MAKKAH, GP – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI meminta seluruh petugas kesehatan haji Indonesia meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca panas ekstrem yang melanda Arab Saudi selama pelaksanaan ibadah haji.
Permintaan tersebut disampaikan anggota Timwas Haji DPR RI, Saan Mustopa, saat meninjau kesiapan layanan bagi jemaah di Maktab 51 Arafah, Makkah, Rabu (27/5). Menurutnya, kondisi cuaca yang diperkirakan mencapai 44 hingga 47 derajat Celsius berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan bagi jemaah, terutama kelompok lanjut usia.
Saan menilai kesiapan tenaga medis menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran ibadah haji, khususnya menjelang puncak pelaksanaan haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Tim kesehatan harus siaga dan memastikan seluruh jemaah yang membutuhkan pelayanan medis dapat ditangani dengan cepat. Cuaca panas menjadi tantangan yang harus diantisipasi sejak dini," ujarnya.
Selain kesiapan petugas kesehatan, Timwas DPR juga meminta ketersediaan obat-obatan, fasilitas kesehatan, serta sistem rujukan medis dipastikan berjalan optimal. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kesehatan yang dapat dialami jemaah selama berada di Tanah Suci.
Puncak ibadah haji yang akan mempertemukan jutaan jemaah dari berbagai negara diperkirakan menjadi fase paling berat. Aktivitas fisik yang tinggi ditambah suhu udara yang ekstrem berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga serangan heatstroke.
Karena itu, jemaah diimbau menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan perlindungan dari paparan sinar matahari secara langsung, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan pada waktu-waktu tertentu.
Dalam kesempatan tersebut, Timwas DPR juga meninjau kesiapan fasilitas yang akan digunakan jemaah Indonesia selama berada di Arafah dan Mina. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kondisi tenda, distribusi konsumsi, ketersediaan air, hingga kesiapan transportasi menuju lokasi puncak haji.
Menurut Saan, pelayanan bagi jemaah haji Indonesia terus menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan agar berbagai kendala yang pernah terjadi pada penyelenggaraan haji sebelumnya tidak terulang kembali.
"Kita ingin memastikan seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan sehat sampai kembali ke tanah air," katanya.
Sementara itu, pemerintah Arab Saudi juga telah mengeluarkan sejumlah imbauan kepada jemaah untuk menghindari paparan panas berlebih selama musim haji. Jemaah diminta membatasi aktivitas di luar tenda pada siang hari serta mengikuti petunjuk kesehatan yang diberikan petugas.
Dengan suhu yang diprediksi tetap tinggi hingga puncak haji, kesiapan layanan kesehatan menjadi salah satu faktor krusial dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan jemaah Indonesia selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci. (Def)
#GP #HAJI






Tidak ada komentar:
Posting Komentar