Sijunjung(SUMBAR).GP— Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat (FKSS) Kabupaten Sijunjung, Fajar Seftrian, mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Sijunjung sebagai kabupaten sehat. Menurutnya, predikat kabupaten sehat tidak cukup hanya dibangun melalui sektor kesehatan, tetapi harus ditopang berbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi FKSS Kabupaten Sijunjung, di ruang rapat Bapppeda Sijunjung, Jumat (11/9/2026.
Rapat tersebut sekaligus menjadi momentum mengevaluasi capaian yang belum terpenuhi dan mempersiapkan langkah FKSS ke depan.
Fajar mengatakan, salah satu agenda penting yang perlu dibangun adalah narasi bersama mengenai “Sumatera Barat Sehat”, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Menurutnya, kesehatan masyarakat tidak bisa hanya dibebankan kepada jajaran kesehatan. Ada persoalan lingkungan, pengelolaan sampah, kesiapsiagaan bencana, hingga keterlibatan masyarakat dan pemerintah nagari yang harus berjalan secara bersamaan.
“Kalau kita bicara kabupaten sehat, tidak mungkin sebuah kabupaten sehat tanpa ada pengolahan sampah. Orang sebanyak itu, masa sampah dibuang begitu saja. Itu menjadi masalah,” tegas Fajar.
Pengelolaan Sampah Jadi Perhatian
Fajar menempatkan pengelolaan sampah sebagai salah satu indikator penting dalam mewujudkan kabupaten sehat. Karena itu, ia mendorong koordinasi lebih intensif dengan perangkat daerah yang menangani lingkungan dan kebersihan.
Menurutnya, sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap kualitas kesehatan masyarakat. Jika lingkungan sehat, maka upaya mewujudkan masyarakat sehat akan jauh lebih mudah.
Karena itu, ke depan FKSS diharapkan tidak bekerja sendiri. Forum perlu duduk bersama dengan perangkat daerah terkait untuk menentukan titik-titik prioritas yang harus dioptimalkan.
Selain sektor pengelolaan sampah dan lingkungan hidup, Fajar juga menyoroti peran BPBD, terutama dalam aspek kesiapsiagaan menghadapi bencana, penanganan pascabencana dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami berharap ada pertemuan dengan seluruh pihak, dengan titik berat bagaimana kita mengoptimalkan seluruh sektor, terutama lingkungan dan BPBD,” ujarnya.
MoU Ada, Implementasi Jangan Berhenti di Atas Kertas
Fajar juga mengungkapkan bahwa kerja sama lintas daerah sebenarnya bukan sesuatu yang baru bagi Sijunjung. Sejumlah kerja sama terkait kebencanaan maupun pengelolaan sampah telah pernah dibangun.
Namun, tantangannya berada pada tahap implementasi.
Ia menilai setiap kesepakatan harus ditindaklanjuti melalui koordinasi teknis yang jelas agar tidak berhenti sebatas dokumen kerja sama.
“MoU-nya ada. Tetapi pelaksanaannya belum. Karena harus ada koordinasi, efisiensi dan sebagainya,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi agar kerja sama yang telah dibangun dapat benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
Perkuat Peran Nagari
Di sisi lain, Fajar menilai keterlibatan nagari juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kabupaten sehat. Jika kebijakan kesehatan di tingkat kabupaten relatif lebih mudah dikoordinasikan melalui perangkat daerah, tantangan berikutnya adalah memastikan indikator kesehatan juga berjalan di tingkat nagari.
Karena itu, menurutnya, intervensi terhadap nagari perlu dilakukan secara bertahap melalui program-program yang menyentuh langsung masyarakat, termasuk pemberdayaan pemuda dan gerakan hidup sehat.
“Secara umum nagari saya kira mudah kita sentuh,” ujarnya.
Fajar berharap Rakor FKSS ini menjadi titik awal untuk memperkuat kembali kerja bersama lintas sektor. Bukan hanya mengejar predikat atau penghargaan, tetapi memastikan konsep kabupaten sehat benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat.
Baginya, kabupaten sehat harus dibuktikan melalui lingkungan yang sehat, pengelolaan sampah yang baik, kesiapsiagaan bencana, serta masyarakat yang semakin sadar dan mandiri menjaga kesehatan.
Dengan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, OPD, nagari dan masyarakat, FKSS Sijunjung optimistis capaian ke depan dapat terus ditingkatkan sekaligus memperkuat posisi Sijunjung dalam kontestasi Kabupaten/Kota Sehat tingkat Sumatera Barat," tutupnya.
#GP | Herman.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar