Sijunjung (SUMBAR).GP- Keberadaan pengawas sekolah memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kinerja guru, serta manajemen kepala sekolah. Hal inilah yang diyakini kuat oleh Citri Willya, S.Pd, sosok pendidik yang kini mengemban amanah sebagai Pengawas Sekolah di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung.
Perjalanan karier Citri Willya dimulai ketika dirinya diangkat sebagai CPNS guru kelas di SDN 29 Kamang pada tahun 2011. Selama lebih dari satu dekade, tepatnya hingga tahun 2023, ia mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di wilayah yang saat itu dikenal sebagai area UPT Timpeh IV.
Dedikasi dan pengalaman panjang di dunia pendidikan membawanya dipercaya menjadi Kepala SDN 41 Kunangan Parit Rantang, Kecamatan Kamang Baru, mulai tahun 2023 hingga 31 Januari 2026. Selanjutnya, terhitung sejak 2 Februari 2026, Citri Willya kembali mendapatkan amanah yang lebih luas sebagai Pengawas Sekolah.
Saat diwawancarai media, Citri Willya menyampaikan visi pribadinya sebagai pengawas sekolah, yakni:
"Terwujudnya Pengawas Sekolah Profesional dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik."
Sikap ramah dan sederhana juga tergambar dari kesehariannya. Dalam satu kesempatan, ia sempat menyampaikan permohonan maaf karena terlambat merespons komunikasi usai melakukan kunjungan lapangan.
"Maaf ya Pak, ini saya baru keluar dari SDN 20 Air Amo di Jorong Banjar Tengah, jauh di dalam sana, di situ tidak ada sinyal," ungkapnya dengan santun.
Menurut Citri Willya, keberadaan pengawas sekolah sangat penting dalam mendorong peningkatan kinerja guru maupun kepala sekolah.
Sebagai pengawas, ia membina 21 Sekolah Dasar yang tersebar di wilayah Timpeh dan Air Amo, daerah dengan medan yang cukup jauh dan sulit dijangkau.
Dari pengalaman tiga bulan pertamanya menjalankan tugas sebagai pengawas sekolah, Citri Willya mencatat beberapa hal penting.
Pertama, tingkat kedisiplinan guru dan kepala sekolah dinilai sangat beragam. Ada sekolah yang sangat peduli terhadap disiplin dan mutu kerja, namun ada pula yang masih membutuhkan motivasi serta pembinaan, terutama di daerah dengan akses terbatas.
Kedua, dalam setiap kunjungan, ia selalu mengingatkan guru dan tenaga kependidikan agar menjalankan tugas pokok dan fungsi secara penuh tanggung jawab, sekaligus meningkatkan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
Ketiga, ia menegaskan bahwa kepala sekolah harus menjadi sosok pertama yang melakukan pengawasan internal terhadap guru dan tenaga kependidikan di sekolah masing-masing.
Keempat, demi menciptakan pelayanan pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik, Citri Willya menggagas kembali pembentukan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang dalam beberapa tahun terakhir mulai vakum.
Menurutnya, komunitas belajar dalam wadah KKG menjadi sarana penting bagi guru untuk terus berkembang.
"Guru harus terus belajar, karena ilmu pengetahuan dan regulasi pendidikan itu dinamis dan selalu berkembang," ujarnya.
Meski dihadapkan pada tantangan geografis dan keterbatasan akses menuju sekolah binaan, Citri Willya tetap menjalankan tugas dengan penuh semangat. Tidak semua sekolah dapat dikunjungi dalam satu bulan tertentu, namun ia memastikan pelayanan, pembinaan, dan pendampingan terus diberikan secara optimal dalam setiap kesempatan.
Di balik kesibukannya, Citri Willya juga dikenal sebagai istri dari Afriyendi, seorang mubaligh yang juga Pengasuh Pondok Qur’an dan Tahfizh Al Hadid Sungai Tambang, serta Kepala Cabang Arabia Tour & Travel Cabang Sijunjung.
Dengan pengalaman lapangan, semangat pengabdian, serta visi yang jelas, Citri Willya, S.Pd hadir sebagai figur pengawas sekolah yang membawa harapan baru bagi kemajuan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil Kabupaten Sijunjung.
#GP | Herman.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar