Gempa NTT Picu Tsunami, BMKG Ungkap Aktivitas Sesar Flores Jadi Penyebab - Go Parlement | Portal Berita

Gempa NTT Picu Tsunami, BMKG Ungkap Aktivitas Sesar Flores Jadi Penyebab

Minggu, Agustus 16, 2026

 



Jakarta, GP – Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa yang awalnya tercatat bermagnitudo 7,7 tersebut kemudian dimutakhirkan BMKG menjadi magnitudo 7,0.

Gempa berpusat di wilayah sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Guncangan gempa dirasakan cukup luas hingga sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, termasuk Makassar dan Kepulauan Selayar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas Sesar Busur Belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal. Hasil pemutakhiran data menunjukkan kedalaman pusat gempa berada sekitar 15 kilometer.

Kondisi tersebut membuat energi gempa dapat menimbulkan guncangan kuat di wilayah sekitar episenter. Pergerakan sesar naik atau thrust fault juga menjadi faktor yang menyebabkan gempa berpotensi memicu tsunami.

Setelah gempa terjadi, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah. Masyarakat di daerah yang berpotensi terdampak diminta segera menjauh dari pantai dan menuju lokasi yang lebih tinggi.

Tsunami kemudian terdeteksi di sejumlah wilayah. Salah satu catatan BMKG menunjukkan gelombang tsunami mencapai sekitar 0,94 meter. Setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi muka air laut, BMKG akhirnya menyatakan peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Meski peringatan tsunami telah berakhir, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Aktivitas gempa susulan masih tercatat setelah gempa utama terjadi.

Guncangan gempa juga dirasakan hingga Sulawesi Selatan. Warga di Makassar dan Kepulauan Selayar sempat panik dan keluar dari rumah setelah merasakan getaran kuat.

Di Kepulauan Selayar, sebagian warga bahkan memilih melakukan evakuasi menuju wilayah yang lebih tinggi setelah peringatan dini tsunami dikeluarkan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan datangnya gelombang tsunami.

Ahli gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Irwan Meilano, menilai gempa Flores kali ini memiliki kemiripan lokasi dan mekanisme dengan gempa Flores pada 1992. Jarak kedua lokasi gempa tersebut disebut kurang dari 40 kilometer.

Selain magnitudo yang besar, kedalaman gempa yang relatif dangkal menjadi salah satu faktor yang meningkatkan dampak guncangan. Kondisi tersebut juga diperkuat oleh lokasi sumber gempa yang berada dekat dengan sejumlah wilayah permukiman.

Gempa NTT ini menyebabkan kerusakan di sejumlah daerah. Sejumlah bangunan, fasilitas umum, hotel, hingga kawasan pelabuhan dilaporkan terdampak akibat guncangan kuat.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga yang berada di wilayah rawan gempa dan tsunami diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa wilayah NTT dan kawasan sekitarnya memiliki aktivitas tektonik yang tinggi. Pemahaman mengenai jalur evakuasi dan kesiapsiagaan bencana menjadi hal penting bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir.

#GP | DF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS