Menunggu Beduk Magrib: Teladan Rasulullah SAW dalam Berkeluarga - Go Parlement | Portal Berita

Menunggu Beduk Magrib: Teladan Rasulullah SAW dalam Berkeluarga

Senin, Maret 16, 2026
 



Oleh:  Ajral Muhsinin, S.Pd.I., M.Pd.


Sijunjung (SUMBAR).GP- Keluarga tempat pertama seseorang merasakan kasih sayang, ketenangan, dan pendidikan. Dalam Islam, keluarga yang baik adalah keluarga yang dibangun di atas nilai-nilai iman, akhlak, dan kasih sayang. 


Teladan terbaik dalam membangun keluarga tentu dapat kita lihat dari kehidupan rumah tangga  Nabi Muhammad 


Rasulullah SAW bukan hanya seorang pemimpin umat, tetapi juga seorang suami dan kepala keluarga yang penuh kasih sayang. Sikap beliau dalam berkeluarga menjadi contoh bagi umat Islam sepanjang masa.


1. Saling Memberikan Ketenangan dan Ketentraman


Tujuan pernikahan dalam Islam adalah menciptakan ketenangan jiwa. Rasulullah SAW menjadikan rumah tangga sebagai tempat penuh kedamaian. 


Beliau memperlakukan istri dan keluarganya dengan kasih sayang sehingga tercipta suasana yang menenangkan hati. Kehadiran suami atau istri hendaknya menjadi penyejuk bagi pasangannya, bukan sebaliknya menjadi sumber kegelisahan.


2. Bergaul Secara Makruf dengan Anggota Keluarga


Rasulullah SAW selalu bergaul dengan keluarga secara baik dan penuh penghormatan. Beliau berbicara dengan lembut, membantu pekerjaan rumah tangga, dan memperhatikan kebutuhan keluarganya.


Sikap ini mengajarkan bahwa keharmonisan keluarga dibangun dengan akhlak yang baik dan saling menghargai.


3. Mendidik Istri Sesuai Syariat


Sebagai kepala keluarga, Rasulullah SAW juga membimbing keluarganya dalam hal agama. Beliau mengajarkan nilai-nilai Islam, mengingatkan dalam kebaikan, serta menanamkan ketakwaan kepada Allah SWT. Pendidikan agama dalam keluarga sangat penting agar seluruh anggota keluarga berjalan di jalan yang diridhai Allah.


4. Bermusyawarah dengan Istri


Rasulullah SAW juga memberikan teladan dalam menghargai pendapat istri. Dalam berbagai urusan, beliau tidak segan bermusyawarah dengan mereka.


Sikap ini menunjukkan bahwa keharmonisan keluarga dibangun dengan saling menghargai pendapat dan mencari keputusan terbaik bersama.


5. Bersikap Lemah Lembut


Kelembutan adalah salah satu sifat utama Rasulullah SAW dalam berkeluarga. Beliau tidak pernah bersikap kasar kepada istri dan keluarganya. Dengan kelembutan itulah cinta dan rasa hormat tumbuh di dalam rumah tangga.


Sikap lembut mampu meredam masalah dan memperkuat ikatan kasih sayang dalam keluarga.

Menjelang datangnya waktu berbuka puasa di bulan suci Ramadan, renungan ini mengingatkan kita bahwa keluarga adalah amanah dari Allah SWT.


Meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam berkeluarga akan membawa ketenangan, keberkahan, dan kebahagiaan dalam rumah tangga.

Semoga kita mampu mencontoh akhlak mulia Rasulullah SAW, sehingga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta mendapat ridha Allah SWT.


#GP | Sijunjung | 16 Maret 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS