Padang Panjang (SUMBAR).GP — Anggota Komisi VII DPR RI, Athari Gauthi Ardi, mendorong pemerintah daerah dan pelaku pariwisata di Sumatera Barat untuk mengubah pola promosi wisata secara lebih agresif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Diseminasi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara melalui Promosi Desa Wisata, yang diikuti pelaku UMKM, pengelola desa wisata atau kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku ekonomi kreatif, penggiat media sosial serta unsur masyarakat, di Hotel Rang Kayo Basa, Rabu (26/08/2026).
Dalam sambutannya, Athari menilai Sumatera Barat memiliki potensi pariwisata yang besar, namun belum sepenuhnya mampu mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi daerah. Salah satu persoalan yang harus segera dibenahi, menurutnya, adalah citra Sumatera Barat yang selama ini masih kerap dipandang sebagai daerah transit, bukan sebagai destinasi utama.
"Bagaimana caranya kita mengubah orang yang hanya numpang lewat menjadi orang yang sengaja datang? Jawabannya adalah digital marketing," kata Athari.
Menurutnya, perkembangan platform digital seperti TikTok dan Instagram membuka ruang promosi yang jauh lebih luas dibandingkan pola pemasaran konvensional. Pemerintah daerah tidak cukup hanya mengandalkan promosi melalui kanal resmi, tetapi perlu membangun kolaborasi dengan kreator konten, influencer, selebgram dan generasi muda yang memiliki basis audiens kuat.
Athari menilai, kekuatan promosi digital terletak pada kemampuan menjual pengalaman, suasana dan keunikan destinasi, bukan semata-mata menampilkan objek wisata.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah di Sumatera Barat untuk menggandeng anak-anak muda yang aktif di media sosial dalam mempromosikan potensi wisata daerah, baik untuk pasar domestik maupun mancanegara.
"Jangan hanya mengajak Pokdarwis. Kita juga harus mengajak anak-anak muda yang punya platform dan sudah dikenal. Pemerintah daerah harus bisa bekerja sama dengan mereka untuk mengenalkan wisata Sumatera Barat," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap daerah tidak terjebak dalam pola promosi yang seragam. Masing-masing daerah, kata Athari, harus memiliki identitas dan karakter wisata yang kuat sehingga mampu menawarkan pengalaman berbeda kepada wisatawan.
Untuk Padang Panjang, misalnya, ia mendorong penguatan citra kota sebagai destinasi yang memiliki kekayaan budaya dan sejarah, sekaligus memanfaatkan karakter kota sebagai Serambi Mekkah dan kota seni.
"Harus ada jati diri Padang Panjang. Apa yang membedakan Padang Panjang dengan daerah lain? Itu yang harus dikemas menjadi kekuatan destinasi," katanya.
Athari menegaskan, pengembangan pariwisata tidak semata-mata berbicara mengenai peningkatan kunjungan atau pemasukan daerah. Pariwisata harus ditempatkan sebagai salah satu instrumen untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama UMKM, pelaku kuliner, ekonomi kreatif dan masyarakat di sekitar destinasi.
Karena itu, pengembangan pariwisata harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, hingga generasi muda.
Ia berharap kegiatan diseminasi tersebut tidak berhenti pada forum seremonial, tetapi dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan melahirkan strategi promosi yang benar-benar diterapkan di lapangan.
"Pariwisata bukan hanya soal pemasukan daerah. Bagaimana semakin banyak orang datang, kemudian uang itu berputar dan dirasakan masyarakat. Itu yang harus kita dorong secara berkelanjutan," tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kota Padang Panjang Vani Utari dan Yuliza Zen, serta perwakilan Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Muharoni Fikky Saputra.
Athari berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat dapat mempercepat transformasi pariwisata Sumatera Barat. Dengan kekayaan alam, budaya, sejarah dan kreativitas masyarakat yang dimiliki, Sumbar dinilai memiliki modal kuat untuk tidak lagi sekadar menjadi wilayah yang dilewati wisatawan, tetapi menjadi daerah yang secara sengaja dipilih sebagai tujuan perjalanan.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar