PADANG (SUMBAR).GP — Kontingen catur Kota Padang menutup perjuangannya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 dengan torehan lima medali sekaligus mengamankan posisi Juara Umum III. Di balik capaian dua medali emas, dua perak, dan satu perunggu tersebut, terselip kisah menarik tentang perjuangan seorang atlet yang justru menemukan jalannya menuju podium setelah gagal dalam seleksi di daerah asalnya.
Berdasarkan rekapitulasi akhir perolehan medali cabang olahraga catur, Kota Padang mengumpulkan dua medali emas, dua perak, dan satu perunggu. Capaian ini menempatkan Padang di bawah Kabupaten Sijunjung yang keluar sebagai juara umum dengan empat emas, satu perak, dan dua perunggu, serta Kota Sawahlunto di posisi kedua dengan tiga emas, satu perak, dan dua perunggu.
Dua medali emas Kota Padang masing-masing dipersembahkan Masri Yuanda pada nomor Papan 1 Standar Putri dan Melani Novita Sari pada nomor Papan 3 Standar Putri.
Sementara itu, dua medali perak diraih Miftahul Fathoni Alfian pada nomor Papan 4 Standar Putra dan Muhammad Hendri pada kategori Catur Cepat Perorangan Putra. Adapun satu medali perunggu disumbangkan melalui kategori Beregu Putra.
Perolehan tersebut menjadi bukti kontribusi para pecatur Padang dalam persaingan antarkontingen di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi itu. Meski belum mampu merebut posisi puncak, capaian Juara Umum III tetap menjadi modal penting bagi pembinaan dan peningkatan prestasi catur Kota Padang ke depan.
Gagal di Seleksi Pessel, Putra Ketua Percasi Justru Persembahkan Perak untuk Padang
Di antara deretan prestasi tersebut, kisah Miftahul Fathoni Alfian menjadi perhatian tersendiri. Atlet peraih medali perak nomor Papan 4 Standar Putra itu merupakan putra kandung Ali Asman, anggota DPRD Pesisir Selatan yang juga menjabat Ketua Percasi Kabupaten Pesisir Selatan.
Dalam sambutannya, Ali Asman menyampaikan apresiasi atas prestasi kontingen catur Kota Padang. Ia juga mengungkapkan perjalanan putranya yang harus melewati proses seleksi sebelum akhirnya tampil membela kontingen Kota Padang.
Ali Asman menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan intervensi dalam proses seleksi atlet di Pesisir Selatan, meskipun salah seorang peserta seleksi tersebut adalah putra kandungnya sendiri.
Dalam seleksi di Pesisir Selatan, Miftahul belum berhasil lolos. Namun, kegagalan itu tidak menghentikan langkahnya. Ia kemudian mengikuti seleksi di Kota Padang, berhasil menembus kontingen, dan akhirnya mempersembahkan medali perak bagi kota tersebut pada Porprov XVI Sumbar 2026.
Kisah ini memperlihatkan bahwa peluang untuk berprestasi tidak berhenti pada satu kegagalan. Dengan tekad, kemampuan, dan kesempatan untuk kembali berkompetisi, seorang atlet tetap dapat membuktikan kualitasnya di arena pertandingan.
Pada saat yang sama, pengalaman tersebut menegaskan pentingnya proses seleksi yang objektif dan pembinaan atlet berdasarkan kemampuan, sehingga kesempatan berkompetisi dapat diperoleh melalui prestasi.
Percasi Padang: Prestasi Ini Harus Menjadi Pijakan Pembinaan Berikutnya
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Padang, Z.E. Defrizon, SE, didampingi Bendahara Dedi Djafar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, serta ofisial yang telah berjuang membawa nama Kota Padang di Porprov XVI Sumbar.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas perjuangan seluruh atlet, pelatih, serta ofisial tim catur Kota Padang di Porprov XVI Sumbar ini,” ujar Defrizon.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten Pesisir Selatan selaku tuan rumah yang telah menyediakan Painan Convention Center sebagai lokasi pertandingan cabang olahraga catur.
Menurutnya, dukungan fasilitas dan penyelenggaraan yang baik menjadi bagian penting dalam menunjang kelancaran kompetisi serta memberikan ruang bagi atlet untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.
Defrizon menilai raihan dua emas, dua perak, dan satu perunggu merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, serta dedikasi para atlet. Namun, posisi Juara Umum III juga harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan daya saing pecatur Kota Padang pada kompetisi berikutnya.
“Capaian ini tentu menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi besar bagi Percasi Kota Padang untuk terus melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan,” katanya.
Ia menyampaikan selamat kepada Masri Yuanda, Melani Novita Sari, Muhammad Hendri, Miftahul Fathoni Alfian, serta seluruh anggota tim Beregu Putra yang telah menyumbangkan medali bagi Kota Padang.
Bagi atlet yang belum berhasil naik podium, Defrizon meminta agar tetap menjaga semangat dan terus meningkatkan kemampuan. Menurutnya, pembinaan jangka panjang, khususnya terhadap atlet junior, menjadi salah satu kunci untuk memperkuat prestasi catur Kota Padang pada masa mendatang.
Evaluasi untuk Mengejar Puncak Prestasi
Hasil Porprov XVI Sumbar 2026 memberikan gambaran mengenai peta persaingan catur antardaerah. Kabupaten Sijunjung tampil sebagai yang terbaik, disusul Sawahlunto, sementara Kota Padang harus puas di peringkat ketiga.
Bagi Percasi Kota Padang, capaian tersebut bukan sekadar soal jumlah medali, melainkan juga momentum untuk mengevaluasi efektivitas pembinaan, kesiapan atlet, serta strategi menghadapi kompetisi berikutnya.
Dengan mempertahankan atlet berprestasi, memperkuat regenerasi, dan meningkatkan kualitas persiapan, Kota Padang diharapkan mampu memperkecil jarak dengan pesaingnya dan kembali memburu posisi juara umum pada ajang mendatang.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar