Sijunjung (SUMBAR).GP- Taman Bacaan Masyarakat (TBM) "Cadiak Rumah Baca Sijunjung" kembali menghadirkan kegiatan penguatan kapasitas bagi pegiat literasi melalui "Workshop Menulis Cerita bagi Pegiat Literasi" yang berlangsung selama dua hari, tepatnya 29–30 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar di Cadiak Rumah Baca Sijunjung tersebut terlaksana dengan dukungan "Bantuan Pemerintah Apresiasi bagi Komunitas Literasi Tahun 2026"
Workshop menghadirkan dua narasumber yang memiliki latar belakang berbeda dalam dunia kebahasaan dan kepenulisan. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dan pendampingan dari "Joni Syahputra" dari Balai Pengembangan Bahasa Provinsi Sumatera Barat. Sementara pada hari kedua, peserta belajar bersama "Wulan Mulya Pratiwi" seorang penulis nasional.
Founder sekaligus Ketua Pengelola Cadiak Rumah Baca Sijunjung, "Sri Hastuti, M.Pd", bersama panitia dan relawan Cadiak Rumah Baca Sijunjung turut terlibat dalam penyelenggaraan dan pendampingan peserta selama kegiatan berlangsung.
###Belajar Menulis dengan Suasana Menyenangkan
Workshop dikemas dalam suasana yang hangat, interaktif, dan menyenangkan. Para peserta yang merupakan pegiat literasi tidak hanya mendapatkan materi mengenai kepenulisan, tetapi juga diajak untuk menggali ide, mengembangkan gagasan, membangun tokoh dan alur cerita, serta menuangkan pengalaman dan imajinasi ke dalam bentuk tulisan.
Kehadiran dua narasumber selama dua hari memberikan pengalaman belajar yang beragam bagi peserta. Hari pertama menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman dan wawasan mengenai penulisan cerita, sementara hari kedua peserta mendapatkan pengalaman dari perspektif seorang penulis yang berkecimpung langsung dalam dunia kepenulisan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi berlangsung aktif, peserta tidak ragu menyampaikan pertanyaan, serta saling memberikan tanggapan terhadap proses kreatif yang sedang mereka jalani.
Bagi para pegiat literasi, kesempatan tersebut menjadi ruang penting untuk tidak hanya mengelola kegiatan membaca di komunitas, tetapi juga mengembangkan kemampuan menghasilkan karya yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas literasi.
### Berakhir dengan Karya
Salah satu capaian utama workshop ini adalah seluruh peserta berhasil menyelesaikan penulisan sebuah "Cerpen" sebagai tugas akhir kegiatan.
Proses menyelesaikan cerpen menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta. Ide yang semula masih berupa gagasan sederhana dikembangkan melalui proses belajar dan pendampingan hingga menjadi sebuah cerita yang utuh.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa workshop tidak berhenti pada pemberian materi. Peserta mendapatkan kesempatan untuk langsung mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan.
“Yang paling membahagiakan adalah melihat peserta tidak hanya pulang membawa materi, tetapi juga membawa hasil karya. Semua peserta berhasil menyelesaikan cerpen. Ini menjadi bukti bahwa ketika pegiat literasi diberikan ruang untuk belajar, berproses, dan didampingi, mereka mampu menghasilkan karya,” ujar Sri Hastuti, M.Pd yang baru saja diamanahi sebagai Kepala SMKN 3 Sijunjung
Menurut Sri Hastuti, kemampuan menulis penting dimiliki oleh para pegiat literasi karena mereka dapat menjadi penggerak lahirnya budaya baca dan tulis di tengah masyarakat.
“Pegiat literasi bukan hanya mengajak orang lain membaca. Mereka juga perlu memiliki kemampuan untuk menulis, bercerita, dan menghasilkan karya. Dengan begitu, gerakan literasi dapat terus berkembang dan memiliki banyak bentuk,” tambahnya.
### Memperkuat Gerakan Literasi dari Komunitas
Workshop Menulis Cerita ini menjadi bagian dari upaya Cadiak Rumah Baca Sijunjung dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan komunitas literasi.
Cadiak Rumah Baca Sijunjung memandang komunitas literasi tidak hanya membutuhkan akses terhadap buku dan kegiatan membaca, tetapi juga membutuhkan penggerak yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan kemampuan menghasilkan karya.
Dukungan melalui Bantuan Pemerintah Apresiasi bagi Komunitas Literasi 2026 menjadi kesempatan bagi Cadiak Rumah Baca Sijunjung untuk menghadirkan kegiatan peningkatan kapasitas yang dapat memberikan manfaat langsung kepada para pegiat literasi.
Selama dua hari, para peserta tidak hanya memperoleh ilmu baru, tetapi juga mendapatkan pengalaman berproses bersama, berdiskusi, bertukar gagasan, dan menyelesaikan sebuah karya.
Kegiatan ditutup dengan semangat dan kepuasan peserta yang merasa mendapatkan ilmu serta pengalaman berharga dari kedua narasumber.
Bagi Cadiak Rumah Baca Sijunjung, lahirnya cerpen dari tangan para pegiat literasi tersebut bukan sekadar hasil akhir sebuah pelatihan. Lebih dari itu, karya-karya tersebut menjadi awal dari tumbuhnya keberanian untuk terus menulis dan menghadirkan cerita-cerita baru dari komunitas literasi.
"Dari ruang kecil di Cadiak Rumah Baca Sijunjung, ide-ide tumbuh, cerita ditulis, dan gerakan literasi terus bergerak melalui karya"
**(*/Cadiak Rumah Baca Sijunjung)**
#GP | Herman | Tuti






Tidak ada komentar:
Posting Komentar