perlombaan Al-Qur’an semestinya mendapat perhatian dan dukungan yang sama besarnya dengan keramaian pertandingan sepak bola maupun konser musik yang kerap dipadati penonton.
Jangan sampai arena hiburan duniawi selalu dipenuhi penonton, sementara lantunan ayat suci Al-Qur’an justru sepi dari perhatian. MTQ harus menjadi kebanggaan bersama, bukan hanya bagi peserta dan panitia, melainkan juga bagi seluruh masyarakat Sijunjung.
Di sisi lain, penyelenggaraan MTQ ke-42 berlangsung seiring dengan upaya pembenahan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Sijunjung. Penguatan kapasitas kelembagaan, tata kelola organisasi, manajemen pembinaan, serta koordinasi antarpemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Pembenahan tersebut diharapkan tidak berhenti pada suksesnya penyelenggaraan kegiatan seremonial. LPTQ perlu memastikan bahwa MTQ menjadi ruang penjaringan bakat, pembinaan kemampuan, dan peningkatan kualitas qari-qariah serta peserta pada seluruh cabang lomba.
Dengan demikian, MTQ ke-42 di Koto VII merupakan tahapan awal untuk mempersiapkan kafilah Sijunjung menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat pada 2027 mendatang. Pembinaan yang konsisten, pemetaan potensi peserta, pelatihan yang terukur, serta dukungan anggaran dan fasilitas menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing kafilah.
Sijunjung memiliki identitas sebagai Ranah Lansek Manih yang lekat dengan semangat religius dan julukan Rajo Ibadat. Identitas tersebut tentu perlu diwujudkan melalui gerakan nyata yang mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an, sekaligus pembinaan yang mampu melahirkan prestasi.
MTQ ke-42 harus menjadi titik tolak perubahan: sukses sebagai tuan rumah, semarak dengan kehadiran masyarakat, kuat dalam pembinaan, dan terukur dalam mengejar prestasi. Sebab, keberhasilan MTQ sejatinya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, melainkan juga tentang bagaimana Al-Qur’an semakin hidup di tengah masyarakat dan melahirkan generasi yang berakhlak mulia.
Dari Koto VII, semangat itu diharapkan tumbuh dan menyebar ke seluruh kecamatan di Kabupaten Sijunjung, menjadi bekal untuk membangkitkan prestasi sekaligus membumikan Al-Qur’an di Ranah Lansek Manih.
#GP | Sijunjung | 13 Oktober 2026






Tidak ada komentar:
Posting Komentar