Prabowo Sebut 121 Kebijakan Transformatif & Swasembada Pangan Dalam Pidato Kenegaraan - Go Parlement | Portal Berita

Prabowo Sebut 121 Kebijakan Transformatif & Swasembada Pangan Dalam Pidato Kenegaraan

Jumat, Agustus 14, 2026

 


Bukittinggi (SUMBAR), GP - Di tengah gejolak global yang masih membayangi, Presiden RI Prabowo Subianto memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap aman dan terkendali. Hal itu ditegaskan dalam Pidato Kenegaraan HUT RI ke-81 yang disimak serentak di seluruh daerah, termasuk di DPRD Bukittinggi.


Gedung DPRD Kota Bukittinggi menggelar rapat paripurna istimewa untuk mendengarkan pidato tersebut, Jumat (14/8/2026). Paripurna dihadiri jajaran Forkopimda, Sekda, dan Kepala SKPD, namun gaung pidatonya berskala nasional.


Ketua DPRD Bukittinggi Syaiful Effendi menyebutkan, agenda mendengarkan pidato Presiden memang rutin setiap tahun. Namun momentum HUT ke-81 tahun ini menjadi pengingat pentingnya kembali ke semangat persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa.


Presiden Prabowo dalam pidatonya membeberkan empat kompas utama yang menjadi pedoman Kabinet Merah Putih selama 21 bulan pemerintahannya berjalan. Pertama, menjalankan amanat konstitusi UUD 1945 secara konsekuen.


Kedua, menjaga kepentingan nasional yang bersifat vital agar tidak tergadaikan oleh kepentingan global. Ketiga, mengatasi kesulitan rakyat dengan cara yang cepat dan terukur, bukan bertele-tele.


Dan keempat, seluruh kebijakan harus selalu berorientasi pada kepentingan rakyat, khususnya anak-anak dan generasi penerus bangsa sebagai pemilik masa depan Indonesia.


Selama 21 bulan tersebut, Presiden mengklaim telah menuntaskan sejumlah persoalan krusial bangsa melalui 121 kebijakan transformatif yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak.


Salah satu capaian yang disorot adalah soal pangan. Presiden menyebut swasembada pangan berhasil dicapai hanya dalam waktu satu tahun, dengan memangkas 145 regulasi penyaluran pupuk yang selama ini mempersulit petani. Saat ini Indonesia disebut telah swasembada untuk 8 komoditas pangan.


Tidak hanya pangan, swasembada energi juga mulai menunjukkan hasil melalui implementasi diesel B50. Program prioritas lain seperti makan bergizi gratis, penyaluran bansos berbasis digital, dan hilirisasi industri juga terus digenjot.


Di tengah situasi dunia yang diwarnai konflik geopolitik, perang dagang, hingga gangguan rantai pasok global, Presiden menyampaikan data ekonomi yang cukup mengejutkan.


Sepanjang 2025, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.931 triliun dengan penyerapan 2,7 juta tenaga kerja baru. Tren positif itu berlanjut di semester I 2026, di mana investasi sudah tembus Rp1.010 triliun dan membuka 1,4 juta lapangan kerja.


Capaian tersebut, menurut Presiden, menjadi bukti bahwa mesin investasi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia masih bergerak positif di tengah ketidakpastian global. Paripurna di Bukittinggi pun berakhir dengan catatan optimisme tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS