Museum Adityawarman Genap 50 Tahun, Dinas Kebudayaan Angkat Tema "Pusako ASEAN" - Go Parlement | Portal Berita

Museum Adityawarman Genap 50 Tahun, Dinas Kebudayaan Angkat Tema "Pusako ASEAN"

Selasa, April 28, 2026


Padang(SUMBAR).GP– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kebudayaan terus mematangkan persiapan peringatan 50 tahun berdirinya Museum Adityawarman yang jatuh pada tahun 2027 mendatang. Acara akbar ini akan mengusung tema besar "Pusako ASEAN".

 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri, kepada awak media, Selasa (28/04/2026).

 

Dalam rangka mematangkan konsep Museum, Community, & Resilience, Kurator dan Purnabakti Peneliti Muda Museum Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDMP, Ibu Aurora Murnayati Arby, memaparkan adaTiga Event peringatan Ulang  Tahun  50 tahun Museum Adityawarman: ASEAN Summit, Museum Exhibition, Community Festival.


Aurora yang memiliki pengalaman panjang di berbagai museum ternama seperti Museum Geologi Bandung dan museum Eropa dan Amerika Latin serta museum Asean ini menegaskan, peringatan 50 tahunMuseum Adityawarman ini bukan sekadar perayaan biasa.

 

"Kami berpikir keras, apakah cukup hanya celebration atau perayaan? Atau kita melakukan sesuatu yang lebih besar yaitu Transformasi? Akhirnya kami sepakat memilih jalan strategis. Merayakan sekaligus Membenahi," ungkap Aurora.

 

Ada beberapa alasan kuat mengapa transformasi ini sangat diperlukan:

1. Usia 50 Tahun dan Status Cagar Budaya Berdiri sejak 1977, tahun 2027 nanti museum ini genap berusia setengah abad. Secara aturan, aset yang berusia di atas 50 tahun berpotensi ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Ini momentum tepat untuk membenahi tata kelola dan bangunan.

 

2. Kekayaan Koleksi yang Luar Biasa

Saat ini tersimpan sekitar 6.000 koleksi yang terbagi dalam 10 kelompok. Salah satu masterpiece atau koleksi andalan adalah Keramik.

"Keramik ini sangat signifikan. Bukan sekadar piring atau barang hias, tapi bukti sejarah perdagangan global yang masuk dan kemudian diadaptasi menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan upacara adat Minangkabau," jelasnya.

 

3. Pelukan Sejarah Adityawarman

Nama Adityawarman bukan sekadar label. Beliau adalah figur besar abad ke-14 yang wilayah pengaruhnya sangat luas, bahkan jejaknya bisa ditemukan hingga ke Malaysia melalui jalur perdagangan laut. Maka momentum ini dijadikan turning point untuk mengenalkan kembali kejayaan sejarah beliau ke dunia internasional.

 

4. Ketangguhan Pasca Bencana

Kita tidak bisa melupakan gempa 2009 yang lalu. Bencana itu menghancurkan sekitar 320 koleksi keramik. Ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya ketangguhan (resilience) sebuah museum dalam menghadapi bencana alam maupun ancaman degradasi budaya di era digital.

 

Oleh karena itu, diangkatlah tema Pusako ASEAN dengan tagline Living Traditions, Heritage and Community. Visi ini ingin menegaskan bahwa budaya Asia Tenggara memiliki keterkaitan sejarah, kesamaan pengalaman bencana, dan nilai yang saling terhubung.


Dikatakannya, Pertemuan Internasional ini mengundang pakar, kurator, dan perwakilan museum dari 11 negara ASEAN untuk berbagi koleksi dan pengetahuan:

- Deklarasi Bersama: Akan dirumuskan rekomendasi dan deklarasi tentang masa depan museum-museum di kawasan ASEAN agar lebih tangguh dan modern.

- Festival & Ekonomi: Tidak hanya seminar, akan digelar festival yang melibatkan komunitas budaya, seniman, dan UMKM, sehingga memberikan dampak ekonomi dan kegembiraan bagi masyarakat.

- Karya Ilmiah: Tulisan dan hasil penelitian terbaik akan diterbitkan dalam jurnal internasional.

 

Sumbar Siap Jadi Tuan Rumah Kelas Dunia

Persiapan ini sudah dilakukan sejak jauh hari, bahkan konsep dan logo sudah siap. Logo yang mengusung unsur anyaman rotan ini melambangkan jaringan budaya yang dinamis dan kuat melintasi ruang dan waktu.

 

"Kami ingin menjadikan Museum Adityawarman bukan hanya tempat menyimpan barang, tapi pusat informasi, pusat pendidikan, dan pusat kebanggaan yang diakui dunia. Kami mengajak semua pihak, baik pemerintah, komunitas, hingga lembaga internasional untuk bersama-sama mewujudkan ini," pungkas Aurora.

 

Dengan anggaran dan kerjasama yang sedang digodok, event ini diproyeksikan menjadi salah satu event budaya terbesar di Sumatera Barat.


*GP | Ce

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS