DPR Soroti Malaysia-Singapura, Diminta Ikut Cegah Karhutla di Indonesia - Go Parlement | Portal Berita

DPR Soroti Malaysia-Singapura, Diminta Ikut Cegah Karhutla di Indonesia

Senin, Agustus 24, 2026

 



Jakarta(DKI). GP– Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta Malaysia dan Singapura tidak hanya menyampaikan kritik terkait asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Kedua negara juga dinilai perlu ikut berperan dalam mencegah kebakaran, terutama karena terdapat perusahaan maupun pemilik lahan asal kedua negara yang menjalankan usaha perkebunan di Indonesia.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026. Menurut Marwan, persoalan karhutla seharusnya tidak hanya dilihat dari dampak asap yang sampai ke negara tetangga, tetapi juga dari aktivitas perkebunan yang berlangsung di Indonesia.


Marwan menilai Malaysia dan Singapura memiliki keterkaitan dengan sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Karena itu, pihak yang memiliki lahan atau menjalankan kegiatan usaha di Indonesia seharusnya turut bertanggung jawab menjaga area perkebunan agar tidak menjadi sumber kebakaran. 


Menurut dia, langkah pencegahan perlu dilakukan bersama. Pemerintah Indonesia memang memiliki tanggung jawab utama dalam menangani karhutla di dalam negeri, tetapi pemilik perusahaan maupun lahan juga harus mengambil bagian dalam mencegah munculnya titik api.


Sorotan DPR tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap karhutla di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan. Kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan asap tebal yang tidak hanya mengganggu masyarakat di wilayah terdampak, tetapi juga berpotensi terbawa angin menuju negara lain.


Marwan mengingatkan bahwa Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas sehingga penanganan karhutla bukan pekerjaan mudah. Karena itu, diperlukan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak untuk mencegah kebakaran meluas.


Ia juga menilai negara-negara tetangga perlu memahami kondisi Indonesia dalam menangani karhutla. Menurutnya, kritik terhadap asap yang melintasi batas negara seharusnya diikuti dengan tindakan nyata untuk membantu mencegah kebakaran sejak dari sumbernya.


Keterlibatan perusahaan dan pemilik perkebunan dinilai penting karena pencegahan dapat dilakukan langsung di lokasi usaha. Pengawasan lahan, kesiapan peralatan pemadam, patroli serta deteksi dini menjadi sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran.


Selain persoalan keterlibatan Malaysia dan Singapura, DPR juga meminta pemerintah memperkuat langkah mitigasi menghadapi musim kemarau. Kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran sehingga pencegahan perlu dilakukan sebelum api menyebar luas.


Marwan turut menyoroti peran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menghadapi karhutla dan bencana lainnya. Ia mendorong agar kewenangan BNPB diperkuat sehingga koordinasi penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih efektif hingga tingkat daerah.


Penguatan aturan juga menjadi salah satu perhatian DPR. Marwan mendorong revisi Undang-Undang Penanggulangan Bencana agar BNPB memiliki kewenangan yang lebih kuat dalam mengendalikan penanganan bencana, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah. 


Karhutla sendiri memiliki dampak yang cukup luas terhadap kehidupan masyarakat. Selain mengganggu kualitas udara, asap kebakaran dapat memengaruhi kesehatan, aktivitas penerbangan, transportasi, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.


Karena itu, pencegahan karhutla tidak cukup hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi. Pemerintah, perusahaan perkebunan, masyarakat dan pihak terkait perlu memperkuat pengawasan serta mengambil tindakan sejak munculnya indikasi kebakaran.


DPR berharap persoalan karhutla dapat ditangani secara lebih terpadu. Termasuk dengan melibatkan perusahaan asing maupun pemilik modal dari luar negeri yang menjalankan kegiatan perkebunan di Indonesia agar turut menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran.


Dengan adanya kerja sama tersebut, penanganan karhutla diharapkan tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Upaya pencegahan dari hulu menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus mencegah asap karhutla kembali mengganggu masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga.


#GP | DF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS