PADANG (SUMBAR).GP — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Padang memperkuat peran kader dalam pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TB). Upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Penyuluhan TB yang digelar dalam rangka memperingati Hari Paru Sedunia, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Aia Pacah, Kota Padang, tersebut diikuti kader TP PKK dari seluruh kecamatan se-Kota Padang.
Lomba tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antarkader, tetapi diarahkan sebagai ruang untuk meningkatkan kapasitas kader dalam menyampaikan edukasi kesehatan secara benar, komunikatif, menarik, dan mudah dipahami masyarakat.
Materi penyuluhan difokuskan pada upaya pencegahan penularan TB, pengenalan gejala, pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan, hingga kepatuhan menjalani pengobatan sampai tuntas.
Melalui kegiatan tersebut, kader TP PKK diharapkan mampu menjadi penggerak di tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat untuk mendorong penemuan kasus TB sedini mungkin. Masyarakat yang mengalami gejala juga diharapkan tidak menunda pemeriksaan dan segera mendapatkan penanganan medis.
Ketua TP PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, menegaskan bahwa keberhasilan edukasi kesehatan tidak hanya ditentukan oleh materi yang disampaikan, tetapi juga oleh kemampuan kader menerjemahkan informasi tersebut agar mudah dipahami dan diterapkan masyarakat.
"Lomba ini bukan hanya tentang bagaimana peserta menyampaikan materi, tetapi bagaimana pesan yang diberikan benar-benar dapat dipahami dan diterapkan oleh masyarakat," tegas Dian.
Menurutnya, posisi kader PKK sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan lingkungan masyarakat. Karena itu, kader dituntut tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kemampuan komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan.
"Kader PKK berada dekat dengan keluarga dan masyarakat. Karena itu, kemampuan kader dalam memberikan edukasi kesehatan sangat penting agar informasi tentang TB dapat diterima dengan baik dan mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan," ujarnya.
Dian berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial atau perlombaan semata. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kader selama kegiatan diharapkan diteruskan melalui penyuluhan di lingkungan masing-masing.
"Kita berharap setelah mengikuti lomba ini, para kader tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi membawa pengetahuan dan pengalaman yang didapat untuk terus memberikan penyuluhan di lingkungan masing-masing," katanya.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kesehatan paru sekaligus mempercepat upaya pencegahan dan penanganan TB.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua II TP PKK Kota Padang, Nova Raju Minropa, serta para peserta TP PKK dari seluruh kecamatan se-Kota Padang.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar