Padang Panjang(SUMBAR).GP– Menjelang satu abad peristiwa gempa bumi besar yang mengguncang Padang Panjang pada 28 Juni 1926, berbagai elemen masyarakat didorong untuk melakukan refleksi bersama guna meningkatkan kesadaran, kesiapsiagaan, dan kapasitas dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang Panjang akan menggelar Seminar Internasional bertajuk “Padang Panjang Kota Siaga Bencana”.
Kegiatan ini adalah rangkaian dari kegiatan FGD Pertama: https://www.goparlement.com/2026/05/fgd-pjkip-sukses-di-gelar-bpbd-6.html?m=1.
Dan FGD Kedua:
https://www.goparlement.com/2026/06/pemko-padang-panjang-dorong-masjid-jadi.html?m=1
Hal ini menjadi momentum penting untuk mengenang salah satu tragedi terbesar dalam sejarah Kota Padang Panjang sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Seminar ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ancaman alam, serta membangun kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, akademisi, organisasi kemanusiaan, media, dan masyarakat.
Ketua Panitia Seminar, Munafri, didampingi Sekretaris Panitia Eko, mengatakan seluruh jajaran PJKIP Padang Panjang telah siap menyukseskan kegiatan berskala internasional tersebut.
“Alhamdulillah, seminar yang akan kita laksanakan di Gedung DPRD Padang Panjang Senin 29 Juni 2026 mendatang, mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Padang Panjang, Bapak Hendri Arnis. Dukungan ini menjadi energi bagi kami untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Munafri usai mengikuti rapat koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Padang Panjang, Kamis (18/6/2026) sore.
Menurutnya, rapat persiapan yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Ir. Kuartini Deti Putri, M.Si, turut dihadiri sejumlah kepala OPD yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dalam suasana yang penuh kebersamaan, rapat menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan seminar yang akan menjadi salah satu agenda penting dalam rangka memperingati 100 tahun Gempa Padang Panjang 1926.
Pj Sekda Kota Padang Panjang, Kuartini Deti Putri, menegaskan bahwa seminar yang digagas PJKIP sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Padang Panjang di bawah kepemimpinan Wali Kota Hendri Arnis dan Wakil Wali Kota Alex Saputra.
“Seminar yang digagas rekan-rekan jurnalis ini sangat relevan dengan upaya Pemerintah Kota dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan identitas Padang Panjang sebagai daerah yang sadar dan siap menghadapi risiko kebencanaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah terhadap seminar tersebut merupakan bentuk komitmen dalam memperkuat budaya sadar bencana, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendorong lahirnya berbagai program ketangguhan yang berkelanjutan.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum bersama untuk mewujudkan Padang Panjang sebagai Kota Siaga Bencana yang tangguh, aman, dan berkelanjutan,” ajaknya.
Rapat persiapan seminar turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Kepala Pelaksana BPBD, Kasatpol PP, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Asisten I, Asisten III, Kabag Protokol, serta Bagian Umum Setdako Padang Panjang.
Sementara dari unsur panitia dan mitra kegiatan hadir Ketua PJKIP Padang Panjang Rifnaldi, Kepala BMKG Padang Panjang Dr. Saudi Ahadi, ST, MT, penasihat kegiatan Datuak Sulaiman, pakar geologi Ir. Ede Edwar dari IAGI, serta Dekan Universitas Taman Siswa Padang, Dr. Osronita.
Seminar internasional ini direncanakan menghadirkan sekitar 350 hingga 400 peserta yang terdiri dari ketua RT, guru, pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur pemerintahan.
Selain itu, sejumlah narasumber nasional dan internasional telah menyatakan kesediaannya untuk hadir dan berbagi pengetahuan terkait sejarah kebencanaan, mitigasi, serta penguatan kapasitas masyarakat.
Di antaranya Prof. Dr. Suryadi dari Universitas Leiden, Belanda, yang akan membawakan materi tentang Refleksi Historis Gempa Padang Panjang 1926 dan Pembelajaran Mitigasi Bencana.
Kemudian Dr. Lana Saria, S.Si., M.Si, Plt Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM RI, dengan materi Mitigasi Bencana Geologi dan Penguatan Ketangguhan Daerah Berbasis Ilmu Kebumian.
Narasumber lainnya yakni Maria Veronika, Ketua PMI Kota Padang Panjang, yang akan mengulas Peran PMI dalam Kesiapsiagaan Bencana, Dr. Saudi Ahadi, ST, MT, Kepala BMKG Padang Panjang, serta Undri, SS., M.Si, Direktur Promosi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI.
Moderator seminar ini nantinya adalah Dekan Universitas Tamsis Padang Dr. Osronita.
Melalui seminar ini, diharapkan seabad Gempa Padang Panjang 1926 tidak hanya menjadi ruang mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam memperkuat budaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana demi keselamatan generasi masa depan.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar