Menunggu Beduk Magrib: Meneladani Nasehat Luqman kepada Anaknya - Go Parlement | Portal Berita

Menunggu Beduk Magrib: Meneladani Nasehat Luqman kepada Anaknya

Sabtu, Maret 14, 2026

 


Oleh Ajral Muhsinin, S.Pd.I., M.Pd

Sijunjung (SUMBAR).GP- Menjelang beduk Magrib di bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat tepat untuk merenung dan memperbaiki diri. 


Salah satu pelajaran berharga yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an adalah kisah nasehat seorang ayah yang bijak kepada anaknya, yaitu nasehat Luqman kepada putranya dalam Al-Qur'an, khususnya dalam Surah Luqman.


Nasehat ini bukan sekadar petuah biasa, tetapi menjadi pedoman hidup bagi setiap muslim agar selamat di dunia dan akhirat.


1. Tidak Menyekutukan Allah SWT


Nasehat pertama dan paling utama yang disampaikan Luqman kepada anaknya adalah agar tidak menyekutukan Allah. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa syirik adalah kezaliman yang sangat besar.


Ini menunjukkan bahwa fondasi utama kehidupan seorang muslim adalah tauhid, yaitu mengesakan Allah dalam ibadah, keyakinan, dan penghambaan. Tanpa tauhid yang kuat, amal kebaikan lainnya tidak akan bernilai di sisi Allah.

Ramadhan mengajarkan kita untuk memperkuat tauhid tersebut dengan memperbanyak ibadah, doa, dan menghindari segala bentuk kesyirikan.


2. Berbuat Baik kepada Orang Tua


Setelah perintah untuk tidak menyekutukan Allah, Luqman mengingatkan anaknya agar berbuat baik kepada kedua orang tua. Ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan orang tua dalam Islam.


Seorang ibu mengandung dengan penuh kesulitan dan melahirkan dengan perjuangan, sedangkan ayah bekerja keras demi kehidupan anak-anaknya. Karena itu, Islam menekankan pentingnya menghormati, menaati, dan berbakti kepada orang tua selama tidak bertentangan dengan ajaran Allah.


Di bulan Ramadhan ini, momen berbuka puasa bersama keluarga atau sekadar mendoakan orang tua menjadi bentuk nyata dari bakti kita kepada mereka.


3. Jangan Bersikap Sombong


Nasehat berikutnya adalah agar manusia tidak bersikap sombong. Kesombongan membuat seseorang merasa paling hebat, meremehkan orang lain, dan lupa bahwa semua yang dimiliki hanyalah titipan dari Allah.


Orang yang rendah hati justru lebih dicintai Allah dan dihormati oleh manusia. Ramadhan mendidik kita untuk merasakan lapar dan dahaga agar kita sadar bahwa manusia pada hakikatnya lemah dan membutuhkan pertolongan Allah.


Penutup


Nasehat Luqman kepada anaknya mengajarkan tiga nilai penting dalam kehidupan: menjaga tauhid, berbakti kepada orang tua, dan menjauhi kesombongan. Jika ketiga nilai ini tertanam dalam diri seorang muslim, maka hidupnya akan penuh keberkahan.


Semoga menjelang beduk Magrib hari ini, kita dapat merenungkan kembali apakah tauhid kita sudah kuat, apakah kita sudah berbakti kepada orang tua, dan apakah hati kita sudah terbebas dari kesombongan.


Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang beriman, rendah hati, dan selalu berbuat baik kepada sesama. Aamiin.


#GP | Sijunjung | 14 Maret 2026.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS