Sijunjung (SUMBAR).GP- Bertekad meninggalkan kampung halaman untuk mengadu nasib di rantau orang, menjadi pilihan hidup bagi Mulyadi ( 41 ) warga Lubuk Basung, Kabupaten Agam.
Rantau yang dituju Bapak tiga anak ini adalah Tanjung Ampalu,Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumbar, sejak 15 tahun lalu.
Usaha Mulyadi kini menempati sebuah warung sebagai pedagang sate dengan label "Sate LBJ" (sate Lubuk Basung Jaya ). Disaat itu ia sekaligus memboyong anak dan istri untuk mencari nafkah, sehingga ia hidup bersama dalam suka dan duka.
Seiring waktu berjalan, nampaknya usahanya makan maju dan laris, sehingga bisalah ia memenuhi kebutuhan sehari -harinya buat keluarga yang ia cintai dan yang disayanginya.
Dalam suatu berbincangan dengan kontributor GP di sela-sela runtinitasnya sebagai pedagang sate di warungnya, lokasi Simpang Tigo Tanjung Ampalu, Kamis pagi, dalam sehari ia bisa menghasilkan uang Rp.900.000 hingga Rp.1000.000. Namun terkadang kalau cuaca agak kurang bersahabat tentu hasilnya juga kurang pula, namun dalam berusaha yang perlu yakin, doa, dan tidak separo hati berkerja dan berusaha, "ujar Mulyadi yang sapaan akrabnya dengan panggilan Ajo itu.
Dengan berjalan waktu dan usaha tetap dijalan seperti biasa, namun takdir berkehendak lain, kehidupan rumah tangga yang semula tidak ada persolan, namun ia pisah dengan istri pertamanya Fitri,yang sudah mendapat keturunan tiga putra-putri, yaitu Jumaidil Saputra, Nabila Putri, dan Adepa Kirana Maesti.
Menanggapi pertanyaan GP, ia berpisah karena sudah habis untung, mungkin sudah kehendak yang Kuasa,tuturnya agak tercenung.
"Kita percaya hidup bertuhan, susah senang, suka duka pasti kita terima dengan kerelahan dan ketabahan, serta sabar dalam menyikapi setiap musibah yang menimpah diri dan keluarga,"tambahnya dengan gestur seolah ada persolan berat terjadi dalam kehidupan keluarganya itu.
Dalam berdagang ini , tentu rasa kelelahan pasti ada,sehingga tanpa banyak pikir, ia kembali membangun kehidupan berumah tangga baru dengan mempersunting seorang perempuan yang dikala itu sudah menjanda, namanya Nurlaili, warga Bukik Bua, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumbar yang juga telah memilki anak tiga orang, namun ketiganya sudah berumah tangga.
Menurut pantauan GP, usaha Mulyadi yang mengontrak warung sederhana di Simpang Tigo Tanjung Ampalu cukup ramai juga dikunjungi pembeli hingga malam harinya. Ditambah lagi kehidupan rumah tangganya dengan istri keduanya cukup akur, damai, dan saling pengertian, sehingga usahanya begitu lancar dan membawa keberkahan bagi keluarganya ini.
#GP | Herman | Can






Tidak ada komentar:
Posting Komentar