35 Pesawat Asing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalimantan, Ada Armada dari Rusia dan AS - Go Parlement | Portal Berita

35 Pesawat Asing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalimantan, Ada Armada dari Rusia dan AS

Kamis, September 03, 2026

 



Jakarta(DKI). GP- Pemerintah mengerahkan tambahan armada udara untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memberikan izin kepada 35 pesawat asing untuk membantu operasi pemadaman.


Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan keterlibatan pesawat asing diperlukan karena penanganan karhutla saat ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Armada tersebut digunakan untuk memperkuat operasi pemadaman dari udara.


Dudy menjelaskan pemerintah membutuhkan berbagai sarana yang dapat membantu mengatasi kebakaran. Beberapa jenis pesawat yang dibutuhkan tidak tersedia dalam jumlah memadai di Indonesia sehingga harus didatangkan dari luar negeri.


Menurut Dudy, pesawat-pesawat tersebut didatangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Setelah berada di Indonesia, Kemenhub memberikan izin penerbangan agar armada dapat digunakan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla.


"Pada intinya, kita akan selalu mendukung apa yang menjadi prioritas. Seperti penanganan kebakaran ini kan menjadi prioritas utama pada saat ini," ujar Dudy.


Sebanyak 35 pesawat asing tersebut berasal dari sejumlah negara. Di antaranya adalah Rusia, Amerika Serikat, Australia, Ukraina, Selandia Baru, Laos, Vietnam, dan Kanada.


Kemenhub menyebut terdapat 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC) dari delapan negara yang terlibat dalam operasi tersebut. Total armada yang digunakan dalam misi ini mencapai 36 helikopter berdasarkan data operator yang disampaikan Kemenhub.


Mayoritas armada yang digunakan berupa helikopter. Pesawat jenis tersebut dinilai efektif untuk melakukan pemadaman dari udara karena dapat menjangkau lokasi kebakaran dan melakukan pengambilan serta penjatuhan air secara lebih fleksibel.


Dudy memastikan izin penerbangan bagi armada asing tersebut telah diberikan. Pesawat-pesawat itu juga telah mulai beroperasi untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan.


Operasi pemadaman dari udara menjadi penting karena kondisi karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan cukup sulit ditangani hanya dengan pemadaman dari darat. Dukungan pesawat memungkinkan petugas menjangkau titik api yang berada di kawasan sulit diakses.


Pemerintah sebelumnya juga meningkatkan berbagai upaya untuk mengendalikan karhutla, termasuk operasi modifikasi cuaca dan pengerahan personel di wilayah terdampak. Penggunaan armada udara menjadi bagian dari strategi untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api meluas.


Keterlibatan negara-negara asing dalam penanganan karhutla menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap dukungan peralatan pemadaman udara. Pemerintah memilih mendatangkan armada yang belum tersedia atau belum mencukupi di dalam negeri agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.


Selain memadamkan titik api, pengendalian karhutla juga diperlukan untuk mengurangi dampak asap terhadap masyarakat. Kebakaran hutan dan lahan dapat menurunkan kualitas udara serta mengganggu aktivitas warga di daerah terdampak.


Pemerintah berharap tambahan 35 pesawat asing tersebut dapat membantu mempercepat penanganan karhutla di Kalimantan. Operasi udara akan dilakukan bersamaan dengan upaya pemadaman dari darat yang melibatkan berbagai instansi.


Dengan dukungan armada dari Rusia hingga Amerika Serikat serta negara lainnya, pemerintah berupaya menekan jumlah titik api dan mencegah kebakaran semakin meluas. Penanganan cepat dinilai penting untuk mengurangi dampak lingkungan, kesehatan, dan sosial akibat karhutla.


#GP | DF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS