Sijunjung (SUMBAR).GP- Direktur Utama PT Bintang Parenting Smart Academy (BPSA) Sumbar, Eki Marlinton, S.Pd.I.,M.Pd, CT berikan pencerahan bekal menghadapi "Pensiun Bermakna" kepada 65 orang calon pensiunan ASN Pemda Kabupaten Sijunjung di Balairung Lansek Manih Kantor Bupati, Muaro, Senin (14/9/2026)
Kegiatan sosialisasi dan edukasi itu dihadiri oleh Kepala Kantor Taspen Cabang Padang, Khabul Wibowo, Kepala Bank Mandiri Taspen (Mantap) Cabang Padang, Muhardi, Sekdakab Sijunjung Jaheri, S.Sos. M.Si dan Kepala BKPSDM Sijunjung, Muhadiris,S.P.,M.E.
Eki Marlinton yang juga Kepala MTs Muhammadiyah Tanjung Ampalu itu menyampaikan, memasuki masa purnatugas bukan berarti berakhirnya pengabdian. Justru, masa pensiun dapat menjadi fase baru untuk memperluas manfaat, memperkuat keluarga, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta menikmati kehidupan yang selama ini dibangun melalui perjalanan panjang sebagai aparatur.
Di hadapan para calon pensiunan, Eki menekankan pentingnya mempersiapkan masa pensiun secara menyeluruh. Menurutnya, pensiun tidak cukup hanya dipersiapkan dari sisi administrasi dan keuangan, tetapi juga membutuhkan kesiapan spiritual, mental, kesehatan, serta hubungan sosial.
Ia merangkum persiapan tersebut dalam sejumlah bekal penting yang harus dimiliki calon pensiunan.
Pertama, komitmen terhadap keluarga.
Menurut Eki, keluarga harus menjadi salah satu prioritas utama ketika seseorang memasuki masa pensiun. Setelah puluhan tahun menjalankan tugas dan tanggung jawab kedinasan, masa pensiun menjadi momentum untuk memberikan lebih banyak waktu, perhatian dan kebersamaan kepada pasangan, anak maupun keluarga besar.
Kedua, penguatan spiritual atau religious grounding.
Eki mengingatkan agar masa pensiun diisi dengan peningkatan kualitas ibadah, rasa syukur dan keikhlasan serta semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Pensiun bukan akhir dari pengabdian, tetapi kesempatan untuk memperluas makna hidup,” menjadi pesan penting yang ditekankan dalam pembekalan tersebut.
Ketiga, kesiapan mental dan emosional atau tools for personal resilience.
Menurut Eki, salah satu tantangan terbesar ketika memasuki masa pensiun adalah perubahan identitas. Selama bertahun-tahun, seseorang terbiasa dikenal melalui jabatan, pekerjaan dan institusi tempatnya mengabdi.
Namun setelah pensiun, identitas seseorang tidak lagi ditentukan oleh jabatan.
Karena itu, calon pensiunan perlu membangun kembali rasa percaya diri berdasarkan pengalaman, nilai-nilai kehidupan, keluarga dan berbagai bentuk kontribusi yang masih bisa diberikan kepada masyarakat.
Keempat, bekal kesehatan atau health essentials.
Eki menegaskan, kesehatan merupakan modal utama untuk menikmati masa pensiun. Para calon pensiunan diminta menjaga pola makan, berolahraga secara teratur, mendapatkan tidur yang cukup serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Jangan sampai ketika waktu untuk menikmati masa pensiun sudah tersedia, justru kesehatan tidak mendukung,” menjadi pesan yang relevan dalam mempersiapkan fase kehidupan setelah purnatugas.
Kelima, kesiapan finansial atau financial resources.
Eki mengingatkan calon pensiunan agar sejak dini mempersiapkan sumber penghasilan setelah tidak lagi menerima penghasilan aktif seperti ketika masih bekerja.
Pengelolaan pengeluaran harus dilakukan secara bijak, menghindari utang konsumtif dan menyiapkan dana khusus untuk kebutuhan kesehatan maupun kondisi darurat.
Menurutnya, kesiapan finansial akan memberikan rasa aman sekaligus membantu para pensiunan menjalani kehidupan secara lebih mandiri.
Keenam, memperkuat aset sosial atau social assets.
Masa pensiun, kata Eki, jangan sampai membuat seseorang kehilangan ruang interaksi sosial.
Hubungan dengan pasangan, anak, saudara, sahabat dan lingkungan harus tetap dirawat. Justru setelah memasuki masa pensiun, jaringan sosial tersebut menjadi sangat penting agar seseorang tetap merasa dibutuhkan, dihargai dan memiliki ruang untuk berkontribusi.
Dengan enam bekal tersebut, Eki mengajak para calon pensiunan Pemkab Sijunjung melihat pensiun bukan sebagai titik berhenti, melainkan sebagai babak baru kehidupan.
Selama puluhan tahun, mereka telah mengabdikan tenaga dan pikiran untuk pemerintahan dan masyarakat. Setelah purnatugas, pengabdian itu dapat dilanjutkan dalam bentuk yang berbeda—melalui keluarga, kegiatan sosial, keagamaan, komunitas maupun aktivitas produktif lainnya.
“Jabatan boleh berakhir, tetapi pengabdian dan kebermanfaatan tidak boleh berhenti.”
Pembekalan tersebut diharapkan memberikan perspektif baru kepada para calon pensiunan Pemkab Sijunjung agar memasuki masa purnatugas dengan lebih siap, tenang, sehat, mandiri dan tetap produktif.
Kalau ada jumlah pasti calon pensiunan dan nama pejabat yang membuka/menutup kegiatan, saya bisa masukkan agar beritanya lebih lengkap dan terasa seperti rilis utama portal nasional.
#GP | Herman.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar