Penyuluh Swadaya Mundam Sakti, Sijunjung Firmansyah Studi Tiru ke Lapak Lelang Karet Ngalau Pangian Tanah Datar. - Go Parlement | Portal Berita

Penyuluh Swadaya Mundam Sakti, Sijunjung Firmansyah Studi Tiru ke Lapak Lelang Karet Ngalau Pangian Tanah Datar.

Sabtu, Mei 02, 2026


Tanah Datar (SUMBAR).GP- Firmansyah (60) (Penyuluh Pertanian Swadaya) Nagari Mundam Sakti, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung lakukan studi tiru ke Lapak Lelang Karet Ngalau Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar pada Jumat(1/5/2026) sore.


Kehadiran Firmansyah didampingi Koor BPP Kecamatan IV Nagari Adpi Gunawan, SST disambut hangat oleh Pengelola Lelang Karet Ngalau Pangian Wirdani E Mudo yang juga Ketua KAN Pangian itu.


Mantan Petugas Pertanian yang terakhir sebagai Kepala BPP Kecamatan Sumpur Kudus Sijunjung Wirdani E Mudo itu, memaparkan semua proses pelelangan karet Lapak Ngalau Pangian dari awal hingga akhir.


Firmansyah dan Koor BPP Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung itu dapat menyaksikan dari proses petani mengantarkan karet ke lapak sampai ke proses penetapan harga karet pada hari itu.


Dari tiga orang pedagang karet yang memasukkan penawarannya saat itu , melalui mekanisme dengan menulis nama pedagang karet penawar, nilai penawaran dalam sebuah Amplop, setelah dibuka ketiga amplop tersebut, ternyata tiga harga karet yang ditetapkan pedagang tersebut pertama  Rp21.000,- kedua  Rp20.937 dan ketiga Rp20.500,- 


"Maka harga karet di lapak lelang Karet Ngalau Pangian, Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar saat itu ditetapkan Rp21.000,- karena ini harga tertinggi dari tiga penawaran yang dimasukkan oleh pedagang atau saudagar karet," ungkap Wirdani E Mudo yang populer dengan panggilan Mak Etek itu.


Ketika ditanya tentang kesannya Firmansyah setelah menyaksikan prosesi pelelangan harga karet di Lapak Ngalau Pangian tersebut, dia menuturkan kepada media Jumat malam tadi sbb:


Pertama, dengan adanya pasar lelang dibanding dengan harga yang ada di nagari, ada baiknya  dibentuk pasar lelang karet di nagarinya Mundam Sakti.


Kedua, ia berencana dan akan berkonsultasi dengan pihak terkait agar terwujudnya lapak lelang karet di nagarinya dengan pertimbangan sudah tersedianya lahan yang cukup dan potensi karet 10 Ton/ satu peka.


Yang menjadi masalah sekarang, ujar Firmansyah yang juga  mantan Wali Nagari Mundam Sakti itu, saat ini masyarakat sedang terfokus pada usaha pencarian emas, sehingga masyarakat kurang tergiur untuk menyadap karetnya.


Menurut Wirdani Engku Mudo, dengan dibuka lapak lelang karet sejak 7 tahun lalu, harga karet relatif membaik dan memberikan angin segar kepada petani karet daerah ini.


Sementara Koor BPP Kecamatan IV Nagari Adpi Gunawan, mengatakan harga karet bisa membaik dan menguntungkan petani dengan adanya lapak pelelangan harga karet ini.


#GP | Herman.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS