Pesantren Ramadhan SMKN 2 Sijunjung, Ustadz Doni Saputra Tegaskan Bahaya Syirik hingga Fenomena di Media Sosial - Go Parlement | Portal Berita

Pesantren Ramadhan SMKN 2 Sijunjung, Ustadz Doni Saputra Tegaskan Bahaya Syirik hingga Fenomena di Media Sosial

Senin, Maret 02, 2026


Sijunjung – Kegiatan pesantren Ramadhan di SMKN 2 Sijunjung, Senin (2/3/2026), berlangsung khidmat dan penuh antusiasme.


Rangkaian acara diawali dengan tilawah Al-Qur’an, setoran hafalan Juz 30, sholat dhuha berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Narasumber Ustadz Doni Saputra, Lc., MA.


Dalam ceramah bertajuk “Bahaya Syirik terhadap Diri, Keluarga dan Masyarakat”, Ustadz Doni menegaskan bahwa syirik adalah perbuatan menduakan Allah SWT, yakni tidak meyakini sepenuhnya bahwa segala sesuatu di alam semesta ini ditentukan oleh Sang Pencipta.


“Syirik itu menduakan Allah SWT. Tidak meyakini bahwa kehidupan ini ditentukan oleh Allah, tetapi meyakini ada selain Allah yang menentukan,” ungkapnya di hadapan siswa kelas X yang memadati hall badminton sekolah tersebut.


Ia mencontohkan berbagai bentuk keyakinan yang termasuk syirik di tengah masyarakat, seperti mempercayai adanya hari sial, meyakini keselamatan pekerja bangunan ditentukan oleh darah sembelihan binatang, anggapan bahwa berfoto bertiga akan menyebabkan salah satu meninggal dunia, keyakinan angka 13 membawa musibah, hingga mempercayai ada pihak lain yang bisa mengatur hujan selain Allah SWT.


Menurutnya, ketika seseorang telah terjerumus dalam dosa syirik, maka dampaknya tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga merembet ke keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.


Pertama bahaya Syirik bagi Diri Sendiri.


Ustadz Doni memaparkan beberapa dampak syirik terhadap individu, di antaranya:


Menghapus seluruh amal saleh sehingga tidak meninggalkan bekas kebaikan pada pelakunya.


Menimbulkan kegelisahan jiwa dan hati, sehingga hidup terasa tidak bisa tenang.


Mendapat ancaman kekal di neraka Jahannam.


Menutup pintu hidayah, sehingga sulit menerima nasihat dan kebaikan dari orang lain.


Kedua, dampak Syirik terhadap Keluarga dan Masyarakat.


Adapun dampak syirik terhadap keluarga, jelasnya, meliputi;


Kehidupan keluarga menjadi tidak tenang apabila orang tua terjerumus dalam syirik.


Rusaknya pendidikan tauhid karena keyakinan syirik diwariskan kepada anak-anak.


Retaknya hubungan antar sesama akibat cara-cara yang menyimpang dalam mencapai tujuan hidup.


Mendatangkan murka Allah secara kolektif yang dapat berujung pada musibah atau bencana di suatu daerah.


Tak hanya itu, Ustadz Doni juga menyoroti fenomena syirik yang kini marak di media sosial. 


“Perilaku syirik juga dapat ditemui di sosial media seperti ramalan nasib, ramalan zodiak, konten ibadah yang tidak tervalidasi, hingga kepercayaan pada benda-benda keramat digital,” ujarnya.


Di akhir materi, ia menegaskan bahwa syirik sangat berbahaya karena merusak akidah, menghilangkan cahaya keimanan dari wajah seseorang, serta menutup pintu hati dari hidayah Allah SWT.


Ustadz Doni juga mengingatkan pentingnya peran orang tua, guru, dan para pendidik dalam membentengi generasi muda dari pemahaman yang menyimpang.


 “Kita harus selalu memberikan pemahaman kepada generasi muda agar berperilaku sesuai dengan yang diridhai Allah SWT dan senantiasa bertawakal hanya kepada-Nya,” pesannya.


Sementara itu, salah seorang siswa kelas X DPIB 2, Farel Yudisteira, mengaku mendapatkan banyak ilmu dari kegiatan pesantren tersebut. “Dengan kegiatan pesantren ini kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman tentang keislaman seperti tata cara thaharah, sholat, pengaruh pergaulan bebas, serta pengamalan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.


Kegiatan pesantren Ramadhan di SMKN 2 Sijunjung ini diharapkan mampu memperkuat akidah dan karakter religius para siswa, sekaligus membekali mereka dengan pemahaman yang benar dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk arus informasi di media sosial.


#GP | Herman | RH 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS