Iran Bantah Trump, Tegaskan Selat Hormuz Tetap Milik Iran - Go Parlement | Portal Berita

Iran Bantah Trump, Tegaskan Selat Hormuz Tetap Milik Iran

Sabtu, Agustus 15, 2026

 



Jakarta. GP– Pemerintah Iran membantah keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat. Teheran menegaskan jalur laut strategis tersebut akan tetap berada di bawah kendali Iran.


Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Gharibabadi melalui media sosial pada Jumat (14/8/2026) waktu setempat. Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak bisa dikuasai hanya melalui pernyataan politik, kekuatan militer, maupun ancaman dari Amerika Serikat.


Gharibabadi bahkan menyebut Iran tidak takut terhadap ancaman Amerika Serikat. Menurutnya, Teheran tidak akan mudah menerima tekanan ataupun intimidasi yang berkaitan dengan masa depan Selat Hormuz.


Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin meningkat setelah Trump menyampaikan rencana untuk mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah perang dengan Iran berakhir. Trump juga mengklaim Angkatan Laut AS saat ini telah memberlakukan blokade terhadap jalur perairan tersebut.


Trump menyatakan tidak ada kapal yang dapat melintasi Selat Hormuz tanpa izin Amerika Serikat. Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons keras dari Iran karena Teheran menganggap selat tersebut berada dalam kendali mereka.


Perselisihan mengenai Selat Hormuz bukan persoalan baru dalam konflik Iran dan AS. Sebelumnya, kedua pihak juga telah saling mengklaim memiliki kendali atas jalur laut strategis yang menjadi salah satu rute penting perdagangan energi dunia.


Selat Hormuz memiliki posisi sangat penting bagi perdagangan internasional karena menjadi jalur utama bagi pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk. Karena itu, gangguan terhadap pelayaran di wilayah tersebut dapat berdampak terhadap pasokan energi dan harga minyak dunia.


Iran sebelumnya telah menyatakan bahwa kapal yang melintas di Selat Hormuz harus mengikuti aturan dan izin yang ditetapkan Teheran. Sementara itu, Amerika Serikat menegaskan pentingnya kebebasan navigasi serta berupaya memastikan kapal-kapal dapat melintas di jalur tersebut.


Pernyataan saling berlawanan antara Washington dan Teheran membuat situasi di kawasan tersebut semakin tegang. Perselisihan mengenai kendali Selat Hormuz juga berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap keamanan pelayaran dan pasar energi global.


Hingga kini, belum terlihat adanya kesepakatan yang dapat menyelesaikan perselisihan mengenai status dan pengelolaan Selat Hormuz. Iran tetap mempertahankan klaim kendalinya, sedangkan pemerintahan Trump terus menegaskan kepentingan Amerika Serikat terhadap jalur perairan strategis tersebut.


#GP | DF | Red 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS