Prabowo Tutup 290 BUMN, Pemerintah Targetkan Tinggal 300 Perusahaan - Go Parlement | Portal Berita

Prabowo Tutup 290 BUMN, Pemerintah Targetkan Tinggal 300 Perusahaan

Sabtu, Agustus 15, 2026


Jakarta(DKI). GP– Pemerintah terus melakukan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sebanyak 290 perusahaan BUMN telah ditutup atau dirampingkan hingga Agustus 2026 sebagai bagian dari program efisiensi perusahaan negara.


Prabowo menyampaikan perkembangan tersebut dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Pemerintah menargetkan jumlah BUMN dapat ditekan menjadi maksimal 300 perusahaan hingga akhir 2026.


Menurut Prabowo, saat Danantara dibentuk, pemerintah menemukan terdapat sekitar 1.074 BUMN beserta anak dan cucu perusahaan. Jumlah tersebut dinilai terlalu besar karena terdapat banyak perusahaan yang dianggap tidak produktif dan memiliki struktur direksi serta komisaris yang berlapis.


Perampingan BUMN dilakukan melalui berbagai cara. CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan bahwa proses tersebut mencakup divestasi, merger, likuidasi, konsolidasi vertikal dan langkah korporasi lainnya.


Pemerintah tidak hanya menutup perusahaan, tetapi juga menggabungkan sejumlah entitas yang dinilai memiliki kegiatan usaha serupa. Salah satu contohnya adalah penggabungan aset manajemen yang sebelumnya tersebar di sejumlah bank dan institusi keuangan BUMN.


Langkah serupa juga dilakukan terhadap sektor perhotelan dan rumah sakit. Konsolidasi tersebut diharapkan dapat membuat pengelolaan aset BUMN menjadi lebih sederhana, efisien dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.


Prabowo mengatakan perampingan perusahaan negara tersebut telah menghasilkan efisiensi biaya sekitar Rp50 triliun. Pemerintah berencana mengarahkan dana yang berhasil dihemat untuk investasi, industrialisasi, peningkatan pelayanan serta berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.


Presiden menegaskan bahwa BUMN yang akan dipertahankan adalah perusahaan yang produktif dan mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Perusahaan yang dinilai tidak memberikan kontribusi akan terus dievaluasi dalam proses restrukturisasi.


Selain melakukan efisiensi, pemerintah juga mencatat adanya peningkatan kinerja sejumlah perusahaan negara. Pemerintah melaporkan laba BUMN pada 2025 mencapai Rp326 triliun, naik dibandingkan tahun sebelumnya.


Program perampingan BUMN masih akan berlanjut hingga akhir tahun. Dengan target maksimal 300 perusahaan, pemerintah berharap struktur BUMN menjadi lebih sehat, efisien dan mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.


#GP | DF | Red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS