Bersama Kita Wujudkan Prestasi MTQ Sijunjung: Saatnya Seluruh Unsur LPTQ Bergerak! - Go Parlement | Portal Berita

Bersama Kita Wujudkan Prestasi MTQ Sijunjung: Saatnya Seluruh Unsur LPTQ Bergerak!

Selasa, Oktober 20, 2026


 

Oleh : Herman, S.Ag

Bidang Humas LPTQ Kabupaten Sijunjung 

Sijunjung (SUMBAR).GP— Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung telah usai. Namun, perjuangan untuk mengukir prestasi belum berakhir. Kini, saatnya Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Sijunjung menyatukan langkah, memperkuat pembinaan, dan menyusun strategi menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2027 di Kabupaten Pesisir Selatan.


Capaian pada MTQ tingkat kabupaten harus menjadi pijakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Apalagi, Sijunjung memiliki tekad untuk bangkit dan meningkatkan prestasi setelah menghadapi persaingan ketat pada MTQ tingkat provinsi maupun nasional.


Untuk mewujudkan tekad tersebut, diperlukan kerja nyata, pembagian tugas yang jelas, program terukur, serta sinergi seluruh unsur LPTQ, mulai dari pembina, pengurus harian, hingga pengurus bidang.


Prestasi MTQ bukan pekerjaan satu atau dua orang. Prestasi lahir dari kerja kolektif, pembinaan berkelanjutan, dan tanggung jawab bersama.


Pembina: Menentukan Arah dan Memperkuat Dukungan


Unsur pembina memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan pengembangan Al-Qur’an di Kabupaten Sijunjung. Pembina diharapkan memberikan arahan, dukungan kebijakan, serta mendorong sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, LPTQ, pemerintah kecamatan, nagari, lembaga pendidikan Al-Qur’an, dan pihak terkait lainnya.


Pembina juga perlu memastikan bahwa program peningkatan prestasi MTQ menjadi agenda bersama yang mendapat dukungan sesuai kewenangan dan kemampuan daerah.


Dukungan tersebut penting agar pembinaan tidak hanya ramai menjelang perlombaan, tetapi berlangsung konsisten sepanjang tahun.


Pengurus Harian: Menggerakkan Organisasi dan Mengawal Target


Pengurus harian merupakan motor penggerak pelaksanaan program LPTQ. Tugas utamanya menerjemahkan arahan pembina menjadi rencana kerja konkret, mengoordinasikan seluruh bidang, menetapkan target, serta memastikan setiap program berjalan sesuai jadwal.


Pengurus harian perlu segera menyusun peta kekuatan peserta berdasarkan hasil MTQ Kabupaten Sijunjung ke-42. Dari pemetaan tersebut, dapat ditentukan cabang dan golongan yang berpotensi meraih prestasi, peserta yang membutuhkan pembinaan intensif, serta kebutuhan pelatih dan sarana pendukung.


Evaluasi berkala juga harus dilakukan untuk mengetahui perkembangan peserta, hambatan pembinaan, dan efektivitas program yang telah dilaksanakan.


Bidang Pembinaan: Menyiapkan Bibit Unggul Sejak Dini


Bidang Pembinaan memegang peranan penting dalam menyiapkan calon peserta yang mampu bersaing di tingkat provinsi.


Tugasnya meliputi pendataan qari dan qariah, hafiz dan hafizah, mufasir, serta peserta potensial pada seluruh cabang dan golongan MTQ. Selanjutnya, bidang ini perlu menyusun pola pembinaan berdasarkan kemampuan, kebutuhan, dan potensi masing-masing peserta.


Pembinaan hendaknya dilakukan secara berjenjang, mulai dari nagari, kecamatan, hingga kabupaten. Peserta potensial perlu mendapatkan pelatihan rutin, pendampingan pelatih kompeten, evaluasi kemampuan, serta pemusatan latihan menjelang MTQ Provinsi 2027.


Jangan sampai peserta baru dipersiapkan ketika jadwal perlombaan sudah dekat. Pembinaan harus dimulai sekarang, bukan menunggu menjelang keberangkatan.


Bidang Perhakiman: Meningkatkan Mutu dan Objektivitas Penilaian


Bidang Perhakiman bertugas memperkuat kualitas perhakiman melalui peningkatan kompetensi, pemahaman pedoman penilaian, dan penyamaan persepsi sesuai ketentuan MTQ yang berlaku.


Bidang ini juga dapat membantu melakukan evaluasi teknis terhadap hasil penampilan peserta pada MTQ kabupaten, sehingga kekurangan dalam tajwid, fashahah, suara, lagu, hafalan, maupun aspek penilaian lainnya dapat diidentifikasi sesuai cabang masing-masing.


Hasil evaluasi tersebut menjadi masukan berharga bagi bidang pembinaan dan pendidikan serta pelatihan.


Dengan demikian, penilaian bukan sekadar menentukan pemenang, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur kualitas dan memperbaiki kemampuan peserta.


Bidang Penelitian dan Pengembangan: Bekerja Berdasarkan Data


Bidang Penelitian dan Pengembangan perlu menyusun basis data prestasi MTQ Kabupaten Sijunjung dari tahun ke tahun.


Data tersebut mencakup peringkat kabupaten, hasil setiap cabang dan golongan, perkembangan peserta, rekam jejak pelatih, serta faktor yang memengaruhi keberhasilan maupun kegagalan.


Bidang ini juga perlu menganalisis hasil MTQ ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung sebagai bahan menyusun strategi menghadapi persaingan di Pesisir Selatan pada 2027.


Melalui kajian yang terarah, LPTQ dapat menentukan cabang prioritas, memetakan kebutuhan pembinaan, dan menetapkan target yang realistis sekaligus menantang.


Program tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Setiap keputusan pembinaan harus ditopang data, evaluasi, dan perkembangan kemampuan peserta.


Bidang Usaha dan Pendanaan: Memastikan Program Didukung Sumber Daya


Pembinaan yang berkualitas membutuhkan dukungan pendanaan yang terencana dan berkelanjutan.


Bidang Usaha dan Pendanaan bertugas mengidentifikasi kebutuhan biaya program, menyusun rencana pendanaan, serta menjajaki dukungan yang sah dan sesuai ketentuan dari pemerintah daerah maupun sumber lain yang diperbolehkan.


Kebutuhan tersebut mencakup honorarium pelatih sesuai ketentuan, pelatihan peserta, pemusatan latihan, perlengkapan, transportasi, serta kebutuhan teknis lain yang berkaitan dengan persiapan MTQ Provinsi 2027.


Pengelolaan dana harus transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan prestasi. Setiap anggaran hendaknya memiliki sasaran dan indikator keberhasilan yang jelas.


Bidang Pendidikan dan Latihan: Membentuk Peserta yang Siap Bertanding


Bidang Pendidikan dan Latihan bertanggung jawab merancang serta melaksanakan program pelatihan yang sistematis.


Program dapat berupa pelatihan intensif, pembinaan bersama pelatih ahli, simulasi perlombaan, uji kemampuan berkala, serta pemusatan latihan bagi peserta yang telah lolos seleksi.


Materi pelatihan harus disesuaikan dengan karakteristik cabang dan golongan yang diperlombakan. Evaluasi dilakukan secara berkala agar perkembangan peserta dapat diukur dan program pelatihan dapat diperbaiki apabila belum mencapai sasaran.


Selain kemampuan teknis, peserta juga perlu dipersiapkan dari sisi kedisiplinan, mental bertanding, kepercayaan diri, dan kesiapan menghadapi persaingan.


Bidang ini harus bekerja erat dengan Bidang Pembinaan agar peserta yang dipilih benar-benar memperoleh pelatihan sesuai kebutuhan dan potensi mereka.


Bidang Publikasi dan Humas: Membangun Dukungan dan Semangat Bersama


Bidang Publikasi dan Humas berperan menyampaikan program, perkembangan pembinaan, capaian peserta, dan evaluasi kegiatan kepada masyarakat.


Publikasi yang terencana dapat membangun semangat masyarakat untuk mencintai Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan dukungan terhadap perjuangan kafilah Kabupaten Sijunjung.


Bidang ini juga dapat menjalin komunikasi dengan media massa, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai pihak yang berpotensi mendukung pengembangan tilawatil Qur’an.


Pemberitaan hendaknya tidak hanya berfokus pada seremoni dan hasil akhir perlombaan. Proses pembinaan, perjuangan peserta, kiprah pelatih, serta perkembangan prestasi juga penting disampaikan kepada publik.


Dengan komunikasi yang baik, upaya meningkatkan prestasi MTQ dapat menjadi gerakan bersama masyarakat Sijunjung.


Menyatukan Langkah, Menetapkan Target, Mengawal Hasil


Setelah MTQ Kabupaten Sijunjung ke-42 berakhir, seluruh unsur LPTQ perlu segera memasuki tahap persiapan menuju MTQ Provinsi Sumatera Barat 2027.


Ada beberapa langkah prioritas yang perlu dilakukan.


Pertama, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil MTQ kabupaten, termasuk kekuatan dan kelemahan setiap cabang.


Kedua, menyusun basis data peserta potensial dan menetapkan program pembinaan berjenjang.


Ketiga, menetapkan target prestasi yang terukur berdasarkan kemampuan peserta dan hasil evaluasi.


Keempat, menyusun kalender latihan, seleksi, uji kemampuan, serta pemusatan latihan secara terencana.


Kelima, memastikan koordinasi antarbidang berjalan efektif dengan pembagian tanggung jawab dan jadwal kerja yang jelas.


Keenam, melaksanakan evaluasi berkala untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai sasaran.


Keberhasilan strategi ini memerlukan komitmen bersama. Setiap bidang harus bekerja sesuai tugasnya, tetapi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi dan pertukaran informasi menjadi kunci agar seluruh program saling mendukung.


Prestasi MTQ Adalah Tanggung Jawab Bersama


MTQ bukan semata-mata perlombaan untuk memperebutkan piala dan peringkat. Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana membumikan Al-Qur’an, membangun generasi Qur’ani, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai Islam.


Karena itu, peningkatan prestasi harus berjalan seiring dengan penguatan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.


Kabupaten Sijunjung memiliki kesempatan untuk memperbaiki capaian dan meningkatkan daya saing pada MTQ Provinsi Sumatera Barat 2027. Kesempatan itu harus dijawab dengan perencanaan matang, pembinaan konsisten, kerja profesional, serta kesediaan seluruh unsur untuk menjalankan tugas masing-masing.


Bersama kita wujudkan prestasi MTQ Kabupaten Sijunjung. Pembina memberi arah, pengurus harian menggerakkan, setiap bidang bekerja sesuai tugas, pelatih membina dengan sungguh-sungguh, dan peserta berjuang dengan kemampuan terbaiknya.


Dari Sijunjung, mari kita bangun ikhtiar bersama untuk mengantarkan kafilah menuju prestasi yang lebih baik di Pesisir Selatan pada 2027.


Bukan sekadar berharap menjadi juara, melainkan bekerja sungguh-sungguh untuk mewujudkannya.

#GP | Sijunjung | 20 Oktober 2026.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS