Padang (SUMBAR).GP - Memperingati Milad ke-16, Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk memperkuat integrasi kelembagaan sekaligus memperluas dampak kebermanfaatan bagi umat.
Maneger Area Lazismu Provinsi Sumbar, Dr.Muhammad Amirul Ramli, S.Pd.M.Pd ketika ditemui media, menuturkan, milad tahun ini mengangkat tema “Integrasi Menguatkan Dampak, Memberi Manfaat untuk Umat.”
Tema tersebut menjadi momentum bagi Lazismu Sumbar untuk mendorong kolaborasi dan sinergi seluruh elemen Persyarikatan Muhammadiyah di Sumatera Barat.
Atas nama Lazismu Wilayah Sumatera Barat, pimpinan Lazismu menekankan pentingnya membangun integrasi mulai dari tingkat wilayah, daerah, cabang hingga ranting Muhammadiyah.
“Yang kita inginkan adalah kolaborasi dan integrasi berbagai macam elemen. Mulai dari Lazismu daerah, pimpinan daerah Muhammadiyah, cabang sampai ranting, semuanya menguatkan satu pintu,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah, Lazismu harus semakin diperkuat sebagai lembaga zakat yang menjadi wadah utama pengelolaan zakat, infak dan sedekah warga Persyarikatan.
“Bahwasanya kita warga Persyarikatan, satu-satunya lembaga zakat kita adalah Lazismu. Ini yang perlu kita kuatkan sampai ke bawah,” tegasnya.
Ia berharap ke depan tidak ada lagi pengelolaan zakat, infak dan sedekah di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah yang berjalan sendiri-sendiri.
Seluruh potensi filantropi warga Muhammadiyah diharapkan dapat diintegrasikan melalui Lazismu sehingga dampaknya menjadi lebih besar dan terukur.
Di sisi lain, Lazismu Sumbar juga terus melakukan pembenahan tata kelola agar pengelolaan zakat semakin profesional, transparan, amanah dan akuntabel.
Kemajuan Lazismu di tingkat daerah, menurutnya, tidak dapat dilepaskan dari dukungan kebijakan pimpinan Muhammadiyah di masing-masing daerah.
“Bagaimana kemajuan Lazismu daerah itu harus ditunjang dengan kebijakan-kebijakan yang mendukung dari pimpinan daerah Muhammadiyahnya,” katanya.
Dengan adanya dukungan tersebut, kebermanfaatan program Lazismu diharapkan semakin luas dan dirasakan langsung masyarakat, khususnya warga Persyarikatan Muhammadiyah, organisasi otonom (ortom), serta amal usaha Muhammadiyah (AUM).
“Sehingga kebermanfaatan dan dampak yang dirasakan oleh masyarakat itu akan lebih terasa, lebih luas dan kompak, terutama kepada seluruh warga Persyarikatan, ortom dan AUM Muhammadiyah,” ujarnya.
Dorong Audit dan Transparansi
Salah satu agenda penting yang menjadi harapan Lazismu Sumbar ke depan adalah meningkatnya standar akuntabilitas seluruh Lazismu daerah di Sumatera Barat.
Ia berharap seluruh Lazismu daerah dapat melaksanakan audit secara berkala, baik audit oleh akuntan publik maupun audit kepatuhan syariah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat Muhammadiyah.
“Besar harapan ke depannya seluruh Lazismu daerah se-Sumatera Barat bisa melaksanakan audit, baik audit akuntan publik maupun audit kepatuhan syariah,” ungkapnya.
Menurutnya, audit bukan semata-mata kewajiban administratif, tetapi bagian dari upaya membangun tata kelola lembaga yang semakin profesional dan dipercaya publik.
Dengan tata kelola yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, masyarakat akan semakin yakin bahwa zakat, infak dan sedekah yang mereka titipkan melalui Lazismu benar-benar dikelola secara amanah dan disalurkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat.
“Ini akan meningkatkan trust masyarakat bahwa zakat, infak dan sedekah yang disalurkan ke Lazismu itu dikelola dengan amanah, transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
#GP | Herman.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar