PADANG PANJANG (SUMBAR).GP — Persoalan kependudukan tak lagi cukup dipandang sebatas angka pertumbuhan penduduk, statistik kelahiran, atau data keluarga. Di balik angka-angka itu ada generasi muda yang hari ini sedang menentukan pendidikan, kesehatan, pilihan hidup, hingga masa depan keluarganya.
Kesadaran itulah yang ingin diperkuat Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang melalui Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Pemko mendorong kepala sekolah SLTP dan SLTA, baik negeri maupun swasta, agar menjadikan isu kependudukan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan perencanaan masa depan peserta didik.
Penguatan program tersebut dilakukan melalui kegiatan yang digelar di Hotel Rangkayo Basa, Rabu (9/9/2026). Kegiatan dibuka Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, didampingi Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKBPPPA) Winarno.
Dalam sambutannya, Allex mengatakan, pembangunan kependudukan pada hakikatnya berbicara tentang manusia. Karena itu, pendekatan kependudukan harus diarahkan tidak hanya pada bagaimana membaca data, tetapi juga bagaimana mempersiapkan manusia yang berada di balik data tersebut.
“Ketika berbicara mengenai kependudukan, yang terbayang sering kali hanya angka jumlah penduduk dan berbagai data statistik. Padahal, di balik angka tersebut terdapat anak-anak yang sedang tumbuh, remaja yang tengah menentukan pilihan hidup, serta keluarga yang membangun masa depannya,” ujar Allex.
Menurut dia, generasi muda membutuhkan bekal yang lebih luas daripada sekadar kemampuan akademik. Mereka perlu memiliki pengetahuan untuk merencanakan pendidikan, menentukan pilihan hidup, menjaga kesehatan, memahami kehidupan berkeluarga, serta mempersiapkan masa depan.
“Kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara akademik. Mereka juga harus memahami bagaimana merencanakan pendidikan, menentukan pilihan hidup, menjaga kesehatan, membangun keluarga, dan mempersiapkan masa depannya,” katanya.
Allex menegaskan, pembekalan tersebut tidak bisa menunggu hingga seseorang memasuki usia dewasa. Sekolah justru menjadi ruang strategis untuk menanamkan pengetahuan dan kesadaran tersebut sejak dini.
“Pembekalan untuk hal itu harus dimulai sejak sekarang, dan di sinilah pentingnya Program SSK ini,” ujarnya.
Sekolah Jadi Titik Strategis
Allex menyebutkan, anak-anak yang saat ini berada di bangku sekolah merupakan generasi yang akan mengambil peran penting dalam menentukan wajah Padang Panjang pada 2045 mendatang.
Karena itu, menurutnya, kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan pembangunan kesadaran kependudukan. Generasi masa depan tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab terhadap dirinya, keluarga, dan lingkungan sosialnya.
“Sekolah mempunyai posisi yang sangat penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan cara berpikir anak-anak kita,” tuturnya.
Ia berharap penguatan SSK tidak berhenti pada kegiatan pelatihan bagi kepala sekolah. Pengetahuan yang diperoleh harus diterjemahkan menjadi program konkret di masing-masing satuan pendidikan.
Pemko juga mendorong agar materi kependudukan dapat diintegrasikan dengan proses pembelajaran sehingga isu seperti perencanaan masa depan, kesehatan, keluarga, dan kualitas sumber daya manusia tidak menjadi pengetahuan yang berdiri sendiri.
“Setelah pelatihan ini, kita berharap Program SSK dapat ditindaklanjuti di masing-masing sekolah dan materi kependudukan dapat dikaitkan dengan proses pembelajaran,” kata Allex.
Dengan pendekatan tersebut, Program Sekolah Siaga Kependudukan diharapkan menjadi salah satu instrumen Pemko Padang Panjang dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dalam menentukan arah kehidupannya.
Sebab, kualitas masa depan sebuah daerah pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak penduduk yang dimilikinya, tetapi oleh seberapa berkualitas manusia yang tumbuh di dalamnya.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar