PADANG (SUMBAR).GP — Ambisi Kota Padang menembus panggung gastronomi dunia mulai diarahkan tidak hanya melalui pembenahan infrastruktur dan ekosistem kuliner, tetapi juga lewat strategi komunikasi dan penguatan promosi daerah.
Hal itu mengemuka saat Wali Kota Padang Fadly Amran menjamu Direktur Utama Garuda TV Fahmi M. Anwari bersama jajaran Board of Directors (BoD) dalam jamuan makan malam di Rumah Gadang Baiturrahmah, Rabu (16/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membicarakan peluang kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang dan Garuda TV, terutama dalam produksi konten dan promosi potensi daerah.
Bagi Padang, momentum ini datang ketika kota tersebut tengah mengikuti seleksi nasional Kota Kreatif UNESCO bidang Gastronomy. Padang masuk dalam enam daerah yang mengikuti proses seleksi. Selanjutnya, dua daerah akan dipilih untuk mewakili Indonesia dalam proses pemilihan UNESCO.
Fadly melihat peluang tersebut lebih jauh dari sekadar predikat atau pengakuan internasional. Jika berhasil, status sebagai kota gastronomi diharapkan mampu menjadi pintu masuk bagi penguatan ekonomi lokal sekaligus memperluas daya tarik Padang sebagai destinasi wisata.
“Kami berharap kolaborasi dengan Garuda TV dapat terus dikembangkan melalui berbagai ide kreatif sebagai upaya mendukung Padang menuju kota gastronomi dunia. Insyaallah kita optimis dapat menjadi kota kreatif dunia,” ujar Fadly.
Menurutnya, pengembangan gastronomi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Efek berganda yang diharapkan mencakup pertumbuhan UMKM, industri kuliner, pariwisata dan perhotelan, hingga peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
Karena itu, Pemko Padang mulai menyiapkan sejumlah infrastruktur dan sarana pendukung untuk membangun ekosistem kuliner yang lebih tertata.
Salah satu langkah yang sedang dilakukan adalah penataan pedagang kaki lima di kawasan tepi laut sekitar Masjid Al-Hakim. Para pedagang tersebut nantinya akan diarahkan ke pusat kuliner baru.
“Kita menyiapkan pusat kuliner baru bagi para pedagang tersebut,” kata Fadly.
Langkah itu menunjukkan bahwa agenda gastronomi tidak semata-mata berbicara tentang makanan. Di dalamnya terdapat persoalan penataan kota, pemberdayaan pelaku usaha, pariwisata, identitas budaya, hingga bagaimana produk lokal dikemas menjadi daya tarik yang mampu bersaing di tingkat lebih luas.
Media Jadi Bagian dari Strategi Branding
Di titik inilah peran media menjadi penting.
Direktur Utama Garuda TV Fahmi M. Anwari menyatakan pihaknya terbuka untuk mengembangkan kerja sama dengan Pemko Padang dalam bidang komunikasi publik dan produksi konten.
“Garuda TV sangat terbuka untuk mengembangkan kerja sama dengan Pemerintah Kota Padang dalam bidang komunikasi publik dan produksi konten,” ujar Fahmi.
Fahmi menjelaskan, Garuda TV memiliki kewajiban menghadirkan konten lokal dari daerah-daerah tempat mereka bersiaran. Menurutnya, perkembangan komunikasi publik kini semakin bergeser ke format konten visual dan dokumenter yang mampu mengangkat program, aktivitas, serta potensi daerah.
“Tren komunikasi publik saat ini semakin mengarah pada produksi konten dokumenter yang mengangkat keberhasilan program dan aktivitas di daerah. Konten tersebut dapat menjadi aset digital sekaligus media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih menarik,” jelasnya.
Bagi Padang, kerja sama semacam itu membuka ruang baru untuk mengemas kekayaan kuliner, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, serta berbagai program pembangunan ke dalam narasi yang lebih kuat dan mudah menjangkau publik.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Tommy TRD, Kabag Umum Diko Eka Putra, Kabag Prokopim Junie Nursyamza, serta jajaran Board of Directors Garuda TV. Rombongan Garuda TV berjumlah sekitar 18 orang.
Dari Padang untuk Panggung Nasional
Agenda penguatan komunikasi dan promosi daerah tersebut berlangsung pada hari yang sama dengan kegiatan “Indonesia Punya Kamu” Universitas Andalas–Garuda TV: Dari Andalas untuk Nusantara di Auditorium Universitas Andalas.
Dalam sesi Kuliah Umum Think+, Fadly Amran tampil sebagai salah satu narasumber bersama Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan satu hal: upaya membawa potensi Padang ke ruang publik yang lebih luas tidak cukup hanya dengan membangun destinasi dan infrastruktur.
Potensi tersebut juga harus memiliki cerita, kemasan, identitas, dan panggung.
Dan dalam persaingan kota-kota kreatif dunia, cara sebuah daerah menceritakan dirinya kepada publik bisa menjadi bagian penting dari perjalanan menuju pengakuan internasional.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar