Sijunjung ( SUMBAR)GP- "Sa'at ini ada lima perusahaan dibawah lindungan saya. PT Andalas Dolomit Sejahtera, PT Graha Very Industri, PT Graha Kompos Industri, PT Modilo Citra Nusantara dan PT Graha Andalan Transport.
Diantara 5 PT itu, saya hanya di satu PT saya yang jadi Direktur. Yaitu PT Graha Verry Industri. Selebihnya hanya sebagai Komisaris".
Pernyataan ini disampaikan oleh putra Nagari Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang, Hardi (63) kepada awak media Kongkrit com dan Media Goparlemen saat berkunjung di ruang kerjanya, Koto Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Minggu (26/03/2026).
"Apa pendidikan Bapak yang terakhir?". Secara formal saya hanya tamat SMP. Dulu pernah nyambung ke SMA tetapi itu hanya sampai Kelas 2. Saya banyak menghabiskan waktu di rantau. Belajarnya hanya otodidak saja, jualan martabak dengan gerobak osongan di Lampung sana.
"Serumit itu masalah perusahaan, masalah keuangan, Ketenagakerjaan, masalah bahan kebutuhan, perizinan, kecelakaan kerja dan lain-lain kok bisa? " Tanya media lagi.
"Saya memakai tenaga orang. Saat ini ada sekitar 300 orang lebih karyawan. Mereka banyak yang sarjana. Bahkan ada yang Profesor. Mereka itulah yang bekerja. Alhamdulillah perusahaan bisa tumbuh dan berkembang. Itu semua tentu izin dari Alloh SWT", ucap Hardi dengan tenang dan senyumnya yang khas.
"Menurut Bapak apa bedanya pengusaha yang berpendidikan tinggi dengan dengan yang bukan? kejar media lagi.
"Banyak orang membuat rencana dengan matang sebelum memulai.Hingga timbul pertanyaannya bertubi tubi seperti; bahan baku darimana, tenaga kerjanya siapa, pemasaran produk kemana?, kalau terjadi resiko apa jalan keluarnya dan lain-lain," sehingga mereka belum bisa memulai kalau belum cukup modal itu semua. Sehingga habis waktu untuk berpikir itu semua, kata Hardi dengan santainya.
Tetapi kalau saya yang tidak sekolah tinggi mikirnya sederhana, tidak terlalu banyak begitu. Mana yang bisa kerjakan, ya dikerjakan . Hasilnya diserahkan pada yang kuasa.
"Kalau terjadi resiko bagi saya itu sudah biasa ", tambahnya lagi.
Yang paling penting itu, niat ikhlas berusaha karena Allah dan bersyukur kepada Allah atas rezeki yang kita diterima, katanya.
#GP | Herman.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar