Sijunjung (SUMBAR).GP— Dari ruang redaksi media massa, Lindo Karsyah, M.IP belajar membaca denyut kehidupan masyarakat. Dari dunia kepemiluan, ia ditempa untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik. Dari penelitian, ia semakin mengenal kekayaan kearifan lokal dan potensi pembangunan daerah.
Kini, perjalanan panjang itu memasuki babak baru. Lindo Karsyah, M.IP., dipercaya sebagai Wakil Ketua I Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sijunjung periode 2026-2031.
Ia dilantik dan dikukuhkan oleh Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir pada Senin, 10 Agustus 2026, bersama Meri Mulyadi sebagai Ketua BAZNAS Kabupaten Sijunjung dan Mardiwan Arraisyi sebagai Wakil Ketua II.
Amanah tersebut menjadi lembaran baru bagi Lindo dalam pengabdian kepada masyarakat, setelah sebelumnya menjalani perjalanan panjang di dunia jurnalistik, kepemiluan, penelitian dan penulisan.
Mengawali Karier dari Dunia Jurnalistik
Lahir di Anakan, Pesisir Selatan, 19 Juli 1979, Lindo Karsyah tumbuh dengan latar pendidikan yang membawanya hingga perguruan tinggi. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 10 Anakan, kemudian SMPN 1 dan SMAN 1 Batang Kapas, Pesisir Selatan.
Ia selanjutnya menempuh pendidikan Strata 1 di Fakultas Sastra Inggris Universitas Andalas Padang dan diwisuda pada 2002. Pada 2019, ia kembali menyelesaikan pendidikan Strata 2 pada Magister Ilmu Politik Universitas Andalas.
Namun, jauh sebelum dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di daerah, Lindo terlebih dahulu mengasah kemampuan profesionalnya melalui dunia jurnalistik.
Pada 2003 hingga 2007, ia dipercaya sebagai Koordinator Liputan Harian Singgalang Padang. Dunia jurnalistik kemudian membawanya ke Pekanbaru. Pada 2007, ia dipercaya menjadi Redaktur Harian Tribun Pekanbaru. Kariernya berlanjut di luar Sumatera Barat. Pada 2008 hingga 2010, Lindo menjadi Koordinator Liputan Media Metro Babel.
Setelah itu, hingga 2012, ia dipercaya sebagai Redaktur Pelaksana Harian Riau Pesisir sekaligus Pimpinan Redaksi Koran Harian Vokal. Belasan tahun bergelut dengan berita membuat Lindo tidak hanya terbiasa mencari dan mengolah informasi, tetapi juga memahami persoalan masyarakat dari dekat.
Memasuki Dunia Kepemiluan
Pengalaman jurnalistik kemudian menjadi bekal ketika Lindo memasuki dunia penyelenggaraan pemilu. Pada 2013-2018, ia dipercaya menjadi anggota KPU Kabupaten Sijunjung. Lima tahun kemudian, kepercayaan kembali diberikan kepadanya. Pada 2018 hingga Juni 2023, Lindo dipercaya menjadi Ketua KPU Kabupaten Sijunjung.
Posisi tersebut tentu menuntut integritas, independensi, ketelitian serta kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak.
Pengalaman sebagai wartawan yang terbiasa bekerja dengan informasi dan fakta berpadu dengan pengalaman sebagai penyelenggara pemilu yang berkaitan erat dengan kepentingan publik.
Meneliti Kearifan Lokal Sijunjung
Selepas dari KPU, perjalanan pengabdian Lindo tidak berhenti. Pada 2023, ia dipercaya menjadi Peneliti Kearifan Lokal Perspektif Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sijunjung pada Bappeda Sijunjung.
Di bidang ini, perhatiannya semakin dekat dengan kekayaan sosial, budaya dan potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Sijunjung.
Bagi Lindo, kearifan lokal bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi dapat menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Menulis tentang Sijunjung dan Masa Depannya
Kecintaannya terhadap daerah juga dituangkan melalui tulisan. Lindo Karsyah telah menerbitkan dua buku serta lima artikel yang berkaitan dengan pemilih dan Pilkada.
Ia juga menyusun buku “Benny Dwifa Yuswir: Bupati Geopark (Membuka Gerbang Surga Tersembunyi di Sijunjung)” yang terbit pada 2025.
Karya lainnya adalah “Hikayat Silolek: Pilar Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Sijunjung.”
Karya tersebut menjadi bagian dari upayanya merekam potensi, sejarah, kearifan lokal dan gagasan pembangunan Kabupaten Sijunjung melalui tulisan.
Kini Mengemban Amanah di BAZNAS
Lindo Karsyah kini memasuki ruang pengabdian yang berbeda. Sebagai Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sijunjung periode 2026-2031, ia bersama pimpinan lainnya mendapat amanah untuk berkontribusi dalam penguatan pengelolaan zakat dan pelayanan kepada masyarakat.
Pengalaman panjang di berbagai bidang menjadi modal tersendiri.
Jurnalistik membentuk kepekaannya terhadap persoalan publik. Dunia kepemiluan mengajarkannya tentang integritas dan tanggung jawab. Penelitian memperkuat pemahamannya terhadap potensi daerah, sementara aktivitas menulis menjadi ruang untuk menuangkan gagasan.
Semua pengalaman tersebut kini bertemu dalam satu titik: pengabdian kepada masyarakat melalui BAZNAS Kabupaten Sijunjung.
Bagi Lindo, amanah sebagai pimpinan BAZNAS bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab sosial yang menyangkut kepercayaan masyarakat dan kemanfaatan zakat bagi mereka yang berhak menerimanya.
Dari seorang jurnalis yang dahulu berada di balik meja redaksi, menjadi penyelenggara pemilu, peneliti dan penulis, kini Lindo Karsyah berada di barisan pengelola zakat.
Sebuah perjalanan panjang yang memperlihatkan satu benang merah: menggunakan pengetahuan, pengalaman dan kapasitas yang dimiliki untuk mengabdi kepada masyarakat dan daerah.
#GP | Herman.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar