Milad ke-16 Lazismu Sumbar, Sekretaris DPP Tekankan Kepercayaan Publik dan Pelayanan Terbaik bagi Muzaki-Mustahik - Go Parlement | Portal Berita

Milad ke-16 Lazismu Sumbar, Sekretaris DPP Tekankan Kepercayaan Publik dan Pelayanan Terbaik bagi Muzaki-Mustahik

Kamis, Agustus 20, 2026

 


Padang,(SUMBAR).GP- Peringatan Milad ke-16 Lazismu Provinsi Sumatera Barat menjadi momentum untuk memperkuat gerakan filantropi Muhammadiyah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak dan sedekah.


Sekretaris DPP Lazismu Gunawan Hidayat,S.T., M.T dalam sambutannya pada peringatan Milad ke 16 tahun 2026 di Auditorium Gubernuran Sumbar,  mengungkapkan, perjalanan Lazismu memiliki keterkaitan erat dengan sejarah panjang gerakan kemanusiaan Muhammadiyah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan dan terdampak bencana.

Ia menyebut, sejarah tersebut antara lain dapat ditelusuri dari berbagai respons Muhammadiyah terhadap peristiwa bencana pada masa lalu.


“Peristiwa itu hampir sama. Peristiwa uniknya terjadi pada tahun 1929, ketika terjadi letusan gunung, sehingga Muhammadiyah membentuk sebuah komite yang melakukan pendampingan dan pelayanan,” ujarnya.


Menurutnya, dari berbagai gerakan kemanusiaan tersebut kemudian berkembang sebuah gerakan yang lebih terorganisasi. Salah satunya melalui pembentukan Pusat Penolong Kesengsaraan Oemoem (PPKO), yang menjadi bagian penting dari sejarah pelayanan sosial Muhammadiyah.


Gerakan tersebut hadir untuk memberikan respons terhadap berbagai bencana dan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.


“Setiap ada peristiwa bencana, peristiwa-peristiwa yang mendorong orang untuk mengatasi tragedi bangsa dan negara, Muhammadiyah hadir memberikan pelayanan,” katanya.


Ia menilai semangat kemanusiaan tersebut menjadi salah satu akar penting lahir dan berkembangnya gerakan Lazismu hingga saat ini, termasuk Lazismu di Sumatera Barat.


Kepercayaan Publik Jadi Modal Utama


Dalam kesempatan itu, Sekretaris DPP Lazismu juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama bagi lembaga pengelola zakat.


Ia menyebut, kepercayaan terhadap lembaga seperti Lazismu tidak datang secara otomatis. Kepercayaan harus dibangun melalui proses panjang, tata kelola yang baik, transparansi, akuntabilitas dan pelayanan yang konsisten.


“Kepercayaan masyarakat itu tidak satu sumbernya. Kepercayaan itu dibangun melalui proses,” katanya.


Ia mengakui bahwa mengelola lembaga zakat bukanlah pekerjaan mudah. Berbagai regulasi, audit, pemeriksaan dan mekanisme pengawasan harus dilalui agar lembaga tetap berjalan sesuai ketentuan.


Karena itu, capaian tata kelola yang diperoleh Lazismu menjadi bagian penting yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.


Ia menyebut Lazismu telah melalui berbagai proses evaluasi dan pemeriksaan dengan hasil yang baik, sebagai bukti bahwa tata kelola lembaga terus dibangun secara serius.


Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan, bukan alasan untuk berhenti berinovasi.


Muzaki dan Mustahik Harus Jadi Fokus Utama


Lebih jauh, Sekretaris DPP Lazismu memberikan pesan khusus kepada seluruh jajaran Lazismu, mulai dari badan pengurus, pengawas syariah hingga manajemen di berbagai tingkatan.


Ia menegaskan bahwa seluruh unsur Lazismu harus menempatkan pelayanan kepada muzaki dan mustahik sebagai prioritas utama.

“Satu pesan saya kepada Lazismu. Semua jajaran, mulai dari badan pengurus, pengawas syariah, manajer area, manajer, semuanya fokus dulu kepada pelayanan customer terbaik kepada muzaki dan mustahik,” tegasnya.


Menurutnya, muzaki sebagai pihak yang menunaikan zakat harus mendapatkan pelayanan terbaik sehingga semakin percaya menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui Lazismu.


Sementara mustahik juga harus memperoleh pelayanan yang bermartabat, tepat sasaran dan mampu mendorong mereka keluar dari persoalan yang dihadapi.


Dengan demikian, keberadaan Lazismu tidak hanya diukur dari kemampuan menghimpun dana umat, tetapi juga dari kualitas pelayanan serta dampak nyata yang diberikan kepada masyarakat.


Ia berharap Milad ke-16 Lazismu Sumatera Barat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh jajaran dan meningkatkan kualitas gerakan filantropi Muhammadiyah.


“Semoga kita terus bisa berdiskusi dan bersama-sama memperkuat gerakan ini,” pungkasnya.


Peringatan Milad ke-16 Lazismu Sumbar pun diharapkan menjadi titik penguatan komitmen untuk menghadirkan lembaga filantropi yang semakin profesional, terpercaya dan berorientasi pada kemanfaatan umat.


Dari sejarah pelayanan kemanusiaan Muhammadiyah, Lazismu ditantang untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui tata kelola yang baik dan pelayanan terbaik bagi muzaki serta mustahik.


#GP | Herman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS