Desil DTSEN 1-10 Jadi Acuan Bansos dan Pertalite, Begini Cara Mengetahui Posisi Keluarga - Go Parlement | Portal Berita

Desil DTSEN 1-10 Jadi Acuan Bansos dan Pertalite, Begini Cara Mengetahui Posisi Keluarga

Kamis, Agustus 20, 2026

 



Jakarta(DKI). GP– Istilah desil 1 sampai 10 kini semakin banyak diperbincangkan karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah dalam menentukan sasaran bantuan sosial (bansos) dan rencana penataan subsidi bahan bakar minyak (BBM), termasuk Pertalite. Pengelompokan ini digunakan untuk melihat posisi kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.

Desil merupakan pembagian masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Kelompok tersebut disusun dari posisi ekonomi paling rendah hingga paling tinggi. Data ini menjadi bagian dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar dalam menjalankan berbagai program sosial.

Secara sederhana, semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan keluarga dalam pemeringkatan. Sebaliknya, semakin besar angka desil menunjukkan posisi kesejahteraan yang relatif lebih tinggi. Karena itu, desil 1 berada pada kelompok terbawah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Pembagian tersebut tidak hanya melihat penghasilan seseorang. Pemerintah menggunakan berbagai indikator sosial dan ekonomi untuk menentukan posisi keluarga. Artinya, kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, pekerjaan, anggota keluarga, serta sejumlah variabel sosial ekonomi lainnya dapat menjadi bagian dari proses pemeringkatan.

Lantas, siapa yang menentukan desil masyarakat? Data tersebut berkaitan dengan DTSEN dan pengelompokan tingkat kesejahteraan yang dilakukan berdasarkan data sosial ekonomi. Pemerintah menggunakan data tersebut agar program perlindungan sosial dapat diberikan kepada kelompok masyarakat yang menjadi sasaran.

Penggunaan desil juga berkaitan erat dengan penyaluran bantuan sosial. Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan lebih rendah menjadi prioritas dalam sejumlah program bantuan. Namun, seseorang yang masuk desil tertentu tidak otomatis berarti pasti menerima semua jenis bansos karena setiap program memiliki kriteria dan ketentuan masing-masing.

Selain bansos, data desil menjadi perhatian karena pemerintah sedang membahas penataan subsidi BBM. Salah satu pembahasan yang muncul adalah kemungkinan pembatasan pembelian BBM subsidi seperti Pertalite berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Dalam pemberitaan terbaru, kelompok desil 9 dan 10 disebut menjadi kelompok yang direncanakan tidak menjadi sasaran subsidi tersebut.

Rencana tersebut membuat masyarakat perlu memahami posisi desil masing-masing. Dengan mengetahui status desil, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai posisi keluarganya dalam data sosial ekonomi pemerintah sekaligus memahami kemungkinan keterkaitannya dengan berbagai kebijakan bantuan dan subsidi.

Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa data desil bukan angka yang bersifat permanen. Kondisi ekonomi sebuah keluarga dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, pemutakhiran data menjadi penting agar kondisi sosial ekonomi yang tercatat dapat lebih sesuai dengan keadaan sebenarnya. Pemerintah juga menyatakan data desil dapat mengalami perubahan melalui proses pemutakhiran DTSEN.

Untuk mengetahui informasi mengenai desil, masyarakat dapat memanfaatkan layanan resmi pemerintah yang berkaitan dengan data sosial ekonomi dan bantuan sosial. Sejumlah informasi mengenai status kesejahteraan juga dapat diakses melalui layanan Cek Bansos Kemensos, dengan data kependudukan sebagai bagian dari proses pencocokan informasi.

Yang perlu diperhatikan, masyarakat sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa desil tertentu pasti mendapatkan atau kehilangan bantuan. Desil merupakan salah satu dasar penentuan sasaran, sementara keputusan penerima bantuan tetap bergantung pada persyaratan program, hasil verifikasi dan validasi data, serta kebijakan pemerintah.

Dengan demikian, pemahaman mengenai desil 1-10 DTSEN menjadi semakin penting. Data tersebut tidak hanya berkaitan dengan bansos, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam menentukan sasaran subsidi dan program perlindungan sosial.

Masyarakat yang merasa data sosial ekonominya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya juga perlu mengikuti mekanisme pembaruan data melalui saluran resmi. Hal ini penting agar kebijakan pemerintah dapat menggunakan data yang lebih akurat dan bantuan maupun subsidi bisa diberikan secara lebih tepat sasaran.

#GP | DF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS