Menunggu Beduk Magrib: Ciri Hamba yang Ditinggikan Derajatnya oleh Allah SWT - Go Parlement | Portal Berita

Menunggu Beduk Magrib: Ciri Hamba yang Ditinggikan Derajatnya oleh Allah SWT

Jumat, Maret 13, 2026

 


Oleh Ajral Muhsinin, S.Pd.I., M.Pd.


Sijunjung (SUMBAR).GP-  Menjelang datangnya waktu berbuka puasa, ada baiknya kita merenung sejenak tentang bagaimana menjadi hamba yang dicintai dan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT. Hidup di dunia ini tidak lepas dari ujian, kesenangan, maupun berbagai godaan. Namun Allah memberikan tanda-tanda bagi hamba-Nya yang benar-benar dekat dengan-Nya.

Berikut beberapa ciri hamba yang ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.


1. Bersabar dalam Ujian


Ujian hidup adalah bagian dari perjalanan manusia. Kadang berupa kesulitan ekonomi, masalah keluarga, kesehatan, atau cobaan lainnya. Hamba yang dimuliakan oleh Allah adalah mereka yang tetap bersabar ketika menghadapi ujian tersebut.


Sabar bukan berarti menyerah, tetapi tetap berusaha sambil yakin bahwa setiap kesulitan pasti ada hikmahnya. Orang yang sabar akan mendapatkan pertolongan dan pahala yang besar dari Allah SWT.


2. Bersyukur dalam Kelapangan


Ketika diberikan nikmat berupa kesehatan, rezeki, keluarga, dan berbagai kemudahan hidup, seorang hamba yang mulia tidak akan lupa diri. Ia justru memperbanyak syukur kepada Allah SWT.


Rasa syukur tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga dibuktikan dengan menggunakan nikmat tersebut untuk kebaikan. Dengan bersyukur, Allah menjanjikan akan menambah nikmat kepada hamba-Nya.


3. Istiqomah dalam Beribadah.


Ciri lain dari hamba yang ditinggikan derajatnya adalah istiqomah dalam beribadah. Mereka tidak hanya rajin beribadah ketika sedang semangat atau ketika bulan Ramadhan saja, tetapi tetap menjaga shalat, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan melakukan amal kebaikan secara konsisten.

Istiqomah memang tidak mudah, tetapi itulah tanda keimanan yang kuat. Amalan yang terus dilakukan walaupun sedikit sangat dicintai oleh Allah SWT.


4. Menjaga Lisan dan Hati


Lisan yang terjaga akan melahirkan kata-kata yang baik, menenangkan, dan tidak menyakiti orang lain. Hamba yang mulia akan menjauhi ghibah, fitnah, dan perkataan yang menyakiti hati.

Selain itu, ia juga berusaha menjaga hatinya dari sifat iri, dengki, sombong, dan kebencian. Hati yang bersih akan membuat seseorang lebih dekat kepada Allah SWT dan hidupnya menjadi lebih tenang.


Penutup

Menjelang beduk Magrib berkumandang, mari kita jadikan waktu ini sebagai momen muhasabah diri. Apakah kita sudah termasuk hamba yang sabar dalam ujian, bersyukur dalam kelapangan, istiqomah dalam ibadah, serta mampu menjaga lisan dan hati?


Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang dimuliakan, diampuni dosa-dosanya, dan ditinggikan derajatnya di dunia maupun di akhirat. Aamiin.


#GP | Sijunjung | 13 Maret 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS